Serat Sasmitarasa (Kajian Semiotik)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.25139/fn.v1i2.1246

Abstract

Serat sebagai salah satu ragam puisi Jawa klasik yang dapat diterapkan dalam kehidupan manusia karena mempunyai makna yang tinggi. Dalam setiap sastra juga terdapat simbol-simbol atau tanda yang terdapat dalam semiotik.Semiotik mencakup simbol, tanda, serta kontruksi makna dimana menurut penelitian, simbol merupakan kategori atas tanda-tanda arbitrer dan konvensional. Semiotik memiliki tiga bagian yakni, ikon, indeks, dan simbol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sêrat Sasmitarasa sedangkan data diperoleh dari aspek aspek semiotik berupa indeks, ikon dan simbol yang terdapat pada Sêrat Sasmitarasa. Teknik analisis deskriptif memanfaatkan cara penafsiran dengan menyajikan data tentang sasmita dalam bentuk deskripsi. Dalam pembahasan analisis ikon diperoleh bicara keliru tanpa sebab, disebut: tingkah buruk pada petanda orang yang akan mendapakan kesusahan, hati bergetar tanpa sebab, disebut: rintangan hati pada petanda orang yang akan mendapakan kesusahan, dan badan tidak tenteram tanpa sebab, disebut: badan sakit pada petanda orang yang akan mendapatkan kesusahan. Pada analisis Indeks terdapat tertawa melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan, nafsu melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan, dan kantuk melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan. Sedangkan pada analisis simbol terdapat air mata keluar tanpa sebab, disebut: tangisan pada pertanda orang akan mendapatkan kesusahan dan tercium bau busuk tanpa sebab, disebut: bau yang buruk pada pertanda orang akan mendapatkan kesusahan. Simpulan dari penelitian ini adalah Ikon yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang mirip objek yang diwakilinya.Indeks yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang menunjukan hubungan kausal (sebab akibat) antara penanda dan petandanya dan Simbol yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan alamiah antara penanda dan petandanya.

Kata Kunci: semiotik, serat, sasmitarasa

Published

2018-11-28

How to Cite

Serat Sasmitarasa (Kajian Semiotik). (2018). Jurnal Ilmiah FONEMA, 1(2), 152–165. https://doi.org/10.25139/fn.v1i2.1246

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.