Kategorisasi Berat Lahir Bayi Berdasarkan Frekuensi ANC

alif zahrotin

Abstract


Berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi baru lahir. Bayi yang sehat lahir dengan berat yang normal. Namun tidak semua bayi lahir dengan berat normal. Terdapat bayi yang lahir dengan berat lahir rendah (BBLR) Pada BBLR kesempatan untuk mengalami masalah saat bayi dan saat dewasa nantinya lebih tinggi. Kejadian BBLR di Indonesia tahun 2015 sebesar 11,10%, sedangkan di puskesmas Tanah Kali Kedinding sebesar 17%. Kejadian ini, merupakan angka tertinggi nomor dua di Surabaya. Untuk menghindari berbagai masalah yang mungkin terjadi karena BBLR, diperlukan pengawasan sejak janin masih dalam kandungan. Pengawasan janin dalam kandungan ini biasa disebut antenatal care (ANC). Tujuan penelitian untuk membandingkan kategorisasi berat lahir berdasarkan frekuensi ANC.

Metode yang digunakan analitik observasionaldengan pendekatan case control. Populasinya bayi yang lahir di Puskesmas Tanah Kali Kedinding periode Januari-Desember 2017 sebanyak 1.186 bayi. Pengambilan sampel dengan Cosecutive Sampling, didapatkan sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 346 bayi. Variabel independen frekuensi ANC sesuai standar, dan frekuensi ANC tidak sesuai standar sedangkan variabel dependen berat lahir bayi. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengumpul data dengan sumber data dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney U.

Hasil penelitian dari 246 bayi lahir dari ibu frekuensi ANCsesuai standar 93,1% memiliki berat normal dan dari 100 bayi lahir dari ibu yang frekuensi ANCtidak sesuai standar 28% merupakan BBLR. Hasil analisis menggunakan uji Mann Whitney Umenunjukkan bahwa hasil nilai Z adalah-4.786 dengan nilai p adalah 0.001pada α 0,05 maka terdapat perbedaan kategorisasi berat lahir bayi berdasarkan frekuensi ANC.

Kesimpulanpenelitian ini, sebagian besar responden yang memiliki berat lahir normal merupakan bayi yang dilahirkan dari ibu yang kunjungan ANC sesuai standar dan terdapat perbedaan dengan yang tidak sesuai standar.  Sehingga  bidan hendaknya selalu memotivasiibu hamil untuk memeriksakan kehamilan sedini mungkin serta melakukan pemeriksaan kehamilan minimal empat kali sesuai standar WHO agar bayi yang dilahirkan memiliki berat yang normal

Full Text:

PDF

References


Andriaansz, George. 2009. “Asuhan Antenatal” dalam Abdul Bari Saifudin, Trijatmo Rachimadi, Gulardi, H. Wiknjosastro (editor). Ilmu Kebidanan edisi Keempat. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Halaman: 278

Arisman. 2007. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC. Halaman: 8-10

Damanik, M. Sylviati. 2012. “Klasifikasi bayi menurut berat Lahir dan Masa Gestasi” dalam M. Sholeh Kosim, Ari Yunanto, Rizalya Dewi, Gatot Irawan Sarosa&Ali Usman (editor). Buku Ajar Neonatologi Edisi Pertama. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. Halaman: 11-13

Dinkes Surabaya, 2011. Bayi Berat Lahir Rendah menurut jenis kelamin, kecamatan, dan puskesmas kota Surabaya. Surabaya: Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar DKK Surabaya. Halaman: 2

Ernawati, Fitrah, Djoko Kartono & Dyah Santi P. 2011. Hubungan antenatal care dengan berat badan lahir bayi di Indonesia (Analisis lanjut Data Riskesdas 2010). Jakarta: Gizi Indon 2011. Halaman: 34(1):23-31

Mochtar, Rustam, 2011. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC. Halaman: 53

OECD/WHO. 2012. Low Birth Weight in Health at Glance Asia/Pacific 2012. OECD. Halaman: 40-41

Saifuddin, Abdul Bari, 2009. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBP-SP. Jakarta. Halaman: N-2,N-3,N-4




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/htc.v1i2.1323

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ahref="https://scholar.google.co.id/citations?user=mc21becAAAAJ&hl=id"target="_blank">