PENGGUNAAN UJI EFEKTIFITAS DIDALAM PENILAIAN PRODUK ABON BERBAHAN BAKU LIMBAH DURI IKAN BANDENG DAN MODIFIKASI BAYAM DENGAN RESPONDEN WARGA SEMOLOWARU

DIDIK BUDIYANTO, bambang sigit

Abstract


ABSTRAK

Setiap tahun permintaan Ikan Bandeng selalu mengalami peningkatan. Akan tetapi  peningkatan rasa daging Ikan Bandeng yang, enak dan protein tingg i tidak sebanding dengan limbah durinya yang mendominasi seluruh badan Ikan Bandeng.  Rasa gurih Ikan Bandeng yang sangat diminati oleh masyarakat, akan tetapi mereka enggan dengan durinya yang kecil-kecil, tajam, dan banyak. (Anonim, 2010).  Tingkat kebutuhan konsumen akan daging Ikan Bandeng tidak sinergis dengan durinya. Duri Ikan Bandeng yang tidak dimanfaatkan akan terbuang sebagai limbah. Padahal duri Ikan Bandeng kaya akan kalsium yang baik untuk pertumbuhan  tubuh. Dan pemanfaatan limbah duri Ikan Bandeng belum optimal,  banyak sekali , limbah cabut duri Ikan Bandeng  hanya ditumpuk dan diberikan kepada pengguna yang membutuhkan , apalagi bagi kucing dan ajingpun renggan untuk memakannya.  ( Damanhuri, 2000). Seperti di kolam2 pemancingan di wilayah Sidoarjo dan Surabaya, yang jumlahnya lebih dari 200 pemancingan, dimana jasa cabut duri Ikan Bandeng sangat digemari oleh konsumen  yang hoby pancing, dalam 1 hari saja rata2. Limbah cabut duri Ikan Bandeng sekitar 5 kilo, jika dikalikan 200 menjadi 1000 kg ( 1 ton), jika  satu tahun tidak dimanfaatkan akan menumpuk limbah duri Ikan Bandeng sebesar `30 x 1000 kg = 30 ton, maka tidak bisa dibayangkan dalam satu tahunnya akan menjadi limbah sebesar 30 ton x 12 = 360 ton, meski ada juga yang memanfaatkan sebagai bahan baku krupuk atau bakso, namun dengan volume masih sangat kecil. ( Anonimus. 2014). Belum optimalnya rekayasa limbah duri ikan bandeng di kota kota besar di Surabaya, serta serta penggunaan uji organoleptik yang efektif dan efisien, sehingga setiap ujicoba rekayasa pangan dapat segera mengetahui perlakuan terbaik dalam lingkup responden yang dituju.

Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu  sejak tanggal 1 Juli 2014 sampai dengan 21 Juli 2014, dari mulai pengambilan bahan baku cabut duri Ikan Bandeng sampai pengolahan di Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Serta responden diambil 25 panelis dari warga Semolowaru yang gemar memancing. Tempat pengambilan limbah cabut duri Ikan Bandeng, setelah rekayasa hasil abon duri ikan bandeng , maka dilakukan uji organoleptik dengan pembanding abon daging sapi dan abon ikan tongkol, sehingga  ada 3 (tiga)  jenis abon : abon limbah Cabut Duri Ikan Bandeng. 700 gram ; abon daging sapi 700 gram( pembanding), dan abon ikan tongkol 700 gram ( pemanding), dengan menggunakan uji efektifitas akan didapat hasil uji organik rasa, warna, bau yang terbaik ( mempunyai daya terima responden terbesar ).

            Dari penelitian ini, dapat dibuktikan bahwa limbah cabut duri Ikan Bandeng dapat digunakan sebagai bahan baku pengolahan abon ikan.  Sedangkan untuk menghilangkan rasa amis pada abon ikan, dapat digunakan jahe (0.1 %) dari berat bahan baku. Sedangkan untuk uji efektifitas |( Susanto Tri, 2000) dapat digunakan sebagai alat analisis uji daya terima konsumen dengan system panelis tidak terlatih  yang berjumlah 25 orang ( Sukarto.ST, 1985).  Ditemukan bahwa tingkat rendemen abon rata-rata 50 %, dengan hasil tertingi nilai respon peneriman responsen panelis tidak terlatih adalah ABON DURI IKAN BANDENG. 

            Saran adalah kedepan diharapkan dilakukan analisa kimia terhadap abon cabut duri Ikan Bandeng, dan dibuat sebuah usaha UKM.Abon Cabut Duri Ikan Bandeng dengan didaftarkan kepeada HAKI.

 

Kata Kunci : Cabut Duri Ikan Bandeng. Oven, Pemanasan, Kunyit, Tekan, Abon


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25139/tbo.v1i1.279

Refbacks

  • There are currently no refbacks.