Penggunaan Ungkapan Sumimasen Bahasa Jepang dan Nuwun Sewu Bahasa Jawa Dalam Kalimat Permohonan (Kajian Analisis Kontrastif)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25139/ayumi.v12i1.9899

Kata Kunci:

Analisis Kontrastif, Budaya Jawa, Budaya Jepang, Kesantunan Bahasa, Nuwun Sewu, Sumimasen

Abstrak

Penelitian ini membandingkan  ungkapan sumimasen bahasa Jepang  dan  nuwun sewu bahasa Jawa yang merupakan kalimat permohonan melalui kajian analisis kontrastif. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam konteks penggunaan, makna pragmatis, serta sebuah nilai budaya yang tersirat maupun tersurat  dalam analisis kedua ungkapan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika linguistik dan budaya yang mempengaruhi penggunaan kedua ungkapan tersebut. Data diperoleh melalui berbagai sumber tertulis yang relevan dengan ungkapan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sumimasen dan nuwun sewu sama-sama digunakan dalam konteks permohonan atau permintaan maaf, akan tetapi memiliki perbedaan signifikan dalam tingkat kesantunan, konteks sosial, dan latar belakang budaya. Sumimasen cenderung digunakan dalam situasi formal dan informal dengan penekanan pada kesopanan umum, sedangkan nuwun sewu lebih sering muncul dalam budaya Jawa yang menekankan hierarki sosial serta konsep unggah-ungguh. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap studi lintas budaya, khususnya memahami perbedaan pragmatis antara bahasa Jepang dan bahasa Jawa dalam konteks permohonan.

 

Kata Kunci: Sumimasen, Nuwun Sewu, Analisis Kontrastif, Kesantunan Bahasa, Budaya Jawa, Budaya Jepang.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-04