Faktor Kebudayaan Pendorong Munculnya Loyalitas pada Konsumen Kuliner Kota Kediri Jawa Timur

Nufian Susanti Febriani

Abstract


There is a trend in the city of Kediri which shows that culinary business that started from the “bedag”/roadside “rombong” have loyal customers while culinary business with established artifacts able to retain consumers not more than 1 year. This quantitative research using survey method with semantic diferential scale to collect data so that can be found a comprehensive picture of the population that is culinary consumers kediri city with an area of ​​63.40 km2. The results showed that there is a significant influence on cultural factors on consumer loyalty. This research can be used as a reference for prospective investors who want to invest in Kediri city, especially in culinary field to use original cultural element of Kediri as one of marketing strategy to get consumer loyalty.

Keywords


Culture, culinary, loyalty

References


Ardianto, E. (2009). Publik relations praktis. Bandung: Widya Padjajaran.

Arikunto. (2006). Prosedur penelitian (suatu pendekatan praktik). Jakarta: Rineka Cipta.

Dyah, S. (2014). Studi Elaboration Likelihood Modelpada Pengaruh Selebgram (Selebriti Endorser Instagram) Terhadap Minat Pembelian Dalam Media Sosial Instagram (Studi Eksplanatif Padafollowers Selebgram@ Joyagh) (Skripsi, Universitas Brawijaya).

Gani, I., & Amalia, S. (2015). Alat Analisis Data:: Aplikasi Statistik untuk Penelitian Bidang Ekonomi dan Sosial. Yogyakarta: Andi.

Griffin, J. (2005). Customer loyalty (menumbuhkan dan mempertahankan kesetiaan pelanggan). Jakarta: Erlangga.

Herimanto, W. (2008). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hurriyati, R. (2005). Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Bandung: Alfabeta.

Kotler, P. (1986). Manajemen pemasaran: Analisis Perencanaan dan Pengendalian. Jakarta: Erlangga.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Dirección de marketing. NJ: Pearson educación.

Lovelock, C., Wirtz, J., & Mussry, J. (2010). Pemasaran Jasa Manusia, Teknologi, Strategi. Perspektif Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Pemerintah Kota Kediri. (2016). Harmoni Kediri. Kediri: Pemerintah Kota Kediri.

Pemerintah Kota Kediri. (2016). LKPJ (laporan keterangan pertanggungjawaban) walikota kediri tahun anggaran 2015. Kediri: Pemerintah Kota Kediri.

Poerwanto, H. (2000). Kebudayaan dan lingkungan dalam perspektif antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pramita, C.D. (2015). Pengaruh servicescape (lingkungan layanan) terhadap kepuasan dan dampaknya pada loyalitas nasabah. (Skripsi, Universitas Brawijaya).

Rangkuti, F. (2009). Strategi promosi yang kreatif&analisis kasus integrated marketing communication. Jakarta: Gramedia.

Ranjabar. J.&, Sikumbank, R.F.. (2006). Sistem Budaya Indonesia Suatu Pengantar. Bandung: Ghalia.

Simamora, B. (2004). Riset Pemasaran (Falsafah, Teori, dan Aplikasi). Jakarta: Gramedia.

Soekanto, S. (2007). Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.

Umar, H. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sujianto, A.E.. (2009). Aplikasi statistik dengan spss. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Suliyanto. (2011). Ekonometrika terapan: teori dan aplikasi dengan spss. Yogyakarta: Andi Offset.

Sutarto, A.. (2004). Studi Pemetaan Kebudayaan Jawa Timur (studi deskriptif pembagian 10 (sepuluh) sub kebudayaan Jawa Timur). (Penelitian ilmiah, Universitas Jember).

Syam, N. W. (2012). Psikologi sosial sebagai akar ilmu komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/jsk.v1i3.296

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY:

 

    

    

    

    

    

  

 

 

.