Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi <p><strong>ISSN (Print)</strong>: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1388381382&amp;1&amp;&amp;">2406-8268 </a>; &nbsp; <strong>ISSN (Online)</strong>: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1493893480&amp;1&amp;&amp;">2580-2984 </a></p> <p>Accredited based on the Decree of the Minister of Research and Technology/ Head of National Research and Innovation Agency of Republic of Indonesia Number <a href="https://sinta.ristekbrin.go.id/journals/detail?id=6594">85/M/KPT/2020</a> Rank 5 (SINTA 5)</p> <p align="justify">AYUMI Journal is a cultural, language and literature journal published by the Japanese Literature Study Program, Faculty of Letters, Dr. Soetomo University Surabaya. This journal contains research results, scientific articles, and literature studies on Japanese culture, language and literature. We invite Japanese literature study program lecturers, researchers and practitioners to send their works both in Indonesian either English. This journal is published twice a year, which is every March and September. The deadline for submitting manuscripts for the March edition is January and for the September edition in July.</p> en-US rahadiyan.duwi@unitomo.ac.id (Rahadiyan Duwi Nugroho) niko@unitomo.ac.id (Niko Hasda Prayogo) Tue, 22 Jun 2021 00:00:00 +0700 OJS 3.1.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Hasrat Kepribadian Skizofrenik Tokoh Utama dalam J-Dorama: Bokura wa Kiseki de Dekite iru「僕らは奇跡でできている」Perspektif Skizoanalisis Deleuze dan Guattari https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3915 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasrat kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam J-<em>Dorama</em> <em>Bokura wa Kiseki de Dekite iru</em> karya sutradara Hoshino Kazunari dan Kono Keita (2018). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>skizoanalisis Deleuze </em>dan <em>Guattari</em>. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks berupa deskripsi adegan dalam film dan kutipan dialog antartokoh. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik metode analisis teks dengan mengambil bentuk kutipan percakapan dalam drama. Data diperoleh dari data percakapan pelaku utama dari drama Jepang dengan judul <em>Bokura wa Kiseki de Dekite iru</em> yang mengidentifikasikan hasrat kepribadian berdasarkan kajian skizoanalisis Deleuze dan Guattari. Kutipan percakapan pada drama yang diambil adalah kutipan yang mengandung unsur-unsur hasrat kepribadian berdasarkan kajian teori Deleuze dan Guattari. Langkah selanjutnya adalah menganalisis kutipan percakapan dari drama tersebut untuk mendeskripsikan hasrat kepribadian apa saja yang ditemukan dalam drama <em>Bokura wa Kiseki de Dekite iru. </em>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama dalam drama ini menunjukkan hasrat kepribadaian sesuai dengan yang dideskripsikan oleh <em>Deleuze dan Guattari</em> yaitu, 1) <em>hasrat manusia</em> sebagai manusia kreatif dan bereksperimen, 2) <em>hasrat manusia</em> yang bergerak menolak untuk mematuhi dan tunduk pada kode-kode sosial, 3) <em>hasrat</em> manusia menciptakan koneksi baru, membuka pengalaman, permulaan baru, dan memungkinkan berpikir secara berbeda.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>hasrat kepribadian; J-<em>Dorama</em>; skizoanalisis Deleuze dan Guattari</p> Ulfah Sutiyarti, Haris Supratno, Tengsoe Tjahjono, Yulia Hapsari ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3915 Tue, 22 Jun 2021 00:00:00 +0700 Makna Verba Miru dalam Bahasa Jepang https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3916 <p>Tulisan ini membahas tentang makna verba <em>miru</em> dalam bahasa Jepang yang dituliskan dengan kanji 観る、診る、看る dan 視る. Keempat kanji tersebut dibaca <em>miru</em> dan memiliki makna yang berbeda berdasarkan konteks penggunaan dalam kalimat. &nbsp;Berdasarkan fenomena inilah tulisan ini mengkaji makna verba <em>miru</em> dengan kanji 観る、診る、看る dan視るyang tergolong dalam homofon dengan menggunakan teori <em>Natural Semantic Metalanguage</em> <em>(NSM)</em> yang dikembangkan oleh Anna Wierzbicka (1996). Analisis NSM oleh Wierzbicka dilakukan dengan teknik parafrase untuk menemukan makna dasar verba <em>miru</em> sehingga diketahui perbedaannya. Data berupa korpus yaitu kalimat bahasa Jepang yang menggunakan verba <em>miru </em>di dalamnya yang diperoleh dari sumber berita <em>online </em>melalui pencarian google. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa verba miru ‘melihat’ dalam bahasa Jepang yang ditulis dalam 4 variasi kanji yang berbeda mengandung unsur makna 1) melihat dan merasakan, 2) melihat dan mengetahui, 3) melihat dan melakukan tindakan upaya penyembuhan. Melalui analisis ini dapat diketahui perbedaan verba <em>miru</em> dengan 4 variasi kanji yang berbeda berdasarkan pelaku dan efek yang ditimbulkan dari pengalaman subjek.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: makna; semantik; verba <em>miru</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p align="justify">&nbsp;</p> Ni Wayan Meidariani ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3916 Tue, 22 Jun 2021 11:58:38 +0700 Tema dan Amanat Lirik Lagu dalam Lagu Anata yang Dipopulerkan oleh L`Arc~en~Ciel https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3917 <p>Penelitian ini membahas tentang tema dan amanat dalam lagu<em> Anata </em>(あなた) <em>&nbsp;</em>yang dipopulerkan oleh <em>L`Arc~en~Ciel (Laruku)</em>. Dalam menentukan tema<em>, </em>peneliti menggunakan teori Nurgiyantoro dan Shipley. Selanjutnya, dalam menentukan amanat, peneliti menggunakan teori Nurgiyantoro dan Sudjiman. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tema dan amanat dalam lirik lagu<em> Anata </em>(あなた) <em>&nbsp;</em>tersebut. Manfaat penelitian ini yakni, diharapkan memberi wawasan pembaca tentang tema dan amanat yang muncul dalam lirik lagu <em>Anata </em>dan menjadi referensi penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik dalam 7 bait lagu <em>Anata</em>. Hasil penelitian ini yakni, tema lagu <em>Anata </em>(あなた) adalah perjuangan dan cinta yang tergolong dalam tema tingkatan sosial menurut Shipley, karena pada hakikatnya manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan dan mengharapkan kehadiran orang lain seperti para penggemar (fans) atau keluarga serta pasangan hidup untuk tetap bertahan dan mengembangkan diri. Lalu, amanat dalam lagu ini adalah hendaknya seseorang senantiasa tidak putus asa melainkan terus berjuang mengatasi masalah hingga selesai.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: amanat; <em>L`Arc~en~Ciel</em>; lagu <em>Anata</em>; lirik; tema</p> <p>&nbsp;</p> Rahadiyan Duwi Nugroho, Zid Zid Akhmad Fatoni ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3917 Tue, 22 Jun 2021 11:51:26 +0700 Struktur Dake dan Nomi dalam Karya Sastra Seinen Zaman Meiji dan Rashoumon Zaman Taisho https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3918 <p>Penelitian terkait bahasa tidak hanya dapat dilakukan dengan mengambil objek bahasa di masa kini saja. Penelitian dengan objek bahasa di masa lalu juga sangat menarik untuk dilakukan, dan hingga saat ini masih sangat jarang dilakukan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian mengenai kajian penggunaan bahasa Jepang di masa lalu dengan menjadikan dua karya sastra, yakni <em>Seinen</em> yang merupakan karya Mori Ogai dari zaman Meiji dan <em>Rashoumon</em> yang merupakan karya Akutagawa Ryunosuke dari zaman Taisho sebagai sumber data. Kedua sastrawan tersebut merupakan sastrawan terkemuka pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pola ungkapan <em>dake</em> dan <em>nomi</em> digunakan pada masa lalu. Hasilnya akan sangat berguna untuk mengidentifikasi perkembangannya hingga pemakaiannya saat ini. Penelitian dengan teori <em>linguistik bandingan historis</em> yang dipadukan dengan teori tata bahasa terkini tentang pola ungkapan <em>dake</em> dan <em>nomi</em> seperti ini dapat dilakukan terhadap karya yang dihasilkan oleh masyarakat pengguna bahasa pada masa lalu dalam kurun waktu tertentu. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik bagi unsur langsung untuk melihat dengan detail struktur penggunaan kedua pola ungkapan. Analisis penggunaan kedua pola ungkapan dalam kalimat-kalimat di kedua karya sastra tersebut dapat ditemukan dan dipahami bagaimana keduanya digunakan dalam struktur kalimat di masa tersebut. Sebagai hasilnya, kedua karya sastra tersebut lebih banyak menggunakan pola ungkapan <em>dake</em> dan <em>nomi</em> dalam gaya penulisan tidak formal.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>dake</em>; karya sastra; <em>nomi</em>; <em>Rashoumon</em>; <em>Seinen</em></p> <p align="justify"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">&nbsp;</span></p> <p align="justify">&nbsp;</p> Dwi Anggoro Hadiutomo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3918 Tue, 22 Jun 2021 11:55:29 +0700 Inkarnasi Manusia Pemberontak pada Tokoh Toru Okada dalam Novel Nejimaki Dori Kuronikuru Karya Haruki Murakami https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3919 <p>Filsafat eksistensialisme absurditas memandang hidup manusia tidak bermakna, sia-sia, namun bukan berarti manusia harus pasrah, melainkan harus melawan untuk mendapatkan eksistensi. Mereka yang melawan disebut manusia pemberontak. Novel <em>Nejimaki Dori Kuronikuru </em>karya Haruki Murakami menceritakan hal serupa tentang itu. Tokoh Toru Okada berusaha memberontak terhadap absurditas yang dialaminya dan menjadi manusia pemberontak. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan faktor-faktor pemicu pemberontakan Toru Okada dalam novel <em>Nejimaki Dori Kuronikuru</em> dan mendeskripsikan bentuk-bentuk inkarnasi manusia pemberontak pada diri tokoh tersebut. Manfaat penelitian ini berupa sumbangsih bagi apresiasi dunia kesusastraan Jepang dan dapat menjadi acuan dalam kajian filsafat eksistensialisme absurditas dalam karya sastra. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan filsafat eksistensialisme absurditas Albert Camus. Sumber data berupa novel berjudul <em>Nejimaki Dori Kuronikuru </em>jilid 1-3 karya Haruki Murakami yang dirilis pada rentang waktu 1994-1995. Data penelitian berupa narasi atau tindak tutur dalam novel yang berkaitan dengan teori filsafat eksistensialisme absurditas Albert Camus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Simpulan penelitian ini yakni, faktor-faktor yang memicu Toru Okada berupa akumulasi kondisi-kondisi absurd berupa kontradiksi dunia irasional dan naluri akan kejelasan, keterbatasan nalar manusia dengan temuan bahwa kontradiksi dunia irasional dan naluri akan kejelasan menjadi penyebab paling dominan dengan menyumbangkan data terbanyak. Selain itu, Toru Okada dapat dikatakan menyandang predikat sebagai inkarnasi manusia pemberontak. Hal tersebut dikarenakan ia telah memberontak secara metafisik maupun historis. Saran penelitian selanjutnya, novel ini dapat diteliti dengan teori psikologi abnormal, karena terdapat banyak tokoh seperti Kanou bersaudara, Kasahara Mei dan Kumiko Okada yang memiliki kelainan kepribadian.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: absurditas; eksistensialisme; inkarnasi; manusia pemberontak</p> Yohanes Arif Kuncoro, Listyaningsih ningsih ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/ayumi/article/view/3919 Tue, 22 Jun 2021 11:57:26 +0700