Analisis Struktur Mantra dan Fungsi serta Nilai Budaya Ritual Nyarang Hujan di Desa Pulojaya Karawang sebagai Bahan Ajar Puisi Rakyat

Authors

DOI:

https://doi.org/10.25139/fn.v8i2.11146

Keywords:

Tradisi Lisan, Mantra, Fungsi Tradisi Lisan, Nilai Budaya, Puisi Rakyat

Abstract

Ritual Nyarang Hujan di Desa Pulojaya masih dilestarikan dengan memanfaatkannya sebagai sarana pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, fungsi, dan nilai-nilai budaya ritual Nyarang Hujan di Desa Pulojaya, Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Mantra-mantra yang digunakan menunjukkan ciri-ciri kebahasaan, seperti pengulangan bunyi, rima, dan diksi, sehingga dapat dikategorikan sebagai puisi rakyat. Ritual Nyarang ini memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai sistem proyeksi, alat legitimasi lembaga budaya, alat pendidikan, dan pengontrol norma-norma kemasyarakatan. Dari keempat fungsi tersebut ditemukan pula enam nilai budaya, yaitu nilai kekeluargaan, religi, kemasyarakatan, keindahan, gotong royong, dan nilai pendidikan. Hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan ajar puisi rakyat yang menanamkan karakter dan mengenalkan kearifan lokal kepada peserta didik. Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ritual Nyarang Hujan, dan diharapkan dapat menjadi pengetahuan terkait tradisi lisan daerah setempat.

References

Afifah, F. (2024). “Tradisi MaNyarang Hujan: Sebuah Ritual Nyarang Adat Etnis Mandailing di Desa Setia Karya Mandailing Natal”. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies (IJOMSS). 2(1). https://ojs.staira.ac.id/index.php/IJOMSS/index
Danandjaja, J. (1997). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Laili, A. N., & Hajar, I. I. (2024). “Tradisi Ruwah Desa: Prosesi, Makna dan Nilai Sosial dalam Perspektif Masyarakat di Dusun Sukowati Desa Srigading, Mojokerto”. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (KONMASPI) (Vol. 1). https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/konmaspi
Manan, A. (2021). Metode Penelitian Etnografi. Aceh: AcehPo Publishing.
Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Harfa Creative.
Ratna, N. K. (2014). Peranan Karya Sastra, Seni dan Budaya dalam Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sahir, S. H. (2021). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Penerbit KBM Indonesia.
Sibarani, R. (2024). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Sukatman. (2009). Butir-Butir Tradisi Lisan Indonesia. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo.
Suntoko. (2016). “Kajian Struktur, Fungsi, dan Nilai Budaya Tradisi Sasi (Ritual Nyarang Penetapan Larangan Berdasarkan Adat) Suku Moi Pesisir Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat”. (Tesis Universitas Pendidikan Indonesia).

Published

2025-11-10

How to Cite

Analisis Struktur Mantra dan Fungsi serta Nilai Budaya Ritual Nyarang Hujan di Desa Pulojaya Karawang sebagai Bahan Ajar Puisi Rakyat. (2025). Jurnal Ilmiah FONEMA, 8(2), 691–700. https://doi.org/10.25139/fn.v8i2.11146

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.