Menemukan Kansha di Tengah Perayaan Hidup: Kajian Semiotika terhadap Lirik Lagu “Matsuri” karya Fujii Kaze
DOI:
https://doi.org/10.25139/ayumi.v13i1.11383Kata Kunci:
Budaya Jepang, Fujii Kaze, Kansha, Matsuri, Semiotika RiffaterreAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi nilai Kansha「感謝」(rasa syukur) dalam lirik lagu “Matsuri”「祭り」karya Fujii Kaze. Sebagai produk budaya populer, lagu ini menarik perhatian karena kedalaman muatan filosofisnya yang merekonstruksi makna festival tradisional Jepang ke dalam konteks spiritualitas modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori Semiotika Michael Riffaterre. Data penelitian berupa satuan lingual dalam lirik lagu “Matsuri” yang dianalisis melalui tahap pembacaan heuristik dan hermeneutik, identifikasi ketidaklangsungan ekspresi, serta pencarian matriks dan hipogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Kansha dalam lagu ini tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan terima kasih secara konvensional, melainkan sebagai sebuah "syukur eksistensial". Temuan penelitian mengidentifikasi tiga pilar utama Kansha: (1) syukur sebagai bentuk penerimaan total terhadap siklus hidup (lahir dan mati), (2) syukur sebagai kesadaran akan kecukupan diri 「知足」(chisoku) yang menepis komparasi sosial, dan (3) syukur sebagai manifestasi ketangguhan spiritual 「有り難し」(arigatashi) dalam menghadapi penderitaan. Lagu ini berhasil mentransformasi konsep matsuri dari sebuah ritual fisik komunal menjadi ritual syukur internal yang berkelanjutan.




