Analisis Implementasi Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Sebagai Upaya Penurunan Kejadian Stunting Di Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.25139/htc.v8i1.10785Keywords:
Kebijakan, Stunting, Implementasi, Bapak AsuhAbstract
ABSTRAK
Berdasarkan hasil SSGI tahun 2022 angka balita stunting di Kota Padang sebesar 19,5%. Bila dibandingkan dengan tahun lalu prevalensi stunting di Kota Padang 18,9 %, ini membuktikan adanya peningkatan sekitar 0,6%. Kenaikan yang terjadi mengambarkan masih perlu kerja keras bersama dalam penurunan angka stunting di Kota Padang. Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 sebagai upaya penurunan kejadian kasus stunting termasuk di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi program Bapak Asuh Anak Stunting yang ditinjau dari pendistribusian bantuan yang diberikan oleh bapak asuh kepada sasaran stunting. Metode penelitian kualitatif dengan melakukan indepth interview dan observasi, informan dipilih secara purposive sampling sebanyak 8 orang yang terlibat dalam implementasi program Bapak Asuh Anak Stunting. Komponen yang diteliti adalah input (kebijakan, sumber daya manusia, pembiayaan, metode), proses (pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi) dan output (capaian penurunan stunting). Hasil : komponen input ; adanya Modul BAAS sebagai pedoman pelaksanaan program, sumber daya manusia masih belum mencukupi, tidak ada dana khusus BAAS, dan sarana prasarana masih kurang. Komponen proses ; pendistribusian dilakukan sesuai dengan Modul BAAS, pendataan yang belum merata. Komponen output ; program bedah rumah sehat, pembangunan jambanisasi, sanitasi air bersih, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, baduta dan balita, adanya DASHAT dan pos gizi untuk edukasi stunting dan edukasi pengolahan bahan pangan yang akan dikonsumsi oleh anak stunting.
Kata kunci : kebijakan, stunting, implementasi, bapak asuh
ABSTRACT
Based on the SSGI results in 2022, the stunting toddler rate in Padang was 19.5%. When compared to last year the prevalence of stunting in Padang City was 18.9%, this proves an increase of around 0.6%. The increase that occurred illustrates that we still need to work hard together in reducing the stunting rate in the city of Padang. Stunting Foster Children Program (BAAS) which is listed in Presidential Regulation Number 72 of 2021 as an effort to reduce the incidence of stunting cases, including in the city of Padang. The purpose of this study was to analyze the implementation of the Foster Fathers for Stunting Children program in terms of the distribution of assistance provided by foster fathers to stunting targets. The type of this research was Qualitative by conducting in-depth interviews and observations. The informants were selected by purposive sampling as many as 8 people involved in the implementation of the Foster Stunting Children program. The components studied are inputs (policies, human resources, financing, methods), processes (implementation and monitoring and evaluation) and outputs (stunting reduction achievements). Result: component input; the existence of the BAAS Module as a guideline for program implementation, human resources were still insufficient, there was no special BAAS fund, and infrastructure was still lacking. process component; distribution was carried out in accordance with the BAAS Module, data collection was not evenly distributed. output component; healthy home renovation program, construction of latrines, clean water sanitation, provision of supplementary food for pregnant women, toddlers and toddlers, the existence of DASHAT and nutrition posts for education on stunting and education on food processing that will be consumed by stunted children.
Keywords : Policy, Stunting, Implementation, Foster Fathers
References
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Sumatera Barat. (2020). Fasilitasi Dukungan Kegiatan Untuk Intervensi Stunting Di Sumatera Barat Melalui Video Conference. Sumbarprov.Go.Id. https://bappeda.sumbarprov.go.id/home
/news/163-fasilitasi-dukungan- kegiatan-untuk-intervensi-stunting-di- sumatera-barat-melalui-video- conference.html.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Humbang Hasundutan. (2022). Indonesia Peringkat 5 di Dunia, Stunting disebut Bukan Hanya Urusan Pemerintah. Narasi Tunggal. https://humbanghasundutankab.go.id/m ain/index.php/read/ne ws/828.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI. (2022). Wujudkan Sumatera Barat Bebas dari Stunting Melalui Penyaluran APBN yang Responsif untuk Pembangunan Inklusif. Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI.
https://djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/su mbar/id/data-publikasi/berita- terbaru/2954- wujudkan-sumatera- barat-bebas-dari-stunting-melalui- penyaluran-apbn- yang-responsif- untuk-pembangunan-inklusif.html
Dr.Ir. Benjamin Bukit, M. dkk. (2017).
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA Teori, Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi (Arypena (ed.); 1st ed.). Zahir Publishing.
Febrian, F., & Yusran, R. (2021). Koordinasi Dalam Implementasi Kebijakan Pencegahan Stunting Di Kota Padang. Jurnal Manajemen Dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 3(1), 11–21.
https://doi.org/10.24036/jmiap.v3i1.214 Fuat Khafifi, D. (2022). Program Pemberian Makanan Tambahan Dalam Upaya Penangananstunting Di Desa Pagerejo Kec. Kertek Kab. Wonosobo.
Vol 2 No.3.
katadata.co.id. (2022). ini-wilayah-sumatra- barat- dengan-prevalensi-balita- stunting-terbesar-pada-2021.
https://databoks.katadata.co.id/datapubl ish/2022/07/20/ini-wilayah-sumatra- barat- dengan-prevalensi-balita- stunting-terbesar-pada-2021
Katadata. (2022). Prevalensi Stunting Balita Indonesia Tertinggi Kedua di ASEAN. Kata Data.
https://databoks.katadata.co.id/datapubl ish//
Kemenkes. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kemenkes, 1–7. Muthia, G., Edison, E., & Yantri, E. (2020). Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Ditinjau dari Intervensi Gizi Spesifik Gerakan 1000 HPK Di Puskesmas Pegang Baru Kabupaten Pasaman. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4), 100–108.
https://doi.org/10.25077/jka.v8i4.1125 Narayan J, John D, R. N. (2019).
Malnutrition in India: status and government initiatives. J Public Health Policy. 1, 126–141.
https://doi.org/10.1057/s41271-018- 0149-5
Padek.jawapos.com. (2022). Menjelaskan dari data Kemen terian,1.002 anak yang menderita stunting. Padek.Jawapos.Com. https://padek.jawapos.com/sumbar/pad ang/01/09/2022/1-002-anak-di-padang- idapstunting/#:~:text=Ia menjelaskan%2C dari data Kemen terian,1.002 anak yang menderita stunting.
Robby Sandes. (2022). Pemkot Padang Cari Bapak Angkat untuk Turunkan Stunting. Kementerian Sekretariat Negara RI Sekretarian Wakil Presiden. https://stunting.go.id/pemkot-padang- cari-bapak-angkat-untuk- turunkan- stunting/
Silva, M. B. (2016). Percepção da população assistida sobre a inserção de estudantes de medicina na Unidade Básica de Saúde. Trabalho de Conclusão de
Curso, 1(9), 1–10.
https://doi.org/10.1017/CBO978110741 5324.004
SPADA UNS. (2021). METODE PENCIPTAAN LANJUT 2021. Portal
SPADA Universitas Sebelas Maret. https://spada.uns.ac.id/mod/assign/view
.php?id=151405#:~:text=• Metode adalah “prosedur%2C teknik,teori%2C termasuk metode itu sendiri
Tim Indonesiabaik.id. (2019). Bersama Perangi Stunting (1st ed.). direktorar jenderal informasi dan komunikasi publik kementerian komunikasi dan informatika.




