Terorisme Radikalisme dan Identitas Keindonesiaan

Anastasia Yuni Widyaningrum, Noveina Silviyani Dugis

Abstract


Aksi terorisme dan radikalisme yang terjdai di Indonesia seringkali menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai rasa keindonesiaan bangsa Indonesia. Apalagi pelakunya juga warga negara Indonesia maka menarik untuk dikaji lebih mendalam bagaimana keindonesiaan warga negara Indonesia ketika terjadia peristiwa yang menggoncang keberagaman Indonesia. Sebagaimana takdir menjadi Indonesia yang beragam dan multibudaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah encoding dan decoding dari Stuart Hal yang berusaha merepresentasikan pemaknaan menajdi Indonesia dalam tiga pembacaan yaitu dominan hegemonic, negosisasi dan oposisi. Kajian-kajian tentang keislaman dan keindonesiaan digunakan untuk mencabar data-data hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindonesiaan para informan justru semakin menguat. Dalam ketiga pembacaan para informan menolak bahwa kindonesiaan mereka terkoyak oleh aksi radikalisme dan terorisme.

Keywords


terorisme, radikalisme, keindonesiaan, keislaman, bangsa, encoding decoding

Full Text:

PDF

References


Anholt, S. (2007). Competitive Identity The New Brand Management For Nations, Cities and Regions. Brittain :Palgrave Macmillan.

Fashri, F. (2014). Pierre Bourdieu: Menyingkap Kuasa Simbol. Yogyakarta: Jalasutra.

McQuail, D. (1997). Audience Analisis. California: Sage Publication.

Maarif, A.S. (2009). Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan (Sebuah Refleksi Sejarah). Bandung: Mizan.

Mujiburrahman. (2008). Mengindonesiakan Islam Representasi dan Ideologi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Haryatmoko. (2014). Etika Politik dan Kekuasaan. Jakarta: Kompas.

Hartley, J. (2002). A Short History of Cultural Studies. New York: Sage Publications.

Ida, R. & Subiakto, H. (2014). Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi. Jakarta: Kencana.

Musyafiq, A. (2012). Spiritualitas kaum fundamentalis. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 55-78.

Mukodi, M., & Burhanuddin, A. (2016). Islam Abangan Dan Nasionalisme Komunitas Samin di Blora. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 24(2), 379-400.

Munip, A. (2012). Menangkal radikalisme agama di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 159-181.

Siregar, A., Et.All. (1998). Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa. Yogyakarta: Kanisius.

Zuhdi, M. H. (2017 Radikalisme Agama Dan Upaya Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan. AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, 22(1), 199-224

Online News Sources:

Asmoro. (2017). Indonesia Darurat Radikalisme Bagian Satu : DI/TII Akar Radikalisme Di Indonesia. Seword. Available at https://seword.com/politik/indonesia-darurat-radikalisme-bagian-satu-ditii-akar-radikalisme-di-indonesia/

Fachrur, Rozi. (2017). Radikalisme Ancaman Nyata Pemuda Tanah Air. Liputan6. Available at http://news.liputan6.com/read/3034980/radikalisme-ancaman-nyata-pemuda-tanah-air

Sa'dullah, Affandy. (2016). Akar Sejarah Gerakan Radikalisme Indonesia. Wahid Foundation. Available at http://wahidfoundation.org/index.php/news/detail/Akar-Sejarah-Gerakan-Radikalisme-di-Indonesia

Fathurrohman Ghufron. (2017). Radikalisme dan Politik Identitas. Kompas. Available at http://nasional.kompas.com/read/2017/05/05/19170871/radikalisme.dan.politik.identitas




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/jsk.v2i1.368

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed By:

 

   

  

  

  

 

 

.

JSK' StatCounter Report