##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Cumi-cumi (Loligo sp.) merupakan salah satu hasil perikanan bernilai ekonomi tinggi dan
memiliki kandungan nutrisi yang kaya, khususnya protein, lemak, dan mineral. Pemanfaatan
cumi-cumi sebagai bahan baku dalam pembuatan kerupuk merupakan bentuk inovasi dalam
upaya diversifikasi produk pangan, yang berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas ini,
terutama dalam konteks pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian sistematis mengenai kandungan gizi cumi-cumi,
proses pembuatan kerupuk cumi-cumi, serta faktor-faktor yang memengaruhi mutu organoleptik
produk tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur yang
menelaah berbagai aspek yang berkontribusi terhadap kualitas kerupuk cumi-cumi, mencakup
tahapan produksi seperti pencucian dan penyiangan bahan baku, penghalusan, pembuatan dan
pencetakan adonan, pengukusan, pengeringan, hingga proses penggorengan. Hasil kajian
menunjukkan bahwa mutu kerupuk cumi-cumi sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku,
teknik pengulenan adonan, lama pengukusan, proses pengeringan, serta suhu pada saat
penggorengan, yang secara sinergis menentukan kualitas akhir produk. Berdasarkan sintesis dari
beberapa penelitian, kerupuk cumi-cumi dengan lama pengukusan 45–57 menit, suhu
penggorengan 170–180°C, dan kadar air akhir di bawah 12% memiliki karakteristik organoleptik
terbaik, ditandai dengan warna kuning kecokelatan, tekstur yang renyah, serta aroma dan rasa
khas yang tidak menyengat
Kata Kunci
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
References
- Abubakar, Y., Serosero, R. H., Abubakar, S., Subur, R., Rina, Sunarti, & Fadel, A. H. (2024). Pengolahan Kerupuk Cumi Pada Kelompok UMKM DAFALA Di KotaTernate. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 7(3), 1084–1089.
- Ahmed, H. K., & Ali, M. H. (2024). A New Record of the Squid Loligo forbesii Steenstrup, 1856 (Cephalopoda, Myopsida, Loliginidae) from the Coastal Waters of Iraq. International Journal of Life Science and Agriculture Research, 03(01), 1–6.
- Amelia, R., Sumardianto, & Suharto, S. (2020). Karakteristik Kerupuk Cumi-Cumi (Loligo sp.) dengan Beda Suhu Oven Pengeringan dan Ketebalan Kerupuk. PENA Akuatika, 19(1), 45–57.
- Arul, R., Setiawan, B., Santoso, I., & Mustaniroh, S. A. (2019). Analisis Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Kerupuk Cumi-cumi. Jurnal Keuangan dan bisnis, 17(1), 32–50.
- Badan Standardisasi Nasional. (2016). Kerupuk Ikan, Udang dan Molusca. (SNI 8272:2). Jakarta.
- Baskoro, M. S., Purwangka, F., & Suherman, A. (2011). Atraktor Cumi-cumi. Badan Penerbit UNDIP-Semarang.
- Carrascon, V., Escudero, A., Ferreira, V., & Lopez, R. (2014). Characterisation of the key odorants in a squid broth (Illex argentinus). LWT-Food Science and Technology, 57(2), 656–662. https://doi.org/http:/dx.doi.org/10.1016/j.lwt.2014.02.010
- Hadinoto, S. (2013). Pembuatan Bekasam Cumi-cumi (Loligo sp.) dengan Variasi Pemberian Garam (NaCl) dan Beras Gongseng (Oriza sativa) terhadap Penerimaan Konsumen. MAJALAH BIAM, 9(2), 75–83.
- Hendrikayanti, R. H., Suhaeli, A. F., & Kurniasih, R. A. (2022). Optimasi Waktu Pengukusan dan Suhu Penggorengan Kerupuk Ikan Patin Menggunakan Response Surface Methodology. Journal of Fisheries and Marine Research, 6(1), 78–90. https://doi.org/https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.10
- Hulalata, A., Makapedua, D. M., & Paparang, R. W. (2013). Studi Pengolahan Cumi-Cumi (Loligo sp.) Asin Kering Dihubungkan Dengan Kadar Air Dan Tingkat Kesukaan Konsumen. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan, 1(2), 26–33.
- Hutriani, N., Tamrin, & Suwarjoyowirayatno. (2019). Pengaruh Penambahan Tinta Cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap Kandungan Gizi, Fisik, Sensorik, dan Antioksidan Mie Basah. Jurnal Fish Protech, 2(2), 210–217. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33772/jfp.v2i2.9348
- Jamaluddin. (2018). Pengolahan Aneka Kerupuk dan Keripik Bahan Pangan. Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
- Jayanti, U., Dasir, & Idealistuti. (2017). Kajian Penggunaan Tepung Tapioka dari Berbagai Varietas Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz.) dan Jenis Ikan Terhadap Sifat Sensoris Pempek. Jurnal Edible, 6(1), 59–62.
- Kasamatsu, C., Kimura, S., Kagawa, M., & Hatae, K. (2014). Identification of High MolecularWeight Proteins in Squid Muscle by Western Blotting Analysis and Postmortem Rheological Changes. Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry, 68(5), 1119–1124.
- Khasanah, M. M., Ujianti, R. M. D., Nurdyansyah, F., & Ferdiansyah, M. K. (2020). Karakteristik Kerupuk Ikan Bandeng (Chanos chanos) dari Variasi Jenis Pengolahan Tepung Ikan dan Pati. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, 15(2), 143–149.
- Koswara, S. (2009). Pengolahan Aneka Kerupuk. Ebook Pangan.
- Lilir, F. B., Palar, C. K. M., & Lontaan, N. N. (2021). Pengaruh lama pengeringan terhadap proses Pengolahan kerupuk kulit sapi. Zootec, 41(1), 214–222.
- Luthfiyana, N., Diamahesa, W. A., Mutamimah, D., Ratrinia, P. W., Affandi, R. I., Andayani, T. R., Diniariwisan, D., Nusaibah, & Rahmadani, T. B. C. (2024). Diversifikasi dan Pengembangan Produk Hasil Perikanan (Vol. 4, Nomor 1). CV. Tohar Media.
- Nugroho, T. S., & Sukmawati, U. (2020). Pengaruh Metode Pengeringan Kerupuk Udang Windu (Paneaus monodon) Terhadap Daya Kembang dan Nilai Organoleptik. Manfish Journal, 1(2), 107–114.
- Octavia, N., & Suhartiningsih. (2017). Pengaruh Penambahan Cumi-Cumi (Loligo sp.) Terhadap Sifat Organoleptik Kerupuk. E-Journal Boga Universitas Negeri Surabaya, 5(3), 34–41.
- Palupi, H. T., Zainul A, A., & Nugroho, M. (2011). Pengaruh Pre Gelatinisasi Terhadap Karakteristik Tepung Singkong. Teknologi Pangan : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 1(1), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.35891/tp.v1i1.474
- Prabawati, S. Y. (2005). Intisari Analisis Asam Amino dalam Cumi-Cumi (Todarodes Pasificus). Jurnal Kaunia Sains dan Teknologi, I(2), 169–179.
- Rahman, N. L., & Dewi, I. A. (2017). Perbaikan Proses Pengirisan Adonan dan Kemasan Kerupuk di UKM Mitra UD. Indah Pratama Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Jurnal Akses Pengabdian Indonesia, 2(2), 24–32.
- Remyakumari, K. R., Ginson, J., Ajeeshkumar, K. K., Vishnu, K. V, Asha, K. K., & Suseela, M. (2018). Biochemical profile and nutritional quality of Indian squid, Uroteuthis duvauceli. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 6(3), 187–192.
- Rudiana, E., & Pringgenies, D. (2004). Morfologi dan Anatomi Cumi-Cumi (Loligo duvauceli) Yang Dapat Memancarkan Cahaya. ILMU KELAUTAN: Indonesia Journal of Marine Sciences, 9(2), 96–100.
- Sari, V. A. C., Bambang, A. N., & Wijayanto, D. (2015). Analisis Hubungan Produksi dan Harga Cumi-cumi (Loligo sp.) dengan Alat Tangkap Bouke Ami di PPN Kejawanan, Cirebon. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 4(3), 26–31. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jfrumt/article/view/9756
- Suherman, Dewanti, R., Maliza, R., Billah, M. M., Widyaningrum, S. A., Dewi, D. P., Nurrohima, D., Nofia, Y., Istiqomah, I. P. N., Rita, R. S., Tanaiyo, S. N. K., Astriana, K., Putri, S. R., Arisanty, D., Sulistiani, & Purnawian, R. (2014). Ilmu Bahan Pangan. CV. Eureka Media Aksara.
- Yulistiani, R., Jariyah, & Siswoyo, D. (2004). Pembuatan Kerupuk Ikan Belut Dengan Perbedaan Proporsi Ikan/Tepung Tapioka dan Lama Pengukusan. Jurnal Penelitian Ilmu Teknik, 4(2), 1–9.
- Zulisyanto, D., Riyadi, P. H., & Amalia, U. (2016). Pengaruh Lama Pengukusan Adonan Terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Kerupuk Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 5(4), 26–33. http://www.ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jpbhp