PENGARUH SPIRITUAL QUOTIENT DAN WORKPLACE SPIRITUALITY TERHADAP DEVIANT WORKPLACE BEHAVIOR DENGAN JOB SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA TENAGA KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR ISLAM DI KOTA SURABAYA

  • Arif Nur Rachman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr. Soetomo Surabaya
  • Firdaus Firdaus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Abstract views: 49 , PDF downloads: 27
Keywords: Spiritual Quotient, Workplace Spirituality, Job Satisfaction, Deviant Workplace Behavior

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Spiritual Quotient dan Workplace Sprituality terhadap Deviant Workplace Behavior dengan Job Satisfacation sebagai Variabel Intervening pada pegawai SDI AL Mufidah Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 orang dan sampel size sejumlah 30 responden dengan menggunakan sampel jenuh / sensus yang termasuk dalam non probability sampling. Alat analisis menggunakan data kuesioner yang diolah menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Sedangkan untuk menguji hipotesis menggunakan alat analisis Partial Least Square. Hasil pengujian menunjukkan variabel Spiritual Quotient berpengaruh signifikan terhadap variabel Deviant Workplace Behavior dengan nilai T-Statistik (3,697) > nilai T-Tabel (2,04), variabel Workplace Spirituality berpengaruh terhadap variabel Job Satisfaction dengan nilai T-Statistik (5,010) > nilai T-Tabel (2,04) dan Workplace Spirituality berpengaruh terhadap variabel  Deviant Workplace Behavior dengan nilai T-Statistik (2,418) > nilai T-Tabel (2,04), sedangkan untuk pengaruh Spiritual Quotient dan Workplace Spirituality melalui Job Satisfaction sebagai variabel intervening tidak terbukti berpengaruh.

References

Ahmad, Aminah dan Zoharah Omar.2014.Reducing Deviant Behavior trough Workplace Spirituality and Job Satisfaction. Asian Social Science, Vol.10.No.19.
Applebeum, Steven H., Guilio David I, Albert Matousek.2007. Positove and negative deviant workplace behavior : causes, impacts, and solutions.Emerald Group. Vol.7 No.5, pp. 586-598.
Bakhri, Amirul. 2010. Kecerdasan Emosi dan Spiritual (ESQ) Ari Ginanjar. https://amirulbahri.wordpress.com/2010/10/17/kecerdasan-emosi-dan-spiritual-esq-ari-ginanjar/. Diakses pada 05 Agustus 2018.
Chin, W.W. 1998. The partial least square approach to structural equation modeling . Modern methods for business research .
Ditasari, Rizky A. 2016. Pengaruh Workplace Spirituality terhadap Workplace Deviant Behavior dengan Job Satisfaction sebagai Variabel Intervening Pada Pegawai Negeri Sipil Kecamatan Pemerintahan Kota Surabaya. Skripsi Progaram Sarjana Universitas Airlangga.
Hadiati. 2011. Pengertian Perilaku Menyimpang. http:// hadiatihadit.blogspot.com/ 2011/02/pengertian-perilaku-menyimpang.html. Diakses 05 Agustus 2018
Kriyantono, Rachmat. 2010. Teknik Praktis Riset Komunikasi : Disertai Contoh Praktis Riset Mediam Public Relation, Advertising, Komunikasi Organization, Komunikasi Pemasaran. Jakarta : Kencana
Luthans, Fred. 2008. Organizational behavior, 11th edition. Singapore : McGraw-Hill International edition.
Maslahah, Ani Agustiyani. (2013). Pentingnya Kecerdasan Spiritual dalam Menangani Perilaku Menyimpang. Jurnal Bimbingan Konseling Islam.
Mudrajat, Kuncoro. 2013. Mudah Memahami dan Menganalisis Indikator Ekonomi. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
Nurfianti, Agustin dan Seger Handoyo. 2013. Hubungan Antara Keadilan dan Perilaku Kerja Kontraproduktif dengan Mengontrol Leader Member Exchange (LMX). Jurnal Psiologi Industri dan Organisasi Universitas Airlangga. Vol.02 No. 03.
Nurtjahjanti, Harlina (2010). Spiritualitas Kerja Sebagai Ekspresi Keinginan Diri Karyawan Untuk Mencari Makna Dan Tujuan Hidup Dalam Organisasi. Jurnal Psikologi Undip, Vol.7, No1.
Rifai, Agus. 2015. Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk mengukur ekspektasi penggunaan repositori lembaga : Pilot studi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal Al-Maktabah. Vol 14, No 1.
Robbins, dan Judge (2008). Perilaku Organisasi : Organizational Behavior.Edisi Kedelapan.Jakarta :Salemba Empat.
Robinson, Sandra L. & Rebecca J. Bennett. 1995. A Typology of Deviant Workplace Behaviors: A Multidimensional Scaling Study. Academy of Management Journal, 38(2), pp: 555-572.
Robinson, Sandra L. & Rebecca J. Bennett. 2000. Development of Measure of Workplace Deviance.Journal of Applied Psycology, Vol.85, No.3.349-360.
Rohmah.2012. Analisis Pengaruh Kepuasan kerja dalam tim terhadap organizational citizenship behavior dengan workplace spirituality sebagai variabel moderator pada PT.Samarinda Utama.Skripsi Program Sarjana Universitas Airlangga Surabaya.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta
. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatatif dan R & D. Bandung : Alfabeta
. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D). Bandung : Alfabeta
. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta
Sukardi. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan : Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta : Bumi Aksara
Sulaiman, M. & Bhatti, O. K. (2013). Workplace Deviance and spirituality in Muslim Organizations. 237.
Syarif, Darman. 2015. Kepuasan Kerja. http:// theorymanajemendanorganisasi. blogspot.com/2015/12/pengertian.html
Narimawati, Umi., Sri Dewi Anggadini., & Linna Ismawati. 2010. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta : Genesis
Narimawati, Umi. 2011. Penulisan Karya Ilmiah : Panduan Awal Menyusun Skripsi dan Tugas Akhir Aplikasi Pada Fakultas Ekonomi UNIKOM. Bekasi : Genesis
Yamin,S. 2009. Structural Equation Modeling: Belajar Lebih Mudah Teknik Analisis Data Kuesioner dengan LISREL-PLS, Buku Seri Kedua. Salemba Infotek. Jakarta
Yogatama, L., dan Widyarini.(2015). Kajian Spiritualitas di Tempat Kerja pada Konteks Organisasi Bisnis. Jurnal Psikologi, Volume 42, No.1,April 2015.1-14.
Zohar, D. & Marshall, I. (2007). SQ: Spiritual Intelligence The Ultimate Intelligence. Alih Bahasa Rahmani
Published
2021-09-28
How to Cite
RachmanA. N., & FirdausF. (2021). PENGARUH SPIRITUAL QUOTIENT DAN WORKPLACE SPIRITUALITY TERHADAP DEVIANT WORKPLACE BEHAVIOR DENGAN JOB SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA TENAGA KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR ISLAM DI KOTA SURABAYA. Develop, 5(2), 65-82. https://doi.org/10.25139/dev.v5i2.4168
Section
Articles