SAPE SONOK DI KABUPATEN SUMENEP: NILAI TRADISI DAN TRANSENDEN (PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA)

Haerussaleh Haerussaleh

Sari


                Penelitian terhadap Tradisi sape sonok di Sumenep  bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam struktur nilai tradisi dan nilai Transendenitasnya. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra  untuk menganalis hubungan karya sastra dengan masyarakat, nilai budaya, dan fungsi tradisi pada masyarakat.

            Data dalam penelitian ini adalah Unsur tradisi dan transenden  dalam tradisi sape sonok . Dengan teknik pengumpulan data berupa perekaman,pengamatan terlibat,pencatatan, dan wawancara . Teknik analisis data  menggunakan analisis isi dan analisis deskriptif.

            Hasil analisis nilai tradisi  berdasarkan nilai tradisi Roger Tol dan Pudentia (1995:2), meliputi : 1) nilai yang berkaitan dengan mitos dan legenda yang berkembang dalam masyarakat; 2) nilai tradisi yang berkaitan dengan kebiasaan turun - temurun; 3) praktik hukum dalam masyarakat; 4) nilai yang berkaitan dengan praktik kesehatan dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan hasil analisis nilai Transendenitas berdasarkan teori Koentjaraningrat (1974:80) meliputi  : 1) penyerahan diri, tunduk dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa; 2) kehidupan yang penuh kemulyaan; 3)  perasaan batin yang ada hubungannya dengan Tuhan; 4) perasaan yang ada hubungannya dengan berdoa.  


Kata Kunci


tradisi sape sonok, nilai tradisi, nilai transenden

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Baried, Siti Baroroh. 1985. Pengantar Teori Filologi. Pusat Pembinaan dan Perkembangan Bahasa. Yogyakarta: Dekdikbud.

Bascom, William R. 1965. “Four Functions of Folklore” in The Study of Folklore. Englewood Cliffs, M,J: Prentice-Hall, Inc. P.290-294.

Bogdan, Robert C. 1990. Riset Kualitatif Untuk Pendidikan. Diindonesiakan oleh Munandir. Jakarta: Dekdikbud.

Bouvier, Helene. 1890. “Musik dan Pertunjukan di Madura”, dalam Huub de Jonge (ed) Agama, Kebudayaan, dan Ekonomi. Diindonesiakan oleh Suparmin. Jakarta:Rajawali.

----- 2002. Lebur: Seni Musik dan Pertunjukan dalam Masyarakat Madura. Diindonesiakan oleh Rahayu S. Hidayat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Danandjaja, James. 1990. “Metode Penulisan Kualitatif dalam Penulisan Folklor”. Dalam Aminudin: Pengembangan Penulisan Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: Hiski Komisariat Malang dan YA3.

----- 1994. Folklor Indonesia. IImu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta. Grafiti Pers.

----- 1997. Folklor Jepang dilihat dari Kacamata Indonesia. Jakarta. Pustaka Utama Grafiti.

Dundes, Alan. 1965. The Study of Folklore. Englewood Clifs, M,J: Prentice-Hall, Inc.

Faruk.1999. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra. Surakarta. Muhammadiyah University Press.

Finnegan, Ruth. 1977. Oral Poetry: Is Nature, Significance and Sosial Context.




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/fonema.v4i1.411

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Abstacted & Indexed in :

Creative Commons License
Jurnal Ilmiah Fonema by http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. View My Stats