Comparative Literature of Ambivalence in Junichiro Tanizaki’s Naomi and Jean Rhys’ Wide Sargasso Sea: Postcolonial Study

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25139/ayumi.v13i1.11838

Kata Kunci:

ambivalensi, hasrat dan kecemasan, ketidakstabilan otoritas, mimikri, postkolonial

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ambivalensi pada tokoh perempuan dalam novel Naomi karya Jun'ichirō Tanizaki dan Wide Sargasso Sea karya Jean Rhys. Penelitian ini menggunakan pendekatan postkolonial dengan kerangka teori ambivalensi yang dikemukakan oleh Homi K. Bhabha. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis tekstual terhadap kutipan-kutipan yang menunjukkan bentuk-bentuk ambivalensi dalam kedua novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambivalensi dalam kedua tokoh perempuan muncul melalui tiga bentuk utama, yaitu mimicry, dinamika desire dan anxiety, serta instabilitas otoritas kolonial. Dalam Naomi, tokoh Naomi merepresentasikan ambivalensi melalui upayanya meniru gaya hidup Barat yang pada akhirnya justru membalikkan relasi kekuasaan dengan Jōji. Sementara itu, dalam Wide Sargasso Sea, tokoh Antoinette menunjukkan ambivalensi melalui ketegangan antara keinginan untuk diterima dan kecemasan yang muncul dari relasi kolonial dan identitas budaya yang terpecah. Meskipun kedua tokoh mengalami ambivalensi dalam proses pembentukan identitas mereka, konteks historis dan sosial yang berbeda menghasilkan konsekuensi yang berbeda pula. Naomi memperoleh posisi yang lebih kuat dalam relasi personalnya, sedangkan Antoinette mengalami marginalisasi dan disintegrasi psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam kedua novel menjadi ruang negosiasi identitas yang mencerminkan ketegangan antara modernitas Barat, kekuasaan kolonial, dan identitas budaya.

Diterbitkan

2026-05-31