Petunjuk Penulisan Jurnal

 PETUNJUK BAGI PENULIS

 

  1. Naskah ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Jepang. Naskah dapat berupa hasil penelitian, artikel ilmiah, studi pustaka dan penelitian perbandingan yang belum dipublikasikan oleh media cetak lain. Naskah diserahkan dalam bentuk soft copy dengan kertas berukuran A4, format program Microsoft Word, font: Times New Roman, MS Mincho (bahasa Jepang), ukuran huruf 12, spasi 1,5 dan 1 untuk abstrak. Ukuran margin: atas (4 cm), kiri (4 cm), bawah (3 cm), dan kanan (3 cm). Panjang naskah antara 10 s.d. 18 halaman dan ditulis menggunakan format 1 kolom. Bila ada gambar dan tabel dinyatakan dalam bentuk pdf.

 

  1. Sistematika penulisan naskah disusun mengikuti urutan berikut:

     Judul Naskah 

     Nama Penulis 

     Lembaga Tempat Penulis 

     Alamat Email

Abstrak (Sebanyak 100 s.d. 200 kata ditulis dalam bahasa Indonesia/bahasa Jepang dan kata kunci sebanyak 3 s.d. 5 kata diurut secara alfabetis.)

  1. A.      Pendahuluan (1. Latar Belakang, 2. Rumusan Masalah, 3. Tujuan

                  Penelitian,  4. Manfaat Penelitian)

  1. B.      Landasan Teori (Penelitian terdahulu dari jurnal bila ada dan teori dari literatur yang relevan.)
  2. C.      Metode Penelitian (1. Metode dan Sumber Data Penelitian, 2. Teknik Pengumpulan Data, 3. Teknik Analisis Data) 
  3. D. Analisis Data

              E. Simpulan (1. Simpulan dan 2. Saran)

                  Daftar Pustaka

 

  1. Daftar pustaka acuan ditulis dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Buku dengan satu nama penulis ditulis dengan urutan: nama belakang penulis, nama depan  penulis, tahun terbit, judul buku (diketik miring), kota penerbit dan nama penerbit. Contoh: 

Djajasudarma, T. Fatimah. 2010. Metode Linguistik. Bandung: Refika Aditama.

 

  1. Buku dengan nama penulis Jepang ditulis dengan urutan: nama keluarga, nama diri, tahun terbit, judul buku (diketik miring), kota penerbit dan nama penerbit. Contoh:

 Hashiuchi, Takeshi. 1999. Disukousu Danwa no Orinasu Sekai. Tokyou: Kuroshio Shuppan.

 

  1. Buku dengan dua nama penulis atau lebih ditulis dengan urutan yang sama seperti 3a, dengan menambahkan nama penulis kedua dengan tidak membalik namanya. Contoh:

 

Samadi, Junaidi dan Rachmat Sandira. 2003. Analisis Statistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

Bila penulis lebih dari 2, maka ditulis 1 nama penulis dan penulis lain diganti dengan kata et al. Contoh:

 

Iori, Isao et al. 2000. Shokyuu wo Oshieru Hito no tame no Nihongo Bunpou Hand Book. Tokyo: Kabushiki Kaisha 3A Cooporation.

 

  1. Buku dengan nama penulis yang sama, namun tahunnya berbeda ditulis seperti contoh berikut.

 

Nitta, Yoshio. 2003. Gendai Nihongo Bunpou 4: Modariti. Tokyo: Kuroshio Shuppan.

 

------. 2009. Gendai Nihongo Bunpou 7: Danwa, Taiguu Hyougen. Tokyo:  Kuroshio Shuppan.

  1. Artikel dalam jurnal ditulis dengan urutan: nama belakang penulis, nama depan penulis, tahun terbit, judul artikel (diketik miring dan diberi tanda petik ganda), nama jurnal (diketik miring), volume, nomor, tahun terbit jurnal dan halaman. Contoh:

 

Paquette, J.E. 1991. ”Minority Participation in Secondary Education: A

Graned Descriptive Methodology”. Educational and Policy Analysis. Vol. 3 No. 2. Summer 1991. Pp. 139-157.

 

  1. Rujukan dari internet ditulis dengan urutan: nama belakang penulis, nama depan penulis, tahun terbit (diberi tanda kurung), judul artikel (diketik miring), website yang diacu dan tanggal mengakses. Contoh: 

 

Martodiarjo, Sartono. (2006). Gejolak Harga Minyak Dunia. Melalui, <[email protected]> [13/3/2006].

 

  1. Rujukan berupa buku/karya terjemahan ditulis dengan urutan: nama belakang pengarang, nama depan pengarang, tahun terbit terjemahan, judul terjemahan (diketik miring), nama penerjemah, buku yang diterjemahkan, tahun terbit buku yang diterjemahkan (diberi tanda kurung), kota penerbit dan nama penerbit buku terjemahan. Contoh: 

 

Yule, George. 2006. Pragmatik. Terjemahan Indah Fajar Wahyuni dan Rombe Mustajab dari Pragmatics (1996). Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

 

  1. Naskah dikirim ke alamat email redaksi: [email protected]

 

5. Perjalanan Naskah

 

 

Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau bahasa Jepang. Naskah yang kami terima akan diseleksi oleh editor berdasarkan persyaratan dan gaya selingkung (sistematika penulisan) yang telah ditetapkan.          Selanjutnya,             editor menilai naskah             dari             substansi maupun             keorisinalannya.          Setelah lolos             seleksi,            naskah             diberikan kepada reviewer yang sesuai dengan kepakaran tema naskah untuk dikaji. 

Reviewer kemudian memberi catatan baik berupa penilaian, saran, ulasan maupun kritik terhadap setiap naskah sebagai bahan revisi untuk penulis     melalui            editor.             Revisi tersebut dapat berupa revisi minor maupun mayor. Setelah direvisi oleh penulis, naskah dikirimkan kembali kepada editor kemudian ke reviewer

Setelah dinyatakan layak terbit oleh reviewer, editor akan mengecek kembali sistematika penulisan naskah, kemudian menyerahkan ke editor layout. Editor layout kemudian menghimpun dan meninjau ulang seluruh naskah kemudian melakukan penyetingan jurnal. Setelah fix, naskah dikirim ke tim IT untuk diupload dan diterbitkan secara online. Setelah terbit, manajer jurnal akan menyerahkan naskah ke percetakan untuk diterbitkan secara cetak. Penulis akan mendapatkan satu eksemplar jurnal Ayumi dengan mengganti biaya cetaknya. Bagi penulis yang tidak mengirimkan naskahnya setelah mendapat catatan dari reviewer, naskah tidak akan diterbitkan dan file yang sudah pernah terkirim menjadi milik redaksi jurnal Ayumi.