CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete
<p><strong>CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology</strong> is one of the journals published by the Civil Engineering Department of Dr. Soetomo University Surabaya, which was established in January 2023. The journal publishes twice a year in <strong>April and October</strong>, containing 10 articles for each issue. All of the articles in this journal registered with unique <strong>DOI</strong>, provided by <strong>Crossref. </strong>This journal presents scientific articles on the results of research, scientific studies, analysis and critical review of the problems closely related to the field of civil engineering. The manuscript will be received by the editor to be assessed for the feasibility and technical substance of its writing by Bestari Partners and the Board of Editors. The editorial board is authorized to accept or reject the submitted manuscript.</p>en-US<p>Authors who publish with <strong>CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology</strong> agree to the following terms:</p> <ol> <li aria-level="1">Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. </li> <li aria-level="1">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.</li> <li aria-level="1">Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</li> </ol>[email protected] (Rizki Astri Apriliani)[email protected] (Sekar Ayu Kuncaravita ST., MMT.)Mon, 10 Nov 2025 00:00:00 +0700OJS 3.1.1.0http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TATA TANAM (STUDI KASUS : DAERAH IRIGASI NGRENGKET KABUPATEN NGANJUK)
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/11028
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum, menganalisis ketersediaan air pada intake, dan merekomendasikan sistem pembagian air yang optimal. Studi kasus penelitian ini di Daerah Irigasi Ngrengket UPTD Widas Kabupaten Nganjuk dengan luas baku sawah sebesar 601 Ha. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan, pola tanam, dan debit air dari intake. Analisis dilakukan dengan menghitung kebutuhan air irigasi maksimum dan minimum serta mengevaluasi ketersediaan air pada intake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi maksimum mencapai 2,40 liter/detik/hektar dan kebutuhan minimum sebesar 0,60 liter/detik/hektar. Ketersediaan air untuk pola tanam Padi-Padi-Palawija pada Bulan Februari, Maret I, Juli I, dan November I dinyatakan mencukupi, sementara pada Bulan Maret II, Juni I&II, Juli II, Agustus I&II, September I&II, Oktober I&II, November II, Desember I&II, Januari I&II mengalami defisit air. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pembagian air yang efisien melalui rotasi pemberian air menggunakan sistem golongan. Untuk Daerah Irigasi Ngrengket dibagi menjadi dua golongan. Perhitungan debit rencana menunjukan bahwa Q=100% sebesar 1136,66 liter/detik/hektar dan untuk Q=50% sebesar 568,33 liter/detik/hektar dengan pembagian rotasi periode I selama 3 hari 14 jam dan periode II sebesar 3 hari 10 jam.</p>Egisfia Dzukha A,ifa , Bambang Sujatmiko, Dayat Indri
Copyright (c) 2025 Egisfia Dzukha A,ifa , Bambang Sujatmiko, Dayat Indri
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/11028Tue, 28 Oct 2025 13:51:02 +0700EVALUASI PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN PELAT LANTAI KONVENSIONAL DAN BONDEK DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10997
<p>Penelitian ini yang berjudul “Evaluasi Perbandingan Biaya Dan Waktu Pekerjaan Pelat Lantai Konvensional Dan Bondek Dengan Metode <em>critical path method</em>” bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan biaya dan waktu pekerjaan pelat lantai menggunakan sistem bekisting konvensional dan bondek pada pekerja pelat lantai pembangunan Gedung industri SPK Tower Plant 3A di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Analisis dilakukan menggunakan metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dengan menghitung anggaran biaya, serta menggunakan metode <em>critical path method</em> (CPM) untuk menganalisis durasi jalur kritis maupun lambat pada proyek gedung industri. Data penelitian diperoleh dari perencanaan, volume pekerjaan, analisa harga satuan material (AHSP) dan produktivitas tenaga kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa Perbandingan biaya bekisting pelat lantai konvensional sebesar Rp.7.200.000.000,00 dan durasi/waktu sebesar 65 minggu atau 333 hari, Bondek sebesar Rp.7.400.000.000,00 dan durasi/waktu sebesar 37 minggu atau 248 hari.</p>Muhammad Anggaro Triatmojo, Rizki Astri Apriliani, Wisnu Abiarto, Maulidya Octaviani
Copyright (c) 2025 Muhammad Anggaro Triatmojo, Rizki Astri Apriliani, Wisnu Abiarto
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10997Tue, 28 Oct 2025 21:05:24 +0700ANALISIS KINERJA BUS TRANS JATIM SEBAGAI MODA TRANSPORTASI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS : KORIDOR 1 RUTE SIDOARJO – SURABAYA – GRESIK)
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10991
<p>Peningkatan jumlah mobil pribadi di kota metropolitan Surabaya berpengaruh pada kemacetan lalu lintas yang kian parah. Untuk menanggulangi masalah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan Bus Trans Jatim Koridor I yang melayani jalur Sidoarjo – Surabaya – Gresik. Tujuan studi untuk menganalisis operasional Bus Trans Jatim Koridor I mengacu pada indikator-indikator di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 mengenai Standar Pelayanan Minimal Angkutan Umum. Masalah yang diangkat di penelitian ini ialah layanan bus yang belum optimal, seperti waktu perjalanan yang melebihi standar, <em>headway</em> yang stabil, dan masalah keamanan yang mengganggu kenyamanan penumpang. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dan kualitatif, dengan cara pengumpulan data menggunakan observasi langsung di lapangan serta dokumentasi dari pengguna jasa dan pengelola layanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai <em>load factor</em> adalah 65 %, <em>headway </em>15 menit, dan rata – rata waktu tempuh mencapai 120 menit, dengan standar maksimum sebesar 180 menit. Sementara itu, rata-rata kecepatan bus ialah 33 km/jam, masih sesuai dengan standar yang ditentukan yaitu 30 – 50 km/jam. Dari segi kenyamanan dan keamanan, terdapat parameter yang tidak sesuai dengan standar menurut Permenhub No.29 tahun 2015. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan kinerja Bus Trans Jatim Koridor I tergolong cukup, tetapi perlu ada perbaikan pada aspek waktu perjalanan, headway, dan keamanan untuk memenuhi standar pelayanan minimum.</p>Christian imanuel, Rudy Santosa, M. Lawdy Dhiyaa Vansya
Copyright (c) 2025 Christian imanuel, Rudy Santosa, M. Lawdy Dhiyaa Vansya
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10991Tue, 28 Oct 2025 21:27:01 +0700ANALISIS KINERJA BUNDARAN WARU KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN PKJI 2023
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10983
<p>Bundaran Waru merupakan salah satu persimpangan tak bersinyal dengan bundaran(Roundabout), yang memiliki letak strategis yaitu perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Kondisi lalu lintas di Bundaran ini cukup padat, sehingga sering terjadinya kemacetan terutama pada jam-jam sibuk, tujuan penelitian ini untuk menganalisa tingkat kemacetan pada Bundaran Waru dengan menghitung Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan, Peluang Antrian,dan menganalisa karakteristik jalinan lalu lintas (weaving section) dengan menghitung arus jalinan, Rasio Arus Jalinan, Kecepatan Tempuh, Waktu Tempuh, dan Tingkat Pelayanan (Level of Service) setiap segmen yang ada di Bundaran Waru. Penelitian ini menggunakan rumusan dan ketentuan yang terdapat pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Jenis data primernya didapatkan dari hasil pengamatan langsung dilokasi penelitian sedangkan untuk data sekundernya didapatkan dari website instansi terkait. Adapun hasil penelitian ini adalah volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam 17.00-18.00 wib dengan nilai arus lalu lintas sebesar 18.945,1 smp/jam dengan rincian untuk segmen 1 (dari arah Jl. Ahmad Yani ke Jl. Raya Waru dan Jl. Raya Geluran) sebesar 6.834,9 smp/jam, segmen 2 (dari Jl. Raya Waru ke Jl. A. Yani dan Jl. Raya Geluran) 6.371,7 smp/jam, segmen 3 (dari Jl. Raya geluran ke Jl. A. Yani dan Jl. Raya Waru) 5.738,5 smp/jam. Dengan derajat kejenuhan untuk segmen 1 masuk kedalam kategori D dengan nilai 0,89, segmen 2 masuk kedaalam kategori D dengan nilai 0,88, dan untuk segmen 3 masuk kedalam kategori E dengan nilai 0,94. Sedangkan tundaan rata-rata kendaraan yang masuk pada bundaran waru ini sebesar 15,39 det/jam, dan untuk kecepatan tempuh rata-rata bernilai 23,37 km/jam, serta untuk waktu tempuh rata-rata bernilai 24,67 detik. Sehingga tingkat pelayanan bundaran ini masuk kedalam kategori D, hal ini menandakan bahwa arus lalu lintas masih dapat mengalir namun jenuh, dengan kecepatan terbatas serta sering terjadi perlambatan, antrian pendek hingga sedang, dan keterlambatan manuver kendaraan di sekitar bundaran. Upaya untuk meningkatkan kinerja bundaran adalah membuat marka memanjang lajur kiri langsung, pelebaran area jalinan dan pelebaran ruas jalan pendekat, serta untuk jangka panjangnya pembangunan underpass.</p>Riski Hudayana, Rudy Santosa, Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
Copyright (c) 2025 Riski Hudayana, Rudy Santosa, Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10983Mon, 10 Nov 2025 00:00:00 +0700EVALUASI DAN STRATEGI PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI DAERAH NGUDIKAN KIRI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS: JARINGAN IRIGASI NGUDIKAN KIRI KABUPATEN NGANJUK)
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10970
<p>Irigasi yang efisien sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Nganjuk, di mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja jaringan irigasi Ngudikan Kiri seluas 645 hektar yang belum berfungsi secara optimal, dengan menggunakan teori KP-01 tahun 2013 dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menurut teori Saaty. Data dikumpulkan melalui penyelidikan lapangan, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis Water Balance menunjukkan defisit air tertinggi pada musim tanam padi mencapai 7,58 m³/detik pada bulan Mei I, sedangkan pada masa tanam palawija defisit maksimum sebesar 1,56 m³/detik terjadi pada November I. Analisis AHP mengungkapkan bahwa kriteria dukungan sosial memiliki bobot tertinggi sebesar 0,23, dengan prioritas utama pada rehabilitasi saluran (0,24), diikuti irigasi berjadwal (0,23) dan pintu air terukur (0,20). Studi ini menegaskan perlunya perbaikan pengelolaan irigasi melalui peningkatan infrastruktur dan pengaturan distribusi air yang lebih efisien agar sistem irigasi berfungsi optimal dan mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.</p> <p> </p>Egha Stevania, Bambang Sujatmiko, Dayat Indri Yuliatuti
Copyright (c) 2025 Egha Stevania, Bambang Sujatmiko, Dayat Indri Yuliatuti
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10970Mon, 10 Nov 2025 00:00:00 +0700PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DI JALAN RAYA SAMBIKEREP SURABAYA MENGGUNAKAN SIMULASI EPA SWMM 5.1 (ENVIRONMENTAL PROTECTION AGENCY STORM WATER MANAGEMENT MODEL)
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10953
<p>Banjir merupakan kondisi di mana air tidak tertampung saluran pembuang atau alirannya tersendat, sehingga meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Suatu lokasi di Surabaya yang kerap mengalami banjir adalah Jl. Raya Sambikerep. Adanya banjir pada beberapa titik disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kapasitas saluran yang tidak sanggup menampung debit air hujan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi saluran berdasarkan hasil simulasi, mengetahui debit rencana periode kala ulang 2 dan 5 tahun, serta merencanakan dimensi saluran yang sanggup menampung debit hujan rencana. Jenis penelitian yang dipakai merupakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode deskriptif, karena memerlukan perhitungan data serta penjabaran pada setiap data tersebut. Untuk simulasi banjir menggunakan program <em>EPA SWMM 5.1</em>. Berdasarkan hasil simulasi, kondisi saluran eksisting mengalami genangan pada 5 titik (periode kala ulang 2 tahun) dan 6 titik (periode kala ulang 5 tahun). Diperoleh debit hujan rencana sebesar 4,04 m3/detik pada kala ulang 2 tahun, dan 5,34 m3/detik pada kala ulang 5 tahun. Didapatkan dimensi saluran yang sanggup menampung debit hujan rencana periode kala ulang 2 dan 5 tahun adalah 1,50 x 1,50 m.</p>Raihan Ahmad Zain, Bambang Sujatmiko, Dayat Indri Yuliastuti
Copyright (c) 2025 Raihan Ahmad Zain, Bambang Sujatmiko, Dayat Indri Yuliastuti
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10953Mon, 10 Nov 2025 00:00:00 +0700PERENCANAAN BALOK DAN KOLOM GEDUNG 5 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA IWF (STUDI KASUS : GEDUNG F BARU UNIVERSITAS DR. SOETOMO SURABAYA)
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10980
<p>Gedung F akan direncanakan menjadi pusat kegiatan akademik yang baru, sehingga membutuhkan ekspansi gedung tambahan. Perencanaan gedung F-2 dengan menggunakan material struktur baja I/<em>Wide Flange</em> (WF) menjadi salah satu opsinya. Tujuan dari perencanaan struktur ini untuk menghasilkan struktur yang memenuhi kriteria pada kekuatan, biaya, dan pelaksanaannya dengan mendesain dari elemen struktur balok dan kolom bangunan gedung dengan menggunakan material baja. Studi literatur dengan cara mandapat data gambar stuktur denah gedung ekspansi beton bertulang dari perencanaan sebelumnya sebagai acuan, kemudian memodelkan gedung tersebut menggunakan denah struktur baja. Acuan pembebanan yang dipakai untuk beban gravitasi serta angin adalah SNI 1727:2020 dan beban gempa sesuai SNI 1726:2019. Dengan konfigurasi rangka struktur baja yang terdiri dari rangka sistem penahan beban lateral. Pemilihan profil baja sesuai pada SNI 1729:2020 dengan perhitungan secara manual menggunakan metode <em>Load and Resistance Factor Design</em> lalu dianalisis menggunakan <em>software </em>SAP2000. Hasil desain struktur gedung baja ini adalah menggunakan profil <em>WF450x200x9x14 </em>sebagai balok induk, serta <em>WF350x175x6x9</em> dan <em>WF200x100x5x5x8</em> untuk balok anak tepi, <em>WF350x250x8x12</em> dan <em>WF300x150x5,5x8</em> untuk balok anak tengah, lalu <em>WF400x400x45x70</em> untuk kolom, serta <em>L150x150x10</em> pada bresing tipe x. Rekapitulasi biaya pengadaan profil baja IWF dan profil siku sebagai penahan beban lateral dengan luas bangunan 5.460 m<sup>2</sup> mencapai Rp. 4.384.220.000,00-.</p> <p> </p>Muhamad Rangga Saputra, Safrin Zuraidah, Budi Hastono
Copyright (c) 2025 Muhamad Rangga Saputra, Safrin Zuraidah, Budi Hastono
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10980Mon, 10 Nov 2025 09:55:37 +0700PENGARUH KARAKTERISTIK HALTE DAN PERMUKAAN JALAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA OPERASIONAL BUS TRANS JATIM KORIDOR 1
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10976
<p>Kinerja transportasi yang baik sangat penting dalam mewujudkan sistem mobilitas kota yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas dan permasalahan kemacetan di kawasan perkotaan, transportasi umum seperti Bus Trans Jatim hadir sebagai solusi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik halte dan permukaan jalan terhadap kinerja operasional Bus Trans Jatim Koridor 1, menganalisis kesenjangan antara harapan dan kenyataan pelayanan berdasarkan persepsi pengguna dan juga menganalisis indikator kinerja seperti nilai <em>load factor, headway</em>, kecepatan dan waktu tempuh sesuai peraturan Permenhun RI No. PM 29 Tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengguna aktif Bus Trans Jatim Koridor 1. Metode yang digunakan adalah <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) berbasis <em>Partial Least Square</em> (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel, serta <em>Importance Performance Analysis</em> (IPA) untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan layanan dan juga Perhitungan Deskriptif untuk menghitung dari nilai dari item kinerja. Kombinasi metode SEM dan IPA dalam penelitian ini memberikan gambaran yang saling menguatkan, di mana hasil statistik mendukung analisis lapangan yang bersifat praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik halte maupun permukaan jalan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja operasional bus. Semakin baik kualitas halte dan kondisi jalan yang dilalui, semakin meningkat pula kelancaran dan kenyamanan layanan yang dirasakan penumpang. Melalui analisis IPA, ditemukan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masih berada di bawah harapan pengguna, terutama dalam hal ketepatan waktu, durasi perjalanan, dan kenyamanan akibat kondisi jalan yang tidak rata. Dengan perhitungan deskriptif ditemukan bahwa nilai <em>load factor</em> belum memenuhi standar dibandingkan dengan <em>headway</em>, kecepatan dan waku tempuh yang sudah memenuhi standar.</p>Mutiara Ramadhanti, Rudy Santosa, Sekar Ayu Kuncaravita
Copyright (c) 2025 mutiara ramadhanti, Rudy Santosa, Sekar Ayu Kuncaravita
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10976Mon, 10 Nov 2025 10:17:57 +0700TRIP DISTRIBUSI PENUMPANG ANGKUTAN BUS DALAM KOTA SURABAYA RUTE TERMINAL PURABAYA – JMP VIA PASAR TURI SETELAH BEROPERASINYA SUROBOYO BUS
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10923
<p>Perencanaan transportasi adalah suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan sistem transportasi yang memungkinkan manusia dan barang bergerak atau berpindah tempat. Tujuan dasar perencana transportasi adalah memperkirakan jumlah serta lokasi kebutuhan pada masa mendatang atau pada tahun rencana yang akan digunakan untuk berbagai kebijakan investasi perencanaan transportasi (Wakkary Zadke Marcell, 2022). Surabaya merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang dikenal dengan kota metropolitan. Pasca beroperasinya Suroboyo Bus, bus kota mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan harga, fasilitas, dan pelayanan yang diberikan Suroboyo Bus lebih menguntungkan dari yang diberikan oleh bus kota. Dalam perencanaan dan pemodelan transportasi, perlu adanya Trip Distribution tanpa batasan (Unconstrained) untuk menganalisa perencanaan distribusi perjalanan yang dilakukan oleh penumpang Bus Kota Rute Terminal Purabaya – JMP via Pasar Turi agar dapat menampung volume kapasitas kendaraan pada beberapa tahun kedepan. Trip distribution merupakan salah satu model sintesis transportasi yang dapat dikembangkan menjadi model gravity sebagai model untuk suatu konsep perencanaan transportasi di daerah tanpa adanya keterbatasann waktu dan biaya. Trip distribution ini menghasilkan Matriks Asal dan Tujuan (MAT) untuk tiap maksud perjalanan sebagai fungsi atribut sistem kegiatan (bangkitan dan tarikan) dan atribut jaringan (waktu perjalanan interzona), dengan ukuran hambatan perjalanan (waktu perjalanan dan generalized cost) antara dua zona (McNally, 2000). Surveyor melakukan survei dinamis dengan pengambilan data sebaran perjalanan penumpang untuk mengetahui dan mencatat data yang dibutuhkan dalam penelitian. Survei dilakukan di Bus Kota Koridor F dengan rute Terminal Purabaya – JMP via Pasar Turi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sehingga dengan data yang didapat dilakukan analisis yang disesuaikan dengan rumus analisis (Gravity Model) tanpa batasan (unconstrained). Hasil kalibrasi faktor R^2 terhadap parameter hambatan fungsi pangkat atau power terpilih adalah parameter waktu. Hasil nilai SSE terkecil yaitu SSE Fungsi Power dengan nilai 9.573,73. Nilai SSE terkecil dituliskan rumus perhitungan pemodelan distribusi perjalanan</p>R Endro Wibisono, Laila Gupita
Copyright (c) 2025 R Endro Wibisono, Laila Gupita
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10923Mon, 10 Nov 2025 10:50:35 +0700ANALISA PRODUKTIVITAS EXCAVATOR DAN DUMPTRUCK GUNA MENDUKUNG PEMELIHARAAN BENDUNGAN DENGAN METODE EFISIENSI KERJA ((STUDI KASUS: BENDUNG TINGGAR BUNTUT BANGSAL KABUPATEN MOJOKERTO)
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10907
<p>Excavator dan Dumptruck dalam mendukung Pemeliharaan Bendung Tinggar Buntut, Bangsal, Kabupaten Mojokerto, dengan metode efisiensi kerja. Masalah utama yang diangkat adalah kurangnya efektivitas penggunaan alat berat yang dapat menyebabkan rendahnya produktivitas, keterlambatan proyek, dan peningkatan biaya. Tujuan penelitian ini meliputi : 1 Menghitung waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tanah di Bendung Tinggar Buntut Bangsal, Kabupaten Mojokerto. 2 Menghitung Produktivitas Excavator dan Dump truck pada pekerjaan tersebut. 3 Menganalisis efisiensi kerja alat berat di lokasi studi. Berdasarkan analisis, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tanah adalah 9 hari dengan 1 excavator dan 5 hari dengan 2 excavator. Produktivitas rata-rata excavator adalah 5.78 m³/jam (kapasitas bucket 0.5 m³, bucket fill factor 90%, waktu siklus 0.3 menit) , sedangkan dumptruck memiliki produktivitas rata-rata 14.57 m³/jam (kapasitas bak 6 m³, 1 unit, waktu siklus 30 detik). Produktivitas dipengaruhi oleh koordinasi antara alat muat dan alat angkut serta kondisi medan. Penggunaan 2 unit excavator terbukti lebih efektif dengan biaya Rp 30.991.000,00 untuk 5 hari kerja, dibandingkan dengan 1 unit excavator seharga Rp 30.535.250,00 untuk 9 hari kerja.</p> <p> </p> <p> </p>Septian Aji Nugraha, Rizki astri apriliani, Wisnu abiarto
Copyright (c) 2025 Septian Aji Nugraha, rizki astri apriliani, wisnu abiarto
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10907Mon, 10 Nov 2025 11:25:30 +0700PEMANFAATAN SERBUK DARI LIMBAH CANGKANG TELUR UNTUK SUBSTITUSI SEMEN PADA MORTAR
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10527
<p>Mortar merupakan campuran semen, pasir, dan air dengan presentase yang bervariasi. Sebagai bahan pengikat, mortar harus mempunyai <br>konsisten/kekentalan yang standart. Konsisten mortar ini nantinya akan membantu menentukan kekuatan mortar (spesi atau dinding yang plaster), <br>sehingga diharapkan mortar tidak rusak akibat gaya tekan yang ditimbulkan oleh beban kerja. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui <br>penggunaan limbah cangkang telur sebagai substitusi semen tehadap berat volume dan kuat tekan mortar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini <br>adalah metode eksperimen yang ditinjau terhadap kuat tekan mortar, dengan variasi serbuk cangkang telur 0%, 3%, 6% dan 9% dari berat semen, cetakan <br>yang akan digunakan untuk membuat benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 10 cm x 20 cm, dengan jumlah benda uji sebanyak 36 buah, untuk <br>pengujian kuat tekan akan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil penelitian yang dilakukan, pada mortar umur 28 hari kaut tekan mortar <br>mengalami penurunan seiring dengan penambahan serbuk cangkang telur. Pada campuran tanpa serbuk cangkang telur (0%), nilai kuat tekan sebesar <br>12,95 MPa, Pada Penambahan serbuk cangkang telur dengan variasi 3% mengalami penurunan sebesar 13,13% dengan nilai kuat tekan sebesar 11,25 <br>MPa, Pada Penambahan serbuk cangkang telur dengan variasi 6% mengalami penurunan sebesar 22,99% dengan nilai kuat tekan sebesar 9,97 MPa, Dan <br>pada Penambahan serbuk cangkang telur variasi 9% mengalami penurunan sebesar 32,85% dengan nilai kuat tekan sebesar 8,70 MPa dari mortar normal.</p>Alan Putra Hatu, Safrin Zuraidah, Bambang Sujatmiko
Copyright (c) 2025 ALAN PUTRA HATU, Safrin Zuraidah, Bambang Sujatmiko
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10527Mon, 10 Nov 2025 12:09:54 +0700PEMANFAATAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA BETON
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10525
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi limbah tempurung kelapa sebagai agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknologi Beton Universitas Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi substitusi tempurung kelapa adalah 0%, 4%, 8%, dan 12% dari berat agregat kasar, serta menggunakan dua nilai Faktor Air Semen (FAS), yaitu 0,5 dan 0,6. Mutu beton yang direncanakan adalah f′c = 25 MPa mengacu pada SNI 03-2834-2000. Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari menunjukkan bahwa peningkatan persentase substitusi tempurung kelapa cenderung menurunkan kuat tekan beton. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada beton tanpa substitusi (0%), yaitu 23,86 MPa untuk FAS 0,5 dan 23,58 MPa untuk FAS 0,6. Seluruh variasi substitusi tidak mampu mencapai target kuat tekan 25 MPa. Selain itu, beton dengan FAS 0,5 secara umum menunjukkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan FAS 0,6 pada semua variasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah tempurung kelapa sebagai substitusi agregat kasar menurunkan kuat tekan beton, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan komposisi atau perlakuan yang dapat mempertahankan atau meningkatkan mutu beton.</p>Rafael Alvianto Gunawan Terang, Safrin Zuraidah, K. Budi Hastono
Copyright (c) 2025 Rafael Alvianto Gunawan Terang, Safrin Zuraidah, K. Budi Hastono
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10525Mon, 10 Nov 2025 12:20:32 +0700PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH TALI STRAPPING UNTUK PEMBUATAN BETON FIBER DITINJAU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10515
<p>Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh penambahan limbah tali strapping untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimal pada umur 28 hari. Adapun variasi persentase Limbah Tali Strapping yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0%, 6%, 8%, dan 10% dari berat semen, Metode penelitian eksperimental dengan menggunakan benda uji silinder 150 x 300 mm sebanyak 48 benda uji untuk uji kuat tekan dan uji kuat tarik belah beton. Penambahan limbah tali strapping pada campuran beton memberikan pengaruh yang berlawanan: meningkatkan kuat tekan namun menurunkan kuat tarik belah. Limbah tali strapping terbukti secara signifikan meningkatkan kuat tekan beton. Peningkatan optimum sebesar 33,2% dicapai pada variasi 10%, dengan nilai kuat tekan naik dari 17,54 MPa (beton normal) menjadi 23,38 MPa. Akan tetapi, penambahan yang sama justru mengakibatkan penurunan pada kekuatan tarik belah. Penurunan sebesar 2,8% teramati pada variasi 6%, di mana kuat tariknya turun dari 3,20 MPa menjadi 2,75 MPa.</p>Yulianus Raheng, Safrin Zuraidah, K. Budi Hastono
Copyright (c) 2025 Yulianus Raheng, Safrin Zuraidah, K. Budi Hastono
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10515Mon, 10 Nov 2025 12:27:37 +0700PEGARUH PENGGUNAAN LIMBAH GRANIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR UNTUK CAMPURAN BETON
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10512
<p>Penelitian bertujuan untuk menganalisa penggunaan limbah granit sebagai substitusi agregat kasar untuk dapat menghasilkan nilai yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimum. Adapun variasi persentase limbah granit dalam penelitian ini yaitu 9%, 11% dan 13% dari berat agregat kasar. Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton f’c = 25 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Benda uji beton berbentuk silinder diameter 15 cm tinggi 30 cm dengan jumlah benda uji sebanyak 36 buah untuk uji kuat tekan dan benda uji porositas berbentuk silinder dengan diameter 5 cm dan tinggi 10 cm sebanyak 12 buah. Hasil penelitian menunjukkan Substitusi agregat kasar dengan limbah granit pada kadar 9%, 11%, dan 13% terbukti menurunkan kuat tekan beton jika dibandingkan dengan beton normal. Meskipun demikian, nilai kuat tekan optimum pada beton yang menggunakan limbah granit 11% di umur 28 hari 23,01 MPa . Dari seluruh hasil pengujian, tidak ada campuran dengan limbah granit yang melampaui kekuatan beton normal.</p>Alessandro Julio G Jorni, Safrin Zuraidah, K. Budi Hastono
Copyright (c) 2025 Alessandro Julio G Jorni, Safrin Zuraidah, K. Budi Hastono
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10512Mon, 10 Nov 2025 12:44:44 +0700ANALISIS EFEKTIVITAS KELANCARAN LALU LINTAS PADA JALAN RAYA WARU PASCA PEMBANGUNAN FLYOVER ALOHA SIDOARJO
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10990
<p>Flyover Aloha di Kabupaten Sidoarjo memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kota Surabaya dan Bandara Juanda. Sebelum adanya flyover, kawasan ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama pada jam sibuk. Kehadiran flyover dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan jalur lalu lintas yang lebih lancar sekaligus mengurangi konflik pada persimpangan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas flyover terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.Survei lapangan dilakukan di tiga titik pengamatan, yaitu Jalan Raya Bandara Juanda (Titik A), Jalan Raya Waru arah Sidoarjo (Titik B), serta Jalan Raya Waru arah Surabaya (Titik C). Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari yakni kamis, jumat, dan sabtu, pada jam sibuk pagi 06.00–08.00 dan sore 16.00–18.00 dengan pencatatan setiap 15 menit. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,63, dengan rata-rata pada jam sibuk sore berkisar antara 0,40 hingga 0,50. Angka ini masih di bawah ambang batas DS = 0,85 sehingga kondisi jalan tergolong dalam tingkat pelayanan C yang menandakan arus kendaraan tetap stabil. Perhitungan waktu tempuh juga mendukung temuan tersebut. Pada Titik A, waktu tempuh tercatat 0,00819 jam untuk jarak 0,5 km dengan kecepatan 61 km/jam. Hasil serupa diperoleh di Titik B, sedangkan di Titik C waktu tempuh mencapai 0,00724 jam dengan kecepatan 69 km/jam. Secara keseluruhan, keberadaan Flyover Aloha terbukti meningkatkan kinerja lalu lintas di Jalan Raya Waru, ditunjukkan oleh kapasitas jalan yang lebih baik, berkurangnya kemacetan, serta waktu perjalanan yang lebih singkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi instansi terkait dalam mengevaluasi efektivitas infrastruktur jalan dan menyusun rencana pengembangan sistem transportasi di wilayah strategis Sidoarjo pada masa mendatang.</p>Ilham Islahudin, Rudy Santosa, M. Lawdy Dhiyaa Vansya
Copyright (c) 2025 Ilham Islahudin, Rudy Santosa, M. Lawdy Dhiyaa Vansya
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10990Tue, 11 Nov 2025 00:00:00 +0700EVALUASI KINERJA ANGKUTAN BUS TRANS JAWA TIMUR JURUSAN TERMINAL PURABAYA – BANGKALAN
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10989
<p>Penelitian ini membahas evaluasi kinerja operasional Bus Trans Jawa Timur Koridor 5 dengan rute Terminal Purabaya – Bangkalan. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan akan sistem transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan sesuai standar regulasi, mengingat tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Surabaya–Madura. Tujuan utama penelitian adalah mengukur dan menilai kinerja operasional bus berdasarkan parameter yang ditetapkan oleh Permenhub No. 10 Tahun 2012, Permenhub No. 98 Tahun 2013, serta indikator dari World Bank. Beberapa aspek yang dianalisis meliputi load factor, frekuensi, headway, kecepatan, jarak tempuh, serta waktu perjalanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data primer melalui survei lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa load factor rata-rata berada di angka 1,96, yang mencerminkan tingkat keterisian penumpang melebihi kapasitas ideal. Frekuensi layanan rata-rata mencapai 54, sesuai dengan standar World Bank, namun jarak tempuh per bus hanya 90,15 km per hari, jauh di bawah standar 210–260 km. Time headway berada di kisaran 4,86 menit, yang memenuhi standar (10–20 menit), sementara waktu perjalanan rata-rata mencapai 230 menit, melebihi standar 1–1,5 jam. Kesimpulannya, kinerja operasional Bus Trans Jatim Koridor 5 masih menghadapi beberapa kendala. Beberapa indikator, seperti load factor dan jarak tempuh, tidak sesuai dengan standar, sehingga berpotensi menurunkan kualitas layanan. Namun, terdapat pula aspek positif seperti frekuensi layanan dan headway yang sesuai ketentuan. Saran yang diajukan adalah perlunya penyesuaian armada, evaluasi jadwal operasional, peningkatan manajemen waktu perjalanan, serta optimalisasi rute agar efisiensi layanan meningkat. Dengan perbaikan tersebut, Bus Trans Jatim Koridor 5 diharapkan mampu memberikan layanan transportasi yang lebih baik, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.</p>Kholifaturrahman, Rudy Santosa, Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
Copyright (c) 2025 Kholifaturrahman, Rudy Santosa, Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/concrete/article/view/10989Tue, 11 Nov 2025 08:57:34 +0700