HUBUNGAN KEDALAMAN PERAIRAN DENGAN KANDUNGAN KAPPA-KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii

Abstract views: 374 , PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 522

Abstract

Kabupaten Pulau Taliabu merupakan wilayah prioritas pengembangan budidaya laut. Salah satu pulau di Kabupaten Pulau Taliabu yang menjadi prioritas pengembangan budidaya laut adalah Pulau Limbo. Budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan aktivitas dominan budidaya laut di Pulau Limbo. Permintaaan akan ketersediaan Kappaphycus alvarezii sangat tinggi karena jenis rumput laut ini dapat dimanfaatkan sebagai penghasil karaginan. Kandungan karaginan pada rumput laut Kappaphycus alvarezii adalah jenis kappa-karaginan. Kandungan karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii sangat dipengerahui oleh parameter lingkungan perairan salah satunya kedalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedalaman perairan dengan kandungan kappa-karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Pulau Limbo. Kondisi parameter lingkungan menunjukan kedalaman perairan sesuai dengan pengamatan yang diamati, yaitu 5 meter, 10 meter dan 15 meter. Kecerahan perairan 3 - 8 meter. Suhu perairan 29 - 30℃. Salinitas 31 – 36 ppt. Derajat keasaman (pH) 7,1 - 9,1. Oksigen terlarut 4,2 – 5,4 mg/l. Nitrat 0,005 – 0,155 mg/l. Fosfat < 0,005. Kecepatan arus 0,16 – 0,19 m/s. Subtrat dasar pasir berlumpur, pasir berkarang, pasir berbatu. Hasil analisa menunjukan interaksi antara kedalaman dengan kandungan kappa-kararagian rumput laut Kappaphycus alvarezii tidak menunjukan pengaruh yang signifikan.

Author Biography

Muhammad Aris, Universitas Khairun
Universitas Khairun

References

Adharini, R.I., Suyono, E.A., Suadi, Jayanti, A.D., & Setyawan, A.R. (2018) A comparison of nutritional values of Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum, and Kappaphycus spinosum from the farming sites in Gorontalo Province, Sulawesi, Indonesia. J Appl Phycol. DOI 10.1007/s10811-018-1540-0
Aris, M. (2011) Identification, bacterial pathogenicity and utilization of the 16s rRNA for the detection of ice-ice disease in seaweed cultivation Kappaphycus alvarezii. Ph.D. Thesis, Postgraduate School. Institute Bogor Agriculture. https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/51588/1/2011mar.pdf. Accessed in March 2019
Arisandi, A., Marsoedi, Nursyam, H., & Sartimbul, A. (2011) Pengaruh salinitas yang berbeda terhadap morfologi, ukuran dan jumlah sel, pertumbuhan serta rendemen karaginan Kappaphycus alvarezii. Ilmu Kelautan, UNDIP 16(3): 143-150
Asikin, A. N. & Kusumaningrum, I. (2019) Karakteristik fisikokimia karaginan berdasarkan umur panen yang berbeda dari perairan Bontang, Kalimantan Timur. JPHPI, 22(1): 136-142
Aslan, L.M. (1998) Budidaya Rumput Laut. Penerbit Kanisius, Yoyakarta
Asni, A. (2015) Analisis produksi rumput laut (bv Kappaphycus alvarezii) berdasarkan musim dan jarak lokasi budidaya di perairan Kabupaten Bantaeng. Jurnal Akuatika, 6(2): 140-153
Ateweberhan, M., Rougier, A., & Rakotomahazo, C. (2014) Influence of environmental factors and farming technique on growth and health of farmed Kappaphycus alvarezii (cottonii) in south-west Madagascar. J Appl Phycol DOI 10.1007/s10811-014-0378-3
Atmadja, W.S., Kadi, A., Sulistijo, & Radiamanias. (1996) Pengenalan jenis-jenis rumput laut di Indonesia. Puslitbang Oseanografi. LIPI. Jakarta
Baracca, R.T. (1999) Seaweed (Carrageenophyte) Culture. Coastal Resource Management Project. Cebu City, Philipines
Barbosa, M., Cavalcante, L., Souza, C., & Gomez, P. (2013) Kappaphycus alvarezii (Gigartinales, Rhodophyta) cultivated in Brazil: is it only one species. J Appl Phycol 25:1143–1149
Basiroh, S., Ali, M., & Putri, B. (2016) Pengaruh periode panen yang berbeda terhadap kualitas karaginan rumput laut Kappaphycus alvarezii: kajian rendemen dan organoleptik karaginan. Maspari Journal, 8(2):127-135
Bixler, H. J. & Porse, H. (2011) A decade of change in the seaweed hydrocolloids industry. J Appl Phycol 23:321–335
Bindu, M.S. & Levine, I.A. (2011) The commercial red seaweed Kappaphycus alvarezii an overview on farming and environment. J Appl Phycol 23:789–796. DOI 10.1007/s10811-010-9570-2
Campo, V.L., Kawano, D.F., da Silva, D.B., & Carvalho, I. (2009) Carrageenans: Biological properties, chemical modifications and structural analysis - A review. Carbohydrate Polymers, 77: 167-180
Darmawati. (2013) Analisis Laju Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii yang Ditanam pada Berbagai Kedalaman. Octopus: Jurnal Ilmu Perikanan, 2(2):184-19
Effendi, H. (2003) Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta
Fikri, M., Rejeki, S., & Widowati, L.L. (2015) Produksi dan Kualitas Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dengan Kedalaman Berbeda di Perairan Bulu Kabupaten Jepara. Journal of Aquaculture Management and Technology, 4(2):67-74.
Gultom, R.C., Dirgayusaa, I.G.N.P. & Puspithaa, N.L.P.R. (2019) Perbandingan Laju Pertumbuhan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Dengan Menggunakan Sistem Budidaya Ko-kultur dan Monokultur di Perairan Pantai Geger, Nusa Dua, Bali. JMRT, 2(1): 8-16
Gunawan, I.W. (1987) Teknik kultur jaringan. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor.
Hasnawi, Makmur, Paena, M., & Mustafa, A. (2013) Analisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. J. Ris. Akuakultur, 8(3): 493-505
Hayashi, L., de Paula, E.J., & Chow, F. (2007) Growth rate and carrageenan analyses in four strains of Kappaphycus alvarezii (Rhodophyta, Gigartinales) farmed in the subtropical waters of São Paulo State, Brazil. Journal of Applied Phycology 19: 393-399.
Hayashi, L., Yokoya, N.S., Ostini, S., Pereira, R.T.L., Braga, E.S., & Oliveira, E.C. (2010) Nutrients removed by Kappaphycus alvarezii (Rhodophyta, Solieriaceae) in integrated cultivation with fishes in re-circulating water. Aquaculture 277, 185–191
Hurtado, A.Q., & Cheney, D.P. (2003) Propagule production of Eucheuma denticulatum (Burman) Harvey and Collins by tissue culture. Bot. Mar., 46: 338-341
Hurtado, A.Q., Critchley, A., Trrespoey, A., & Bleicher, A. (2006) Occurrence of Polysiphonia epiphytes in Kappaphycus farms at Calaguas Is., Camarines Norte, Philippines. J Appl Phycol 18:301–306
Hurtado, A.Q., Crithchley, A.T., Trespoey, A., & Bleicher-Lhonneur, G. (20080 Growth and Carrageenan Quality of Kappaphycus striatum var. Sacol Grown at Different Stocking Densities, Duration of Culture and Depth. J. Appl. Phycol, 20: 551-555.
Hurtado, A.Q., Neish, I.C., & Critchley, A.T. (2015) Developments in production technology of Kappaphycus in the Philippines: more than four decades of farming. J Appl Phycol 27: 1945–1961
Jiang, L., Pan, L., & Fang-Bo. (2005) Effect of dissolved oxygen on immune parameters of the white shrimp Litopenaeus vannamei. Fish & Shellfish Immunology, 18: 185–188. DOI: 10.1016/j.fsi.2004.07.001.
Lourenco, S.O., Barbarino, E., Nascimento, A., Freitas, J.N.P., & Diniz, G.S. (2006) Tissue nitrogen and phosphorus in seaweeds in a tropical eutrophic environment: What a long-term study tell us. Journal of Applied Phycology, 18: 389-398
Lobban, C.S., & Horrison, P.J. (1994) Seaweed Ecology and Physiology. Cambridge Univ. Press New York
Lundsor, E. (2002) Eucheuma Farming in Zanbibar. Broadcast System, an Alternative Method for Seaweed Farming. Thesis. Candidata Scientiarium in Marine Biology. University of Bergen
Luning, K. (1990) Seaweed Their Environment, Biogeography and Ecophysiology. Jhon Wiley & Sons, Inc. University of South Florida New York
Mendoza, W.G., Montano, N.E., Ganzon-Fortes, E.T., & Villanu Eva, R.D. (2002) Chemical and Gelling Profile of ice-iceInfected Carageenan from Kappaphycus striatum (Schmitz) Doty “Sacol” Strain Solieciriciae, Gigartinales, Rhodophyta). Journal of Applied Phycology 14, 409-418. DOI: 10.1023/A:1022178119120
Munoz, J., Pelegrin, Y.F., & Robledo, D. (2004). Mariculture of Kappaphycus alvarezii (Rhodophyta, Solieriaceae) Color Strains in Tropical Waters of Yucatan, Mexico. Aquaculture, 239: 161-177.
Msuya, F.E., & Porter, M. (2014) Impact of environmental changes on farmed seaweed and farmers: the case of Songo Songo Island, Tanzania. J Appl Phycol, DOI: 10.1007/s10811-014-0243-4
Porse, H., & Rudolph, B. (2017) The seaweed hydrocolloid industry: 2016 updates, requirements, and outlook. J Appl Phycol 29:2187–2200
Radiarta, I.N., Sudradjat, A., & Kusnendar, E. (2010) Analisis Spasial Potensi Kawasan Budidaya Laut Di Provinsi Maluku Utara Dengan Aplikasi Data Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis. J. Ris. Akuakultur, 5(1): 143-153
Radiarta, I.N., Saputra, A., & Albasri, H. (2012) Pemetaan kelayakan lahan budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh. J. Ris. Akuakultur, 7(1): 145-157
Ramdhan, M., Arifin, T., & Arlyza, I.S. (2018) Pengaruh lokasi dan kondisi parameter fisika-kimia oseanografi untuk produksi rumput laut di wilayah pesisir Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Jurnal Kelautan Nasional, 13(3): 163-171
Rima, Yunus, B., Umar, M.T., & Tuwo, A. (2016) Performa Rumput Laut Kappaphycus alvarezii pada Habitat Berbeda di Perairan Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Jurnal Rumput Laut Indonesia, 1(1): 17-26
Rohman, A., Wisnu, R., & Rejeki, S. (2018) Penentuan kesesuaian wilayah pesisir muara gembong, kabupaten bekasi untuk lokasi pengembangan budidaya rumput laut dengan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Sains Akuakultur Tropis, 2(1): 73-82
Sangkia, F.D. (2017) Laju pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dengan menggunakan bibit pada lokasi yang berbeda. JBO, 1(1): 26-33
Simanjuntak, M. (2009) Hubungan Faktor Lingkungan Kimia Fisika Terhadap Distribusi Plankton Di Perairan Belitung Timur, Bangka Belitung. Journal Of Fisheries Sciences, 11(1): 31-45.
Siregar, R.F., Santoso, F., & Uju. (2016) Karakteristik fisiko kimia kappa karaginan hasil degradasi menggunakan hidrogen peroksida. JPHPI, 19(3): 256-266. DOI: 10.17844/jphpi.2016.19.3.256
Sulistijo, & Atmadja, W.S. (1996) Perkembangan budidaya rumput laut di Indonesia. Puslitbang Oseanografi. LIPI. Jakarta
Susanto, A.B. (2005) Metode Lepas Dasar Dengan Model Cidaun Pada Budidaya Eucheuma spinosum (Linnaeus) Agardh. Ilmu Kelautan UNDIP, 10(3): 158–164.
Susilowati, T., Rejeki, S., Dewi, E.N., & Zulfitriani. 2012. Pengaruh Kedalaman Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) yang Dibudidayakan Dengan Metode Longline di Pantai Mlonggo, Kabupaten Jepara. Jurnal Saintek Perikanan. 8(1): 7-12.
Tewari, A., Eswaran, K., Rao, P.V.S., & Jha, B. (2006) Is Kappaphycus alvarezii Heading Towards Marine Bioinvasion?. Current Science, 90(5): 619-620
Valderrama, D., Cai, J., Hishamunda, N., Ridler, N., Neish, I.C., Hurtado, A.Q., Msuya, F.E., Krishnan, M., Narayanakumar, R., Kronen, M., Robledo, D., Gasca-Leyva, E., & Fraga, J. (2015) The economics of Kappaphycus seaweed cultivation in developing countries: a comparative analysis of farming systems. Aquac Econ Manag 19:251–277
Wenno, M.R, Thenu, J.L, & Lopulalan, C.G.C. (2012) Karakteristik kappa karaginan dari Kappaphycus alvarezii pada berbagai umur panen. JPB Perikanan, 7(1): 61–67
Published
2020-12-23
How to Cite
ArisM. (2020). HUBUNGAN KEDALAMAN PERAIRAN DENGAN KANDUNGAN KAPPA-KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii. TECHNO-FISH, 4(2), 85-94. https://doi.org/10.25139/tf.v4i2.3044
Section
Articles