https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/issue/feed Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra 2021-06-09T13:54:41+07:00 Rahadiyan Duwi Nugroho rahadiyan.duwi@unitomo.ac.id Open Journal Systems <Strong>ISSN (Print)</Strong>: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1388381382&1&&">2406-8268 </a>;   <Strong>ISSN (Online)</Strong>: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1493893480&1&&">2580-2984 </a> <p>Accredited based on the Decree of the Minister of Research and Technology/ Head of National Research and Innovation Agency of Republic of Indonesia Number <a href="https://sinta.ristekbrin.go.id/journals/detail?id=6594">85/M/KPT/2020</a> Rank 5 (SINTA 5)</p> <p align="justify">AYUMI Journal is a cultural, language and literature journal published by the Japanese Literature Study Program, Faculty of Letters, Dr. Soetomo University Surabaya. This journal contains research results, scientific articles, and literature studies on Japanese culture, language and literature. Weinvite Japanese literature study program lecturers, researchers and practitioners to send their works both in Indonesian either English. This journal is published twice a year, which is every March and September. The deadline for submitting manuscripts for the March edition is January and for the September edition in July</P> https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/2697 Fenomena Kasus-Kasus Bunuh Diri Yang Terjadi Sebagai Akibat Terjadinya Ijime Pada Anak-Anak SMP Di Jepang 2021-06-09T13:54:41+07:00 Yenny Aristia Nasution yenny.aristia@lecturer.unri.ac.id <em>Ijime </em>adalah sebuah fenomena yang terbentuk dimana terdapat sesorang yang meng-<em>ijime</em> dan seseorang yang menjadi korban dari <em>ijime</em> tersebut. Di Jepang <em>ijime</em> menjadi salah satu masalah serius dalam dunia pendidikan sejak tahun 1970-an dan alasan utamanya dilatarbelakangi oleh kenaikan angka persentase bunuh diri anak usia sekolah. Hal ini dapat dilihat pada persentase jumlah kasus <em>ijime</em> yang terjadi pada setiap tahunnya dan juga berdasarkan dari <em>ijime</em> sekolah yang sering dilaporkan ke media massa. 2020-12-21T05:37:58+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3248 Konteks Kemunculan Kata-Kata Baru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang dalam Situasi Wabah Covid-19 2021-06-09T13:54:40+07:00 Urano Takao urano@ilc.setsunan.ac.jp Sejak awal tahun 2020, virus corona bentuk baru/covid-19 telah menyebar di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan ancaman besar terhadap masyarakat di seluruh dunia. Ancaman wabah covid-19 telah mengubah gaya hidup manusia seiring merebaknya penyakit menular ini, hingga begitu berdampak terhadap perekonomian dunia. Bersamaan dengan situasi covid-19 yang belum pernah dialami, muncul berbagai kata baru dan mengakar pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam artikel ini, peneliti ingin mengeksplorasi arti dan konsep kata-kata baru tersebut sambil membandingkannya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang serta mengkaji bagaimana kata-kata baru tersebut lahir dan tersebar. Situasi covid-19 merupakan fenomena yang terus berlanjut. Ada kemungkinan situasi akan terus berubah antara waktu penulisan artikel ini dengan situasi waktu ke depan. Oleh karena itu, peneliti berharap meskipun artikel ini masih dalam proses penelitian, semoga dapat berlanjut pada pendalaman penelitian berikutnya. Kata kunci: covid-19; kata baru bahasa Indonesia; kata baru bahasa Jepang; sosiolinguistik 2020-12-21T05:38:01+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3249 Representasi Budaya Omotenashi Melalui Komik Hanasaku Iroha Karya P.A. Work 2021-06-09T13:54:38+07:00 Dra. Cicilia Tantri Suryawati, M.Pd. tantrisuryawati@yahoo.com Anisa Galuh Mayang Paramita asahinaaya1@gmail.com <p>Penelitian ini membahas tentang representasi budaya omotenashi melalui komik Hanasaku Iroha karya P.A.Work. Hanasaku Iroha menceritakan tentang kehidupan sehari-hari tokoh-tokohnya ketika bekerja di ryokan. Komik dan anime Hanasaku Iroha merupakan karya sastra yang di dalamnya mengandung unsur-unsur budaya khususnya budaya omotenashi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penampilan, perilaku, dan tutur kata dalam komik Hanasaku Iroha karya P.A.Work. Untuk menjawab permasalahan penelitian ini menggunakan teori omotenashi menurut Ichijou dan Muraki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil analisis diketahui bahwa terdapat tiga macam omotenashi pada bentuk penampilan, yaitu penampilan dari segi ryokan, tokoh, dan makanan. Terdapat enam macam omotenashi pada bentuk perilaku, yaitu ojigi, senyum, cara duduk, cara berjalan, cara membuka dan menutup pintu geser, tindakan profesional. Terdapat dua macam omotenashi pada bentuk tutur kata, yaitu aisatsu dan bahasa sopan.<br />Kata kunci: Hanasaku Iroha; komik; omotenashi</p> 2020-12-21T05:38:05+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3250 Budaya Joseigo dalam Anime Ginga Eiyuu Densetsu 2021-06-09T13:54:37+07:00 Talin Salisah talinsalisah@gmail.com Nani Sunarni nani_sunarni@yahoo.com Salah satu kajian yang digunakan dalam menganalisis bahasa pada suatu daerah disebut etnolinguistik. Bahasa Jepang yang memiliki joseigo atau bahasa perempuan adalah salah satu objek penelitiannya. Artikel ini bertujuan untuk membuktikan ciri-ciri dari bahasa perempuan pada era perang yang diucapkan oleh tokoh bernama Hilda dan Evangeline dalam animasi Ginga Eiyuu Densetsu tersebut hadir dalam suatu percakapan. Metode yang digunakan adalah metode simak terhadap video berisi percakapan tokoh Hilda dan Evangeline. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tokoh Hilda dan Evangeline dalam Ginga Eiyuu Densetsu menggambarkan zaman joseigo era perang di wilayah Jepang yang sopan serta elegan terhadap lawan bicaranya, khususnya kepada sosok laki-laki yang berada pada lingkaran terdekat. 2020-12-21T05:38:09+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3251 Dajare (駄洒落) dalam Animasi Shirokuma Café Episode 1-10 Karya Higa Aloha 2021-06-09T13:54:36+07:00 Dra. Titien Wahyu Andarwati, M.Hum titienwahyu_mjk@yahoo.co.id Devinta Anastasia titienwahyu112@gmail.com Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan manusia untuk saling berinteraksi. Bahasa dapat secara sengaja maupun tidak disengaja diubah menjadi sebuah permainan kata. Salah satu permainan kata dalam bahasa Jepang adalah dajare. Dajare dikenal sebagai banyolan yang hambar. Dalam kehidupan sehari-hari orang Jepang, jarang ditemukan percakapan dengan menggunakan dajare. Hal ini dikarenakan dajare dianggap sebagai lelucon orang tua. Namun, dalam animasi Shirokuma Cafe terdapat dajare hampir di setiap episode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dajare dalam animasi Shirokuma Café karya Higa Aloha, khususnya Near-homophonic dajare. Penelitian ini menggunakan klasifikasi dajare yang dikemukakan oleh Takashi Otake. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang ditemukan adalah 10 cuplikan percakapan yang di dalamnya terdapat 34 dajare. Setelah dianalisis diketahui dari 34 dajare, 30 dajare termasuk ke dalam Near-homophonic dajare yang pembentukannya dilakukan dengan mengubah segmen, yaitu mengubah vokal (V-Change), konsonan (C-Change), dan mora (M-Change). 2020-12-21T05:38:14+07:00 ##submission.copyrightStatement##