Perbedaan Massage Woolwich Dan Massage Rolling (Punggung) Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Postpartum

  • Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dr.Soetomo
Abstract views: 678 , PDF downloads: 1673

Abstract

Abstract : allegedly of postpartum mothers experiencing substandard milkproduction while nursing her baby. Physical and hormonal changes, cause discomfort which causes less current milk production. One of the causes of substandard milk production due to psychological factors, insecurity in the capital to meet the needs of the baby in breastfeeding. BPM research studies in Sri Umi Wahju DJati on postpartum mothers 20. 10 (50%) of people getting massage treatment Woolwich and 10. (50%) of people getting treatment rollingmassage (back). Partum mothers who do not breastfeed their babies, have the possibility ofgetting the baby is not immune either. Therefore, breastfeeding is very important to the growth and development of infants. Purpose study: to determine differences in Woolwich massage and rolling massage (back) to increase milk production in postpartum mothers. Methods: The study was conducted in BPM Sri Umi Wahju Djati followed by a visit homefor 3 weeks with a frequency of 15 minutes of massage. The study used a pre experimental approach to pre - and post without control. The study design is the measurement of milk production with observation sheets and questionnaires. Data were collected in August 2017. The total sample of this research is 20 respondents. Result: The data obtained are not normally distributed, statistical test using chi square test p value: 0,113, since the value of p>0.05 means there is no difference between Woolwich massage and rolling massage (back) toincrease milk production in mothers postpartum.

Keywords: Woolwich massage,rolling massage(back), milk production

References

Amin M, Rehana, Jaya H. (2011). Efektifitas Massage Rolling (punggung) terhadap produksi ASI pada Ibu Post Sectio Caesaria di RS Muhammadiyah Palembang.Jurnal Keperawatan.
Anita, Lyndon. 2014. Asuhahan Kebidanan Masa Nifas Fisiologis & Patologis. Tanggerang : BINARUPA AKSARA
Astuti, P.H., (2013). Buku Ajar ASuhan Kehamilan Ibu 1. Yogyakarta : Rahma press
Desmawati. (2013) Penentu Kecepatan Pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) setelah Secsio Caesaria.Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. Vol :7. No. 8(360-364)
Dewi, sujono 2012. Asuhan Nifas dan Menyusui. Yogyakarta : TIPYO
Dinas Kesehatan Surabaya. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2015. Dinas Kesehatan Surabaya.
Dinas Kesehatan Surabaya. 2012. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2012. Surabaya:Dinkes
Elisabet, Endang. 2015. Asuhan Kebidanan Masa Nifas dan Menyusui .Yogyakarta :PUSTAKABARUPRESS
Heriyanto, Bambang. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif. Surabaya : CV. Perwira Media Nusantara (PMN)
Notoatmodjo, S.2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Pamuji., Supriyana., Rahayu. (2014) Pengaruh Kombinasi Metode Pijat WoolwichdanEndorphine Terhadap Kadar Hormon Prolaktin dan Volume ASI (Studi Pada IbuPostpartum Di Griya Hamil Sehat Mejasem Kabupaten Tegal). Vol. 5. No. 1. BHAMADA,JITK.
Roesli, U (2008). Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif. Jakarta : Pustaka Bunda
Setianingsih. 2014. Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu Yang Menyusui . Yogyakarta :Pustaka Baru
Sulistyawati A. 2011. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika
Tikawati, K, F. (2015). Penerapan Tindakan Massage Rolling Punggung Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Asuhan Keperawatan Ny. T Post Sectio Caesaria Di Ruang Mawar 1 Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi Surakarta. KTI. Stikes Kusuma Husada. Surakarta.


Danuatmaja, Bonny.(2004). Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit. Jakarta: PuspaSwarna.

DepartemenKesehatan. (2006). Profil Kesehatan Sumatra Utara. Medan: Dinkes. (2004). Asuhan Persalinan Normal. Jakarta: Depkes.

Henderson, C. (2006). Buku Ajar Konsep Kebidanan. Jakarta: EGC.

Herdiana,Trirejeki.Dr. (2009). Tips Pijat Perineum. Liu, David.T.Y. (2008). Manual Persalinan Edisi 3. Jakarta: EGC.

Iis Sinsin. (2008). Seri Kesehatan Ibu dan Anak Masa Kehamilan dan Persalinan.Jakarta: Alex Media.

Indiarti. (2009). Panduan Lengkap Kehamilan,Persalinan,dan Perawatan Bayi. Yogyakarta: Diglossia Media.

Kartika.(2008). Sehat Setelah Melahirkan. Yogyakarta: Kawan Kita Kelaten.

Liwellyin, William. (2002). Obstetri dan Genekologi. Jakarta: Widya Medika.

Liu, David.T.Y. (2008). Manual Persalinan Edisi 3. Jakarta: EGC.

Mochtar, Rustam. Prof.Dr.MPH. (1998).Sinopsis Obstetri jilid 1. Jakarta: EGC.

___________________. (1998). Sinopsis Obstetri 2. Jakarta: EGC.

Mongan, Marie F.M.Ed.M.Hy. (2007). Hypno Birthing: Metode Melahirkan Secara Aman, Mudah, dan Nyaman. Jakarta: BIP.

Nolan, Mary. ( 2004). Kehamilan dan Melahirkan. Jakarta: ARCAN.

Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sastroasmoro, Sudigdo. (2008). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian klinis. Jakarta:SagungSeto.

Schott, J dan Priest, J. (2002).Kelas Antenatal. Jakarta: EGC.

Simkin, P dan Ancheta, R. (2005).Buku Saku Persalinan. Jakarta: EGC.

Stoppard, Miriam. Dr. (2007). Panduan Mempersiapkan Kehamilan dan Kelahiran.Yogyakarta: PustakaBelajar.

Wiknjosastro, Hanifa. Prof.dr.DSOG. (2005). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Whalley, Janet.RN, BSN.(2002). Panduan Praktis bagi Calon Ibu Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: BIP.
Published
2018-08-13