Pengaruh Substitusi Serbuk Kapur Tohor Terhadap Semen Pada Beton Memadat Mandiri (Self-Compacting Concrete) Ditinjau Dari Kuat Tekan

The Effect of Tohor Lime Powder Substitution for Cement in Self-Compacting Concrete in View of Compressive Strength

  • Maria Angelina Getrisiani Piusaputri Universitas Dr. Soetomo
  • safrin zuraidah Universitas Dr Soetomo
  • bambang sujatmiko Universitas Dr Soetomo
Abstract views: 78 , PDF downloads: 57
Keywords: self compacting, concrete, serbuk kapur tohor, superplasticizer

Abstract

Self-compacting concrete (SCC) adalah teknologi beton yang dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tiga karakteristik utamanya, yaitu filling ability (syarat EFNARC, 2002: 65-80 cm), passing ability (syarat EFNARC, 2002: 0,8-1,00) dan segregation resistance (syarat EFNARC, 2002: 0-15 detik). Komposisi material yang digunakan untuk membuat benda uji (SCC) terdiri dari semen portland tipe I, agregat halus, agregat kasar, serbuk kapur tohor, air dan superplasticizer. Terdapat empat variasi serbuk kapur tohor terhadap semen, yaitu variasi 0%, 4%, 8% dan 12%. Keempat variasi ini memenuhi syarat karakteristik SCC dengan masing-masing nilai yang didapatkan pada setiap variasi secara berurutan (0%, 4%, 8%, 12%), yaitu filling ability (66,50 cm; 67,33 cm; 69,17 cm; 67,50 cm), passing ability (0,80; 0,823; 0,823; 0,82) dan segregation resistance (8,67 detik; 9,00 detik; 9,33 detik; 9,00 detik). Pada penelitian ini, substitusi serbuk kapur tohor terhadap semen memberikan pengaruh pada kuat tekan SCC, yaitu semakin besar variasi serbuk kapur tohor terhadap semen, maka semakin kecil kuat tekannya. Adapun hasil kuat tekan yang didapatkan berbanding lurus dengan nilai berat volume pada setiap variasi atau dengan kata lain semakin tinggi variasi serbuk kapur tohor maka semakin kecil berat volumenya. Hasil tersebut dapat dibuktikan dengan nilai berat jenis semen (2,75) yang lebih tinggi dibandingkan berat jenis serbuk kapur tohor (2,4). Untuk kuat tekan optimum terdapat pada variasi 0% pada umur 28 hari dengan perbandingan nilai kuat tekan terhadap variasi lainnya pada umur yang sama sebagai berikut: variasi 0% sebesar 25,17 MPa; variasi 4% sebesar 23 MPa; variasi 8% sebesar 22,34 MPa dan variasi 12% sebesar 13,76 MPa. Berdasarkan hasil kuat tekan yang didapatkan dalam penelitian ini, maka substitusi serbuk kapur tohor terhadap semen dengan komposisi sebanyak 4% dan 8% bisa digunakan untuk struktur ringan, seperti rumah dan pasangan bata.

 

 

 

References

Aggarwal, P., Siddique, R., Aggarwal, Y., & Gupta, S. M. (2008). Self-compacting concrete-procedure for mix design. Leonardo electronic journal of practices and technologies, 12, 15-24.

Akbar, M. I. (2018). Pengaruh Penambahan Abu Ampas Tebu Sebagai Material Pengganti Semen Pada Campuran Beton Self-compacting concrete (SCC) Terhadap Kuat Tekan Dan Porositas Beton. Rekayasa Teknik Sipil, 1(1/REKAT/18).

ASTM C 117-95, Performance Improvement in Construction Management.

ASTM C 127-88, Standard Test Method of Density Relative Density (Spesific Gravity) and Absorption of Coars Aggregate.

ASTM C 128-93, Spesific Gravity and Absorption of Fine Aggregate.

ASTM C 187-86, Normal Consistency of Hydraulic Cement.

ASTM C 188-89, Density Test of Hydraulic Cement.

ASTM C 191-91, Time of Setting of Hydraulic Cement by Vicat Needle.

ASTM C 29-91, Standard Test Method for Bulk Density (“Unit Weight”) and Voids Aggregates.

ASTM C 40-92, Standard Test Method for Organic Impurities in Fine Aggregate for Concrete.

ASTM C 566-89, Standard Test Method for Total Evaporable Moisture Content of Aggregate by Drying.

Candra, A. I., Suwarno, S., Wahyudiono, H., Anam, S., & Karisma, D. A. (2020). Kuat Tekan Beton Fc’21, 7 Mpa Menggunakan Water Reducing And High Range Admixtures. Civilla: Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan, 5(1), 330-339.

Citrakusuma, J. L. (2012). Kuat Tekan Self-compacting concrete dengan Kadar Superplasticizer yang Bervariasi.

EFNARC, 2005. The European Guidelines for Self-compacting concrete Specification, Production and Use.

EFNARC. “Specification and guidelines for self-compacting concrete. European Federation of Producers and Applicators of Specialist Products for Structures”, 2002.

Hadi, A. K., Supardi, S., Maruddin, M., Yusuf, A. A. A., & Samsuddin, R. H. (2021). Pengaruh Metode Self-compacting concrete (SCC) Terhadap Sifat Mekanis Beton. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 6(1), 32-38.

Hameed, M. A. (2005). A study of mix design and durability of self-compacting concrete (Doctoral dissertation, King Fahd University of Petroleum and Minerals (Saudi Arabia).

Haryanti, N. H., & Wardhana, H. (2019). Pengaruh komposisi campuran pasir silika dan kapur tohor pada bata ringan berbahan limbah abu terbang batubara. Jurnal Fisika Indonesia, 21(3), 11-15.

Kumar, A., & Kumar, G. (2018). A mix design procedure for self-compacting concrete. Int. Res. J. Eng. Technol. IRJET, 5, 65-70.

Maizir, H., Ilham, M., & Saily, R. (2021). Pengaruh Penambahan Kapur Tohor Terhadap Sifat Mekanis Bata Ringan. INDONESIAN JOURNAL OF CONSTRUCTION ENGINEERING AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT (CESD), 4(1), 21-26.

Melinda, S., Dapas, S. O., & Sumajouw, M. D. (2020). STUDI EKSPERIMENTAL PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN KAPUR DAN BATU APUNG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN. JURNAL SIPIL STATIK, 8(5).

Okamura, H., & Ouchi, M. (2003). Self-compacting concrete. Journal of advanced concrete technology, 1(1), 5-15.

Riyanto, E., Widyananto, E., & Renaldy, R. R. (2021). Analisis Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbahan Silica Fume dan Kapur Tohor. INERSIA: lNformasi dan Ekspose hasil Riset teknik SIpil dan Arsitektur, 17(1), 19-26.

Rusyandi, K., Mukodas, J., & Gunawan, Y. (2012). Perancangan Beton Self-compacting concrete (Beton Memadat Sendiri) Dengan Penambahan Fly Ash dan Structuro. Jurnal Konstruksi, 10(01).

Safarizki, H. A. (2017). Pengaruh Bahan Tambah Serbuk Bata Dan Serat Fiber Pada Self-compacting concrete (SCC). Jurnal Ilmiah Teknosains, 3(2).

SNI 03-1974. (1990). Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Badan Standardisasi Nasional.

SNI 03-2834.(2000). Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Badan Standarisasi Nasional.

Solikin, M., & Nabiilah, M. (2022, August). Analisis Pengaruh Penggunaan Variasi Fly Ash terhadap Karakteristik Beton dengan Penambahan Kapur Tohor. In Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS (pp. 29-36).

Sujatmiko, Bambang. (2019). Teknologi Beton dan Bahan Bangunan. Surabaya: MediaSahabat Cendekia.

Wulan, S. A., Satyarno, I., & Saputra, A. (2018, January). Mix design of self-compacting concrete based on ultra high compressive strength flow mortar mix. In Journal of the Civil Engineering Forum Vol (Vol. 4, No. 1).

Zuraidah, S., & Hastono, B. (2017). Serbuk Kapur Sebagai Cementitious Pada Mortar. Jurnal Rekayasa Tenik Sipil Universitas Madura, 2(1), 27-31.

Zuraidah, Safrin, and Budi Hastono. "Pengaruh Variasi Komposisi Campuran Mortar Terhadap Kuat Tekan." Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil 1.1 (2018): 8-13.

Zuraidah, Safrin, and Budi Hastono. "Pengaruh Variasi Komposisi Campuran Mortar Terhadap Kuat Tekan." Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil 1.1 (2018): 8-13.

Zuraidah, Safrin, Budi Hastono, and Rikardus Exceliano Juasman. "Perkuatan Beton Ringan Fiber Dengan Mengunakan Anyaman Bambu." Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil 4.2 (2021): 97-103.

Published
2023-11-01
How to Cite
Maria Angelina Getrisiani Piusaputri, zuraidah, safrin, & sujatmiko, bambang. (2023). Pengaruh Substitusi Serbuk Kapur Tohor Terhadap Semen Pada Beton Memadat Mandiri (Self-Compacting Concrete) Ditinjau Dari Kuat Tekan: The Effect of Tohor Lime Powder Substitution for Cement in Self-Compacting Concrete in View of Compressive Strength. CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology, 1(02), 119-126. https://doi.org/10.25139/concrete.v1i02.6944
Section
Articles