Model Belajar E-learning di Usia Dini: Sebuah Literatur Review

  • Universitas Negeri Jakarta
  • STKIP PGRI Sidoarjo
  • UIN Raden Fatah Palembang
  • STKIP Situs Banten
  • Universitas Jabal Ghafur
Abstract views: 49 , PDF downloads: 28
Keywords: Model belajar; e-learning; usia dini

Abstract

Sosialisasi anak-anak memiliki pengaruh yang kuat pada perilaku mereka. Kedewasaan dan kesempatan untuk belajar dari banyak rangsangan di sekitar mereka membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial mereka. Kemandirian adalah salah satu dari banyak komponen kecerdasan emosional. Selain itu, tingkat kemandirian seseorang mempengaruhi tingkat pencapaian hidup mereka. Pendidikan anak usia dini dapat membantu anak memperoleh berbagai keterampilan, termasuk kompetensi sosial. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui model belajar e-learning di usia dini. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan literature review atau kajian pustaka dengan menggunakan data berupa artikel terpublikasi yang diperoleh melalui Google Scholar. Kesimpulan dari penelitian ini terkait model belajar e-learning bagi anak usia dini yaitu dengan melibatkan pendamping dan guru untuk memfasilitasi anak usia dini dalam melakukan belajar online.

References

Abuhamdeh, M. (2010). A hierarchical framework to quantitatively evaluate success factors of mobile learning. Unpublished PHD Thesis, University of Banking and Financial Sciences, Amman, Jordan.

Al-Fraihat, D., Joy, M., & Sinclair, J. (2020). Evaluating E-learning systems success: An empirical study. Computers in Human Behavior, 102, 67–86.

Ally, M. (2005). Using learning theories to design instruction for mobile learning devices. Mobile Learning Anytime Everywhere, 5–8.

Ardiyanti, H., Kustandi, C., Cahyadi, A., Elihami, E., & Pattiasina, P. (2021). Efektivitas model pembelajaran daring berbasis tiktok. Jurnal Komunikasi Profesional, 5(3), 285–293.

Cangara, H. (2013). Perencanaan dan Strategi Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Chinmi, M., Marta, R., & Jarata, J. (2021). RuangGuru community as a reflection of future learning in time of COVID-19. Jurnal Studi Komunikasi, 5(1), 92–109.

Chu, S. (2020). Learning Theories and Social Media. In Social Media Tools in Experiential Internship Learning (pp. 47–57). Springer.

Cidral, W., Oliveira, T., Di Felice, M., & Aparicio, M. (2018). E-learning success determinants: Brazilian empirical study. Computers & Education, 122, 273–290.

Creswell, J., & Poth, C. (2017). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. California: Sage publications.

Darmadi, H. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Duderstadt, J., Atkins, D., Van Houweling, D., & Van Houweling, D. (2002). Higher education in the digital age: Technology issues and strategies for American colleges and universities. Greenwood Publishing Group.

Eggen, P., & Kauchak, D. (2012). Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta: PT Indeks.

Enung, F. (2006). Psikologi Perkembangan : Perkembangan Peserta Didik. Bandung: CV Pustaka Setia.

Fischer, H. (2013). E-learning im Lehralltag: Analyse der Adoption von E-Learning-Innovationen in der Hochschullehre. Springer-Verlag.

Hoppe, H., Joiner, R., Milrad, M., & Sharples, M. (2003). Guest editorial: Wireless and mobile technologies in education. Journal of Computer Assisted Learning, 19(3), 255–259.

Ismawati, D., & Prasetyo, I. (2020). Efektivitas pembelajaran menggunakan video zoom cloud meeting pada anak usia dini era pandemi covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 665.

Lange, C., & Costley, J. (2020). Improving online video lectures: learning challenges created by media. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17(1), 1–18.

Martani, W. (2012). Metode Stimulasi dan Perkembangan Emosi Anak Usia Dini. Jurnal Psikologi, 39(1), 112–120.

Moleong, L. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2017). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Retnowati, Y. (2008). Pola Komunikasi Orangtua Tunggal dalam Membentuk Kemandirian Anak (Kasus di Kota Yogyakarta). Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(3).

Sharma, S., & Kitchens, F. (2004). Web services architecture for m-learning. Electronic Journal of E-Learning, 2(1), 203–216.

Sit, M. (2012). Peningkatan Kompetensi Sosial Anak Usia Dini Dengan Metode Bermain. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 18(1).

Sumatri, M. (2015). Strategi Pembelajaran Teori dan praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suryani, N., & Agung, L. (2012). Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Tervonen, J., Sormunen, T., Lämsä, A., Peltola, J., Kananen, H., & Järvinen, S. (2021). Predicting Headline Effectiveness in Online News Media using Transfer Learning with BERT. Proceedings of the 2nd International Conference on Deep Learning Theory and Applications-DeLTA, 29–37.

Ubaidi, U., & Dewi, N. (2020). Penerapan Hidden Markov Model (HMM) dan Mel-Frequency Cesptral Coefficients (MFCC) pada E-Learning Bahasa Madura untuk Anak Usia Dini. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 7(6), 1111–1120.

Widiastuti, Y., Rasmani, U., & Wahyuningsih, S. (2020). Mengkaji Penerapan E-Learning pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1240–1247.

Wulandari, R., Ichsan, B., & Romadhon, Y. (2017). Perbedaan perkembangan sosial anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan usia dini dan tanpa pendidikan usia dini di Kecamatan Peterongan Jombang. Biomedika, 8(1).

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan obor Indonesia.

Published
2021-10-26
How to Cite
, , , , & . (2021). Model Belajar E-learning di Usia Dini: Sebuah Literatur Review. Jurnal Komunikasi Profesional, 5(5), 431-442. https://doi.org/10.25139/jkp.v5i5.4079
Section
Articles