AUTHOR GUIDELINES

Pedoman Penulisan Naskah Jurnal TECHNO-FISH

JURNAL TECHNOFISH adalah jurnal yang menerbitkan artikel kemajuan penelitian di bidang Perikanan dan kelautan,  ilmu-ilmu terkait di Indonesia. JURNAL TECHNOFISH
memuat karya tulis ilmiah asli berupa makalah hasil penelitian, komunikasi pendek dan tinjauan kembali yang belum pernah diterbitkan atau tidak
sedang dikirim ke media lain. Masalah yang diliput, diharuskan menampilkan aspek atau informasi baru.

Struktur naskah
1. Bahasa
Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau Inggris yang baik dan benar.
2. Judul
Judul harus singkat maksimal 12 kata, jelas dan mencerminkan isi naskah diikuti oleh nama dan alamat surat menyurat penulis beserta email penulis . Nama penulis untuk
korespondensi diberi tanda amplop cetak atas (superscript).
3. Abstrak
Abstrak dibuat dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan Inggris. Abstrak memuat secara singkat tentang latar belakang, tujuan, metode, hasil
yang signifikan, kesimpulan dan implikasi hasil penelitian. Abstrak berisi maksimum 200 kata, spasi tunggal. Di bawah abstrak dicantumkan
kata kunci yang terdiri atas maksimum enam kata, dimana kata pertama adalah yang terpenting. Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan
terjemahan dari bahasa Indonesia. Editor berhak untuk mengedit abstrak demi alasan kejelasan isi abstrak.
4. Pendahuluan
Pendahuluan berisi latar belakang, permasalahan, pendekatan permasalahan dan tujuan penelitian. Sebutkan juga studi terdahulu yang pernah dilakukan.
5. Bahan dan cara kerja
Pada bagian ini boleh dibuat sub-judul yang sesuai dengan tahapan penelitian. Metoda harus dipaparkan dengan jelas sesuai dengan standar
topik penelitian dan dapat diulang oleh peneliti lain. Apabila metoda yang digunakan adalah metoda yang sudah baku cukup ditulis sitasi
dan apabila ada modifikasi harus dituliskan dengan jelas bagian mana dan apa yang dimodifikasi.
6. Hasil
Sebutkan hasil-hasil utama yang diperoleh berdasarkan metoda yang digunakan. Apabila ingin mengacu pada tabel/grafik/diagram atau
gambar uraikan hasil yang terpenting dan jangan menggunakan kalimat ‘Lihat Tabel 1’. Apabila menggunakan nilai rata-rata harus
menyebutkan standar deviasi.
7. Pembahasan
Jangan mengulang isi hasil. Pembahasan mengungkap alasan didapatkannya hasil dan apa arti atau makna dari hasil yang didapat tersebut.
Bila memungkinkan, bandingkan hasil penelitian ini dengan membuat perbandingan dengan studi terdahulu (bila ada).
8. Kesimpulan
Menyimpulkan hasil penelitian, sesuai dengan tujuan penelitian, dan penelitian berikut yang bisa dilakukan.
9. Ucapan terima kasih (apabila ada)
10. Daftar pustaka
Tidak diperkenankan untuk mensitasi artikel yang tidak melalui proses peer review. Apabila harus menyitir dari "Laporan" atau "komunikasi
personal" dituliskan 'unpublished' dan tidak perlu ditampilkan di daftar pustaka. Daftar pustaka harus berisi informasi yang up to date yang
sebagian besar berasal dari original papers. Penulisan terbitan berkala ilmiah (nama jurnal) tidak disingkat.
Format naskah
1. Naskah diketik dengan menggunakan program Word Processor, huruf New Times Roman ukuran 12, spasi ganda kecuali Abstrak. Batas kiri
-kanan atas-bawah masing-masing 2,5 cm. Maksimum isi naskah 15 halaman termasuk ilustrasi dan tabel.
2. Penulisan bilangan pecahan dengan koma mengikuti bahasa yang ditulis menggunakan dua angka desimal di belakang koma. Apabila
menggunakan bahasa Indonesia, angka desimal menggunakan koma (,) dan titik (.) bila menggunakan bahasa Inggris. Contoh: Panjang buku
adalah 2,5cm. Lenght of the book is 2.5 cm. Penulisan angka 1-9 ditulis dalam kata kecuali bila bilangan satuan ukur, sedangkan angka 10
dan seterusnya ditulis dengan angka. Contoh lima orang siswa, panjang buku 5 cm.

3.Penulisan rumus kimia ditulis menurut aturan penulisan yang benar : HCl, H2SO4 dan lain-lain

4. Penulisan spesies miring Macrobranchium rosenbergii, sedangkan genus /famili tegak. Penulisan nama latin spesies secara lengkap hanya dituliskan satu kali diparagraf paling atas, selanjutnya nama genus cukup disingkat, dilanjutkan dengan nama spesies, contoh M. rosenbergii
3. Penulisan satuan mengikuti aturan international system of units sebagai berikut : penulisan satuan volume, berat dan panjang ditulis dengan huruf kecil semua dalam singkatan seperti l untuk liter (bukan L), m untuk meter dan g untuk gram (bukan gr). Penulisan suhu ditulis dengan format sebagai berikut : 24oc .
4. Ilustrasi dapat berupa foto (hitam putih atau berwarna) atau gambar tangan (line drawing).
5. Tabel
Tabel diberi judul yang singkat dan jelas, spasi tunggal dalam bahasa Indonesia, sehingga Tabel dapat berdiri sendiri. Tabel
diberi nomor urut sesuai dengan keterangan dalam teks. Penulisan judul tabel dengan huruf besar hanya pada awal kalimat dan diakhiri dengan tanda titik. Keterangan Tabel diletakkan di bawah Tabel. Tabel tidak dibuat tertutup dengan
garis vertikal, hanya menggunakan garis horisontal yang memisahkan judul dan batas bawah.. Paragraf pada isi tabel dibuat satu spasi.Tabel yang dikutip oleh pustaka, juga dicantumkan nama penulis dan tahun publikasi dalam tanda kurung.
6. Gambar
Gambar bisa berupa foto, grafik, diagram dan peta. Judul ditulis secara singkat dan jelas, spasi tunggal. Keterangan yang menyertai gambar
harus dapat berdiri sendiri, ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Gambar dikirim dalam bentuk .jpeg,.gif,.png disertai dengan skala pembanding agar mempermudah pembaca. Penulisan dengan huruf besar hanya pada awal kalimat dan diakhiri dengan tanda titik . Apabila judul lebih dari 1 baris, baris kedua sejajar dengan awal kalimat (Sumber disebutkan dengan jelas.)
7. Daftar Pustaka
Sitasi dalam naskah adalah nama penulis dan tahun. Bila penulis lebih dari satu menggunakan kata ‘dan’ atau et al. Contoh: (Kramer, 1983),
(Hamzah dan Yusuf, 1995), (Premachandra et al., 1992). Bila naskah ditulis dalam bahasa Inggris yang menggunakan sitasi 2 orang penulismaka digunakan kata ‘and’. Contoh: (Hamzah and Yusuf, 1995).
a. Jurnal
Nama jurnal ditulis lengkap.
Premachandra GS, H Saneko, K Fujita and S Ogata. 1992. Leaf Water Relations, Osmotic Adjustment, Cell Membrane Stability, Epi-
cutilar Wax Load and Growth as Affected by Increasing Water Deficits in Sorghum. Journal of Experimental Botany 43, 1559-1576.
b. Buku
Kramer PJ. 1983. Plant Water Relationship, 76. Edisi ke-(bila ada). Academic, New York.
c. Prosiding atau hasil Simposium/Seminar/Lokakarya.
Hamzah MS dan SA Yusuf. 1995. Pengamatan Beberapa Aspek Biologi Sotong Buluh (Sepioteuthis lessoniana) di Sekitar Perairan Pantai
Wokam Bagian Barat, Kepulauan Aru, Maluku Tenggara. Prosiding Seminar Nasional Biologi XI, Ujung Pandang 20-21 Juli 1993. M
Hasan, A Mattimu, JG Nelwan dan M Litaay (Penyunting), 769-777. Perhimpunan Biologi Indonesia.
d. Makalah sebagai bagian dari buku
Leegood RC and DA Walker. 1993. Chloroplast and Protoplast. In: Photosynthesis and Production in a Changing Environment. DO Hall,
JMO Scurlock, HR Bohlar Nordenkampf, RC Leegood and SP Long (Eds), 268-282. Champman and Hall. London.
e. Thesis dan skripsi.
Keim AP. 2011. Monograph of the genus Orania Zipp. (Arecaceae; Oraniinae). University of Reading, Reading. [PhD. Thesis].
f. Artikel online.
Artikel yang diunduh secara online mengikuti format yang berlaku misalnya untuk jurnal, buku atau thesis, serta dituliskan alamat situs
sumber dan waktu mengunduh. Tidak diperkenankan untuk mensitasi artikel yang tidak melalui proses peer review atau artikel dari laman
web yang tidak bisa dipertangung jawabkan kebenarannya seperti wikipedia.
Forest Watch Indonesia[FWI]. 2009. Potret keadaan hutan Indonesia periode 2000-2009. http://www.fwi.or.id. (Diunduh 7 Desember
2012).