MENYELISIK HEGEMONI BUDAYA BARAT DALAM NOVEL NORUWEI NO MORI KARYA HARUKI MURAKAMI

intan suri

Abstract


Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan bagaimana hegemoni budaya ditampilkan Haruki Murakami dalam novel Noruwei no Mori (1991). Dalam karya itu, hegemoni budaya ditampilkan melalui sudut pandang narator sebagai masyarakat Jepang ketika dihadapkan pada persoalan pengaruh budaya barat yang sedang berkembang di Jepang. Analisis ini menggunakan teori hegemoni budaya yang konseptual (Gramsci) dengan isu yang dihadapi masyarakat Jepang. Selain itu, analisis ini juga menggunakan pendekatan naratologi homodiegetik (Genette) untuk mengetahui bahwa narator juga berperan sebagai tokoh utama di dalam novel. Peneliti berargumentasi bahwa hegemoni budaya dalam karya Haruki Murakami itu adalah suara dari kegelisahannya terhadap perubahan yang terjadi di Jepang terutama di kalangan remaja.

Kata Kunci: Haruki Murakami; hegemoni budaya; masyarakat Jepang


Full Text:

PDF 1 -15

References


Genette, Gerard. 1980. Narrative Discourse An Essay in Method. New York: Cornel University Press.

Gregory, Shinda, Toshifumi Miyawaki and Larry McCaffery. 2002. It Don’t Mean a thing, If It Ain’t Got That Swing: an Interview with Haruki Murakami. The Review of Contemporary Fiction 2.

Murakami, Haruki. 2004. Kaze no Uta wo Kike. Tokyo: Kodansha.

_______________. 1991. Noruwei no Mori. Tokyo: Kodansha.

Rubin, Jay. 2005. Haruki Murakami and The Music of Words. Random Haouse.

Strinati, Dominic. 2004. Popular Culture. Yogyakarta: Bentang.




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/ayumi.v7i1.2805

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

View My Stats