https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jhest/issue/feedJournal of Health Educational Science And Technology2026-05-19T11:16:06+07:00Dian Trilus[email protected]Open Journal Systems<p><strong>Terakreditasi SINTA 4, oleh Menteri Ristek/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional </strong></p> <p>Menerima artikel dengan fokus pada bidang ilmu kesehatan dan aplikasi teknologi dalam bidang medis. Bidang-bidang yang dapat didiskusikan antara lain : (1) Kesehatan Ibu dan Anak, (2) Maternity (Persalinan, Nifas, Kehamilan dan Menyusui), (3) Keluarga Berancana, (4) Promosi Keehatan dan Gaya Hidup, (5) Teknologi Pengolahan Darah (serologi Darah, Manajemen tata kelola kepalangmerahan), (6) Kesehatan Reproduksi, (7) Kesehatan dan Nutrisi, (8) Etika Kesehatan dan Regulasi, (9) Kesehatan Lingkungan dan Ketenagakerjaan, (10) Farmakologi, Radiologi, dan Medical Record.</p> <p>ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1518427505" target="_blank" rel="noopener">2615-398X</a> (Print)<br>ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1518420339" target="_blank" rel="noopener">2622-3600</a> (Online)</p>https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jhest/article/view/11261Pengaruh Pemanfaatan Alarm Reminder Terhadap Peningkatan Kunjungan Balita Dan Ibu Hamil Di Posyandu 2026-03-13T14:36:41+07:00Novi Anggraeni[email protected]Rohilatul Jannah[email protected]Umianita Risca Wulandari[email protected]Arkha Rosyaria Badrus[email protected]Sylvina Rahmawati[email protected]<p><strong>Abstrak</strong>: Cakupan kunjungan ibu dan balita ke Posyandu di Jawa Timur pada tahun 2023 belum mencapai target yang ditetapkan. Di Kabupaten Bangkalan, capaian K6 masih di bawah standar, yaitu hanya 56% dari target 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan Posyandu melalui penggunaan aplikasi pengingat alarm. Metode: Desain penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Populasi adalah balita dan ibu hamil yang terdaftar di wilayah kerja Posyandu Jaddih. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa setelah penggunaan alarm pengingat, jumlah kunjungan ibu hamil meningkat sebesar 60% dibandingkan sebelumnya, dan jumlah anak pada kelompok usia tersebut juga meningkat sebesar 69%. Kesimpulan: Metode Alarm Pengingat cukup efektif dalam meningkatkan pelayanan promotif dan preventif serta kepatuhan pasien terhadap kunjungan Posyandu baik ibu hamil maupun balita di wilayah kerja Posyandu Jaddih.</p> <p> </p> <p> </p>2026-03-13T14:26:31+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Health Educational Science And Technologyhttps://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jhest/article/view/11759Kesenjangan dan Kesetaraan dalam Perawatan Persalinan di Masyarakat Pesisir, Pegunungan, dan Perkotaan 2026-05-19T11:16:06+07:00Wulan Diana[email protected]Sulenti Widiastutik[email protected]Mustalia Mustalia[email protected]Iis Noventi [email protected]<p>Kesenjangan akses layanan persalinan masih menjadi tantangan utama dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Perbedaan karakteristik geografis seperti wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan berkontribusi terhadap ketimpangan pemanfaatan fasilitas kesehatan saat persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan dan kesetaraan dalam perawatan persalinan berdasarkan wilayah tempat tinggal serta faktor predisposisi, enabling, dan need. Penelitian mengunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari ibu yang melahirkan dalam lima tahun terakhir di wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan (masing-masing n=15). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α < 0.05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara wilayah tempat tinggal dan pemilihan tempat persalinan (p = 0.000). Variabel pendidikan ibu (p = 0.001), pekerjaan ibu (p = 0.028), dan status ekonomi keluarga (p = 0.005) juga berhubungan signifikan dengan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan (p < 0.05). Sementara itu, tingkat pengetahuan kesehatan ibu (p = 0.073) dan jumlah anak (paritas) (p = 0.071) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0.05). Variabel pekerjaan suami tidak dapat dianalis menggunakan uji Chi-Square karena seluruh responden berada pada kategori yang sama. Disparitas spasial dipengaruhi oleh akses transportasi, kondisi geografis, faktor sosial budaya, dan distribusi tenaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan kesenjangan perawatan persalinan masih nyata terjadi antara wilayah terpencil dan perkotaan. Intervensi berbasis komunitas, penguatan kader kesehatan, serta dukungan kebijakan berbasis wilayah diperlukan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDG) 2030.</p>2026-05-19T11:15:59+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Health Educational Science And Technology