PENGENDALIAN BANJIR AKIBAT SEDIMENTASI DI KALI KEMUNING SAMPANG MADURA

Evy Harmani

Abstract


Tingginya laju sedimentasi sebagai akibat dari meningkatnya laju erosi permukaan maupun erosi tebing di hulu DAS merupakan hal yang umum terjadi di sungai-sungai di Indonesia. Demikian halnya dengan Kali Kemuning di Kabupaten Sampang Pulau Madura, berdasarkan studi yang pernah dilakukan sebelumnya kali Kemuning merupakan sungai yang produktif sebagai penghasil bahan sedimen. Banjir di Kota Sampang hampir terjadi setiap tahunnya dan menggenangi hampir seluruh wilayah Kota Sampang. Oleh karena itu perencanaan pengendalian daya rusak pada Kali Kemuning yang ditimbulkan oleh aliran air dan material yang dibawanya perlu dilakukan. Kegiatan analisa hidrologi meliputi perhitungan hujan rencana dan perhitungan banjir rencana dengan menggunakan metode Gama I dan Nakayasu.  Dari hasil perhitungan didapatkan debit banjir rencana untuk Kali Kemuning sebesar Q5 = 336,442 m3/dt, Q10 = 396,133 m3/dt, Q25 = 471,553 m3/dt. Dalam hal pola pengendalian banjir yang dipilih pada kasus ini adalah dengan pembuatan dan pengembangan Retarding Basin di bagian hulu DAS. Hasil yang diperoleh adalah tertekannya debit sebesar 260 m3/dt yang artinya mampu mengendalikan potensi banjir yang mungkin terjadi.

 

Kata Kunci: Banjir, Hidrograf, Retarding Basin, DAS

References


Soemarto,CD. Hidrologi Teknik. Erlangga. Jakarta, 1986.

Soewarno. HIDROLOGI I Aplikasi Metode Statistik untuk Analisa Data. Nova. Bandung, 1995.

Sosrodarsono, Suyono dan Kensaku Takeda. Bendungan Type Urugan. Pradnya Paramita. Jakarta, 1993.

Sosrodarsono, Suyono dan Kensaku Takeda. Hidrologi untuk Pengairan. Pradnya Paramita. Jakarta, 1989.

Sri Harto,. HIDROGRAF-SATUAN SINTETIK Gama I. Dinas Pekerja Umum, 1985.

Subarkah, Iman. Hidrologi untuk Perencanaan Bangunan Air.Idea Dharma. Bandung, 1980.




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/jtsu.v1i1.270

Refbacks

  • There are currently no refbacks.