Analisis Kebijakan Tata Kelola Pergudangan Logistik Dan Peralatan Kebencanaan Di Bpbd Provinsi Jawa Timur

  • Alvia Nova Hariyani Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Dr. Soetomo Surabaya
  • Hendro Wardhono Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Abstract views: 63 , Full Text downloads: 670

Abstract

Tata kelola pergudangan, logistik dan peralatan  yang dilakukan secara baik dapat mengetahui denah, jumlah, dan jenis persediaan logistik di gudang dapat memudahkan petugas dengan cepat dan tepat untuk tanggap bencana. Pengelolaan pergudangan yang baik dan benar di masa pra bencana sebagai bagian dari preparedness dapat membantu mengetahui jumlah dan jenis persediaan logistik dan peralatan di gudang dengan cepat dan tepat untuk masa tanggap bencana maupun pasca bencana. Dalam rangka penanggulangan bencana telah ditetapkan Peraturan Kepala BNPB No. 13 Tahun 2008 tentang Pedoman Manajemen Logistik dan Peralatan agar pengelolaan logistik dan peralatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat, terpadu dan akuntabel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kebijakan tata kelola pergudangan logistik dan peralatan kebencanaan di BPBD Jawa Timur dan untuk mengetahui dan menganalisis hambatan kebijakan tata kelola pergudangan logistik dan peralatan kebencanaan di BPBD Jawa Timur. Fokus penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan tata kelola pergudangan logistik dan peralatan kebencanaan BPBD di Provinsi Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini adalah kebijakan Tata Kelola Pergudanagn Logistik dan Kebencanaan di BPBD Provinsi Jawa Timur adalah kebijakan tata kelola pengadaan logistik dan peralatan BPBD Jawa Timur didasari dengan pemenuhan dasar kebutuhan sesuai pedoman kepala BNPB No. 7 tahun 2008, yaitu : Penampung sementara, Bantuan pangan, Sandang, Air Bersih, Pelayanan Kesehatan. Sedangkan dengan prinsip : cepat dan tepat, prioritas, koordinasi dan keterpaduan, berdaya guna dan berhasil guna, transparan dan akuntabilitas, kemitraan, pemerdayaan, non diskriminasi, dan non proletasi. Faktor Penghambat dan Pendukung tata kelola pergudangan dan logistic adalah kurangnya transportasi untuk mendukung mobilitas jalannya pendistribusian,  belum terdapat pengadministrasian yang terintregitas dengan setiap Kabupaten dan Kota untuk memudahkan komunikasi terkait stok barang logistik dan peralatan.

Published
2022-07-20
Section
Articles