SEMANTIC STUDY: Reasons for Naming Culinary Business Places as a Reflection of Business Actors' Identity, Characteristics, and Creativity

Authors

  • Melvia Septiani

DOI:

https://doi.org/10.25139/fn.v8i2.10306

Keywords:

keywords naming, meaning, place of business, semantics, implications

Abstract

Naming a business unit, especially in the culinary field, has a strategic role in shaping consumer perceptions and supporting the success of promotions. In an era of tight competition, a business name not only functions as an identity, but also as a symbol of attraction, cultural values, and persuasive marketing strategies. This study aims to analyze the meaning and causes of naming culinary business units in Padang City through a semantic approach. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of documentation of business names and interviews with business owners. Data were analyzed based on the type of meaning (figurative, referential, denotative, and connotative) and the causes of naming such as similarity, use of adjectives, origin of place, and owner identity. The results of the study show that names such as Rajo Seblak, Mie Yo Padeh, Nyedots, Geprek Bang Jago, Kebab Ajo, and Pondok Bakso Goyang Lidah Solo not only describe the product, but also contain cultural and social values, and branding strategies that are adjusted to the target market. The use of local languages, popular expressions, and metaphors strengthens the business identity and creates emotional closeness with consumers. Thus, naming a culinary business is an important part of strategic communication that combines linguistic, cultural, and economic aspects. This study shows that semantic analysis of business naming can provide a deeper understanding of how language functions in shaping the identity and image of a product in the public space.

References

Aminuddin. 2015. Semantik: Pengantar Studi Tentang Makna. Cetakan Kelima. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Azahra, Khoirun Nisa Mutaqiyyah. (2022). Analisis faktor-faktor penamaan merek pada industri mie ayam di Kabupaten Wonogiri (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 2013. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Cetakan Kelima. Jakarta: Rineka Cipta.
Dewi, Sinthya. (2019). Penamaan Kafe Di Jember (Kajian Semantik) (Doctoral dissertation, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
Djatmiko, Purwo. 2014. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap. Surabaya: Anugerah.
Fazri, Ahmad. (2015). Pentingnya Ruang Publik untuk Masyarakat Indonesia
Fitriyah, Latifatul. (2012). Analisis Diksi pada Penamaan Papan Nama Usaha Di Kota Malang (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).
Hasmi, Lili. (2021). Variasi Bahasa Minangkabu Dialek Masyarakat Kenagarian Koto Bangun Dengan Dialek Masyarakat Kenagarian Muaro Paiti Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Inovasi Pendidikan, 8(1).
Itaristanti. (2020). Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Pada Nama Tempat Usaha di Jalan Perjuangan Kota Cirebon. Indonesian Language Education and Literature, 5(2), 223-236.
Kridalaksana, Harimurti. (2013). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Oktiani, Lilis. Eka. (2019). Kajian Nama-Nama Usaha Makanan di Wilayah Teluk dan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas (Universitas Muhammadiyah Purwokerto).
Lutviansah, Choirul. (2016). Pengaruh iklan televisi shampo Pantene terhadap keputusan pembelian shampo: Survei pada masyarakat Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Malang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Margarita Goded Rambaud. 2012. Basic Semantics. Madrid: Universidad Nacional De Educacion A Distancia.
Mulyadi, Jenry. (2019). Penamaan Tempat Usaha dan Menu Kuliner Spesifik Mi Pada Fitur GOO-FOOD dalam Aplikasi GO-JEK Area Padang: Kajian Semantik. Journal of RESIDU, 3(18).
Moleong, L.J. (2010)Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya. Bandung
Mustofa, Sodiq Hami. (2012). Sistem Penamaan Toko di Purwokerto Kabupaten Banyumas (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO).
Monadia dkk. (2023). Jenis Makna Pada Penamaan Menu Makanan Unik Di Kafe Dan Warung Kota Lhokseumawe (Kajian Semantik). Kande Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 167-176.
Nuramila. (2023). Fenomena Penggunaan Bahasa Asing dan Daerah Dalam Penamaan Tempat Usaha Di Kota Gorontalo. Journal on Education, 5(4), 16251-16255.
Pateda, Mansoer. (2015). Semantik Leksikal. Edisi Kedua. Jakarta: Rineka Cipta.
Putri, Erriva. Aprillisa. (2020). Penggunaan Nama Unik Pada Coffee Shop Di Surabaya Kajian Semantik , Universitas Airlangga).
Prayogo. (2016). Penamaan Desa dan Dusun di Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi (Kajian Etimologi dan Semantik). Publika Budaya, 1(1), 1–7. Retrieved from http://repositoty.unej.ac.id
Rahardjo, Mudjia. (2010). Triangulasi dalam penelitian kualitatif
Roesmawati, Ayu. (2013). Sistem penamaan kelurahan di kota Probolinggo (kajian tradisi lisan).
Setiowati, Desi. Widya. (2018). Analisis Semantik Makna Konotatif Dan Jenis Penamaan Dalam Nama Perlengkapan Bayi Di Toko Wijaya Kids Purwokerto Tahun 2017 (Doctoral Dissertation, Universitas `1Muhammadiyah Purwokerto)
Shabrina, Kartika. Ninggar dkk. (2023). Multilingualism Pada Landskap di Ruang Publik: Analisis Multilingualism Pada Penamaan Usaha Makanan di Kabupaten Bangkalan. Journal of Social, Culture, and Language, 2(1), 101-112.=
Sudaryat, Yayat. 2014. Makna Dalam Wacana: Prinsip-prinsip Semantik dan Pragmatik. Cerakan Ketiga. Bandung: Yrama Widya.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Cetakan Kesatu. Bandung: Alfabeta.
Sulistyono, Yunus. (2016). Sistem Penamaan Tempat di Kompleks Tamansari Keraton Yogyakarta (Kajian Linguistik Antropologis).
Syamsuddin. dan Vismaya. Damaianti. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Cetakan Keempat. Bandung: Rosdakarya.
Yulsafli dkk. (2019), Desember). Perbedaan Dialek Tapaktuan dan Dialek Samadua dalam Bahasa Jamee Kabupaten Aceh Selatan. In Prosiding Seminar Nasional USM (Vol. 2, No. 1 ,pp)

Published

2025-10-01

How to Cite

Septiani, M. (2025). SEMANTIC STUDY: Reasons for Naming Culinary Business Places as a Reflection of Business Actors’ Identity, Characteristics, and Creativity. Jurnal Ilmiah FONEMA, 8(2), 572–586. https://doi.org/10.25139/fn.v8i2.10306

Issue

Section

Articles