LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON

Safrin Zuraidah, La Ode Adi S, K. Budi Hastono

Abstract


Di daerah sekitar pantai Kenjeran banyak bertebaran limbah cangkang kerang sisa dari yang dipakai untuk kerajinan oleh masyarakat sekitarnya terbuang percuma. Cangkang kerang terdapat kandungan kapur dalam satu sisi kebutuhan material bahan-bahan bangunan terutama untuk material beton bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur yang semakin pesat. Untuk itu perlu dipikirkan material alternative,  limbah cangkang kerang kemungkinan dapat dimanfaatkan sebagai bahan agregat kasar pada beton. Dalam penelitian uji kuat tekan menggunakan benda uji bentuk silinder berdiameter 15 cm, tinggi 30 cm, dan uji porositas beton menggunakan benda uji bentuk silinder berdiameter 10 cm, tinggi 20 cm, beton limbah cangkang kerang sebagai subtitusi agregat kasar, FAS 0,40 dan komposisi cangkang kerang sebesar 0 %, 1,25 %, 2,5 %, 3,75 %, dan 5 % dari berat agregat kasar. Jumlah benda uji 60 silinder, masing-masing terdiri dari Kuat tekan beton 45 silinder, porositas beton 15 silinder. Pengetesan dilakukan pada umur 7, 21, dan 28 hari. Mutu beton yang direncanakan adalah f’c = 25 MPa. Dari hasil penelitian menunjukkan penambahan limbah cangkang kerang secara signifikan   mengalami penurunan  kuat tekan beton sedangkan porositas beton meningkat seiring dengan besarnya komposisi cangkang kerang.  Beton yang menggunakan limbah cangkang kerang dengan komposisi 1,25 % sampai dengan 5 % yang kuat tekannya mencapai terendah hingga 16,608 MPa,  sesuai dengan PBI 1971 dapat digunakan beton struktur untuk rumah tinggal dan perumahan.

 

Kata Kunci:  Cangkang Kerang, Substitusi, Kuat Tekan, Porositas.

Full Text:

PDF

References


Ade Sri Rezeki. 2013. “Penguruh Subtitusi Abu Kulit Kerang Terhadap Sifat Mekanik Beton“. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

Departemen Pekerjaan Umum. 2002. “Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal”, SNI 03-2834-1993, Departemen Pemukiman Dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian Dan Pengembangan, Jakarta.

Departemen Pekerjaan Umum. 2002. “Metode, Spesifikasi Dan Tata Cara Pembuatan Beton”, Departemen Pemukiman Dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian Dan Pengembangan, Jakarta.

Dwi Riyana Handayani. 2012.” Artikel Laporan Akhir PKM-M“. Universitas Airlangga , Surabaya , from /artikel_detail-50392-Karya Mahasiswa Airlangga-ARTIKEL LAPORAN AKHIR PKMM _.html

Fepy Supriani . 2011. “Penguruh Penambahan Abu Cangkang Lokan Terhadap Kuat Tekan Beton“. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

Hatta Annur. 2013. “Studi Penggunaan Cangkang Kerang Laut Sebagai Bahan Penambah Agregat Kasar Pada Campuran Beton“. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate.

Mulyono, T. 2003. “Teknologi Beton”, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Jakarta.

Murdock, L. J., dan Brook, K. M., 1991, “Bahan dan Praktek Beton”, Erlangga, Jakarta.

PBI (Peraturan Beton Bertulang Indonesia). 1971, Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Revisi Ketujuh, Bandung.

RSNI (Rancangan Standar Nasional Indonesia). 2002. “Tata Cara Perencanan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”, Badan Standar Nasional, Jakarta.

SII (Standar Industri Indonesia).0052-80. ”Mutu Dan Cara Uji Agregat Beton”

SNI 03 – 2847 – 2002. “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. 2009. Cetakan Kedua ISBN




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/jtsu.v1i1.269

Refbacks

  • There are currently no refbacks.