Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Batita Dari Pernikahan Usia Dini Di Kota Kediri

umianita risca wulandari, dian kumalasari

Abstract


Abstrak : Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh seorang perempuan yang berusia < 18 tahun. Pada usia tersebut masih tergolong masa remaja sehingga kondisi fisik dan psikologisnya belum matang dan rentan terjadi kehamilan di usia remaja yang tidak diinginkan. Hal tersebut akan berdampak terhadap status gizi anak yang dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi anak batita dari pernikahan usia dini di kota Kediri. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cohor retrospektif. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada bulan Agustus tahun 2017. Populasi pada penelitian ini adalah  seluruh batita yang berada di Kecamatan Mojoroto yang lahir dari ibu yang menikah usia < 18 tahun dan ≥ 18 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 subjek. Teknik sampling yang digunakan yaitu fixed exprosure sampling yaitu sampel diambil dari status paparan subjek. Analisa data pada penelitian ini dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia menikah ibu, LILA saat hamil, berat badan lahir dan pendapatan keluarga berhubungan dengan status gizi anak batita dengan nilai p < 0,05. Sedangkan umur kehamilan saat lahir tidak berhubungan dengan status gizi anak batita dengan nilai  p > 0,05.

Kata kunci :PernikahanUsia dini, Status Gizi, Anak Batita

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik (2015). Kemajuan Yang Tertunda: Analisis Data Perkawinan Usia Anak di Indonesia. Jakarta. Badan Pusat Statistik.

Dinas Kesehatan Kota Kediri (2016). Profil Kesehatan Kota Kediri Tahun 2015. Kota Kediri : Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Ehsanpour, S., Hemmati, E, Abdeyazdan, Z (2012). Comparison of neonatal growth in normal, low and very low birth weights until 18 months. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 17(2 Suppl1), S131–S136.

Kementrian Kesehatan RI. (2016). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin%20reproduksi%20remaja-ed.pdf30 September. Diakses : Tanggal 20 Agustus 2019

Kemenkes RI. (2014) . Infodatin :Kondisi Pencapaian Program Kesehatan Anak Indonesia. Jakarta.

Mohd S, Z., Lin, K. G., Sariman, S., Lee, H. S., Siew, C. Y., Mohd B. N, & Mohamad, M (2015). The relationship between household income and dietary intakes of 1-10 year old urban Malaysian. Nutrition Research and Practice, 9(3), 278–287 .

Rahman, M. S., Howlader, T., Masud, M. S., & Rahman, M. L. (2016). Association of Low-Birth Weight with Malnutrition in Children under Five Years in Bangladesh: Do Mother’s Education, Socio-Economic Status, and Birth Interval Matter? Plos One, 11(6).

UNICEF. (2016). Child marriage. Child protection from violence, exploitation

United Nations Population Fund. (2015). Human Rights.UNFPA.

Raj A, Saggurti N, Winter M, Labonte A, Decker MR, Balaiah D, et al.(2010).The effect of maternal child marriage on morbidity and mortality of children under 5 in India : cross sectional study of a nationally representative sample.BMJ, 34.




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/htc.v1i2.1317

Refbacks

  • There are currently no refbacks.