Kajian Interaksionisme Simbolik Kidung Jula Juli pada Pementasan Ludruk Irama Budaya Surabaya

Ayu Rismahareni, Sucipto Sucipto, Haerussaleh Haerussaleh

Sari


Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis interaksionisme simbolik pada kidung Jula Juli. Adapun yang termasuk dalam interaksionisme simbolik adalah (1) konsep pikiran, (2) konsep diri, (3) hubungan antara individu dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interaksionisme simbolik yang terdapat pada kidung Jula Juli yang dibawakan saat pementasan Ludruk. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga dalam hasil penelitian dipaparkan konsep pikiran, konsep diri, dan hubungan antara individu dengan masyarakat berdasarkan teori George Herbert Mead. Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat pemahaman dan menjadi bahan pengembangan yang lebih baik terhadap kajian interaksionisme simbolik yang ada di masyarakat melalui kesenian. Bermanfaat di bidang kesenian yaitu membantu dalam pengenalan kesenian khususnya Ludruk sebagai budaya daerah yang harus dilestarikan. Hasil penelitian ini adalah konsep pikiran yang terdiri atas indikator aksi meliputi pengabdian, sikap, dan tuntutan. Indikator reaksi meliputi penolakan dan peneriman. Konsep diri yang dipengaruhi oleh faktor peran orang tua, faktor sosial, dan faktor belajar. Serta hubungan individu dengan masyarakat yang terdiri dari indikator kerukunan dan taat norma.

Kata Kunci : kesenian, kidung, interaksionisme simbolik


Kata Kunci


kesenian, kidung, interaksionisme simbolik

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Ardianto, Elvinaro dan Bambang Q-Aness, 2007. Filsafat Ilmu Komunikasi, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Arifin, Anwar. 1994. Strategi Komunikasi Sebuah Pengantar Ringkas, Cet. III, Bandung: Armico.

Blumer, Herbert, 1969. Symbolic Interaction. New York: Prentice Hall.

Cailos, Roger, 1962. Man, Play, and Games. London: hames & Hudson

Cronk, George, 1973. Symbolic Interactionism: A “Left-Median” Interpretation” dalam Social Theory and Practice. Vol. 2. No.3 (313-333)

Danandjaja, James. 2002. Folklor Indonesia:Ilmu gossip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka utama Grafiti.

Djamaris, Edwar. 1990. Mengenai Khazanah Sastra Melayu Klasik(Sastra Indonesia Lama). Jakarta: Balai Pustaka.

Effendy, Onong Uchjana, 1989. Kamus Komunikasi, Bandung: Mandar Maju.

Irianto, Agus Maladi, 2015. Interaksionisme Simbolik. Pendekatan Antropologis Merespons Fenomena Keseharian. Semarang: Gigi Pustaka Mandiri.

Mulyana, Deddy, 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Sosial Lainnya, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Pareto, Vilfredo. The Mind and Society. New York: Harcourt, Brace and Company. T.th.

Puddephatt, Antony J & Robert Prus. Agustus 2007. Causality, Agency, and Reality: Plato and Aristotle Meet George Herbert Mead and Herbert Blumer. Dalam Sociological Focus, Vol. 4. No. 3.

Shintaviana, Fransisca Vivi., & Yudarwati, G Arum. (2014). Konsep Diri Serta Faktor-Faktor Pembentuk Konsep Diri Berdasarkan Teori Interaksionisme Simbolik (Studi Kasus pada Karyawan Kantor Kemahasiswaan, Alumni dan Campus Ministry, Uniersitas Atma Jaya Yogyakarta). Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi. P1-15.

Umiarso and Elbadiansyah. 2014. Interaksionisme Simbolik: Dari Era Klasik Hingga Modern/Umiarso & Elbadiansyah-Ed.1-Cet. 1.-Jakarta: Rajawal Pers.

Wallek, Renne dan Warren, Austin. 1997. Teori Kesusastraan dan Kebudayaan. Jakarta : Gramedia.

Wirawan,I.B.2012.Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma.Jakarta:Kencana Prenata Media.




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/fonema.v4i2.760

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Ilmiah Fonema by http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. View My Stats