Desain Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan dengan Konteks Kaplet di Kelas VII

  • Widiawati Widiawati STKIP Muhammadiyah Pagaralam
  • Deniansyah Deniansyah STKIP Muhammadiyah Pagaralam
Abstract views: 38 , 4552 (Bahasa Indonesia) downloads: 25

Abstract

Abstract

The PMRI approach is used to produce a learning path that can help students add and subtract fractions through the kaplet context in grade VII. Design research type validation studies is a research method that starts with the Hypothetical Learning Trajectory (HLT). This study involved 32 students of class VII SMP PGRI Pagaralam which were divided into 6 students in the pilot experiment and 26 students in the teaching experiment. A series of activities generated through the learning trajectory includes activities such as cutting and taking kaplet from their shells and solving problems with addition and subtraction of fractions. In each of these activities, students are involved in finding the concepts of addition and subtraction of fractions in the context of the kaplet. The results showed that the use of the kaplet context through the PMRI approach gave meaning to student learning because students were helped in finding the concepts of addition and subtraction of fractions so that students were able to solve problems related to addition and subtraction of fractions in the real world.

Keywords: Design Research, PMRI, Kaplet

 

Abstrak

Pendekatan PMRI digunakan dalam menghasilkan lintasan belajar yang dapat membantu siswa untuk menjumlahkan dan mengurangkan pecahan melalui konteks kaplet di kelas VII. Design research type validation studies merupakan metode penelitian yang dimulai dari adanya Hypothetical Learning Trajectory (HLT). Dalam penelitian ini melibatkan sebanyak  32 siswa kelas VII SMP PGRI Pagaralam yang terbagi menjadi 6 siswa pada pilot experiment dan 26 siswa pada teaching experiment. Serangkaian aktivitas yang dihasilkan melalui lintasan belajar meliputi aktivitas-aktivitas seperti memotong dan mengambil kaplet dari cangkangnya serta menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan pecahan. Pada setiap aktivitas tersebut, siswa dilibatkan untuk menemukan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan konteks kaplet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konteks kaplet melalui pendekatan PMRI memberikan kebermaknaan dalam belajar siswa karena siswa menjadi terbantu dalam menemukan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan sehingga siswa mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan dalam dunia nyata.

Kata Kunci: Design Research, PMRI, Kaplet

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Indriani, “Penggunaan Blok Pecahan pada Materi Pecahan Sekolah Dasar,” J. Ilm. Pendidik. Mat., vol. 3, no. 1, pp. 11–16, 2018.

Marsigit, “Pendekatan Matematika Realistik pada Pembelajaran Pecahan di SMP,” 2008.

N. Kania, “Alat Peraga untuk Memahami konsep Pecahan,” J. THEOREMS, vol. 2, no. 2, pp. 1–12, 2018.

I. Suciati and D. S. Wahyuni, “Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Operasi Hitung Pecahan pada Siswa Kelas V SDN Pengawu,” JPPM, vol. 11, no. 2, pp. 129–144, 2018.

Aminah and K. R. A. Kurniawati, “Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Topik Pecahan ditinjau dari Gender,” J. Teor. dan Apl. Mat., vol. 2, no. 2, pp. 118–122, 2018.

S. I. Edo and D. D. Samo, “Lintasan Pembelajaran Pecahan Menggunakan Matematika Realistik Konteks Permainan Tradisional Siki Doka,” J. Mosharafa, vol. 6, no. 3, pp. 311–322, 2017.

Y. Y. Putra and R. Vebrian, “Desain Pembelajaran PMRI Materi Operasi Hitung Bilangan Menggunakan Konteks Keretak Getas,” MATHEMA J., vol. 1, no. 1, pp. 1–14, 2019.

I. B. Asfyra, “Konteks Busana pada Pembelajaran Operasi Bilangan Rasional dengan Pendekatan PMRI,” J. Gantang, vol. II, no. 1, pp. 11–19, 2017.

S. Handayani, R. I. I. Putri, and Somakim, “Pemanfaatan Lego pada Pembelajaran Pola Bilangan,” J. Didakt. Mat., vol. 2, no. 1, pp. 21–32, 2015.

S. I. Edo, K. Tanghamap, and W. F. Tasik, “Model Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Melalui Pendekatan PMRIKonteks Permainan Karet Gelang,” J. Pendidik. Mat., vol. 9, no. 2, pp. 99–123, 2015.

M. Zabeta, Y. Hartono, and R. I. I. Putri, “Desain Pembelajaran Materi Pecahan Menggunakan Pendekatan PMRI di Kelas VII,” Beta, vol. 8, no. 1, pp. 86–99, 2015.

Widiawati, D. Marzal, and H. Juwita, “Desain Pembelajaran Garis dan Sudut dengan Konteks Pagar Buluh di Kelas VII,” J. Math. Sci. Educ., vol. 1, no. 1, pp. 118–130, 2018.

K. Gravemeijer and P. Cobb, “Design Research From A Learning Design Perspective,” in Educational Design Research, J. van den Akker, K. Gravemeijer, S. McKenney, and N. Nieveen, Eds. New York: Routledge, 2006, pp. 17–51.

F. Gabriel, F. Coche, D. Szucs, V. Carette, B. Rey, and A. Content, “A Componential View of Children’s Difficulties in Learning Fractions,” Fronntiers Psychol., vol. 4, pp. 1–12, 2013.

S. K. Rohmah, “Analisis Learning Obstacles Siswa pada Materi Pecahan Kelas IV Sekolah Dasar,” J. Islam. Prim. Educ., vol. 2, no. 1, pp. 13–24, 2019.

A. Wijaya, Pendidikan Matematika Realistik: Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.

Published
2022-06-08
Section
Articles