Kesenjangan dan Kesetaraan dalam Perawatan Persalinan di Masyarakat Pesisir, Pegunungan, dan Perkotaan

Authors

  • Wulan Diana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Artha Bodhi Iswara Surabaya
  • Sulenti Widiastutik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Artha Bodhi Iswara Surabaya
  • Mustalia Mustalia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Artha Bodhi Iswara Surabaya
  • Iis Noventi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya http://orcid.org/0000-0001-5613-8779

DOI:

https://doi.org/10.25139/htc.v9i1.11759

Keywords:

Kesenjangan Kesehatan, Kesetaraan Layanan Persalinan, Pesisir, Pegunungan, Perkotaan

Abstract

Kesenjangan akses layanan persalinan masih menjadi tantangan utama dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Perbedaan karakteristik geografis seperti wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan berkontribusi terhadap ketimpangan pemanfaatan fasilitas kesehatan saat persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan dan kesetaraan dalam perawatan persalinan berdasarkan wilayah tempat tinggal serta faktor predisposisi, enabling, dan need. Penelitian mengunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari ibu yang melahirkan dalam lima tahun terakhir di wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan (masing-masing n=15). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α < 0.05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara wilayah tempat tinggal dan pemilihan tempat persalinan (p = 0.000). Variabel pendidikan ibu (p = 0.001), pekerjaan ibu (p = 0.028), dan status ekonomi keluarga (p = 0.005) juga berhubungan signifikan dengan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan (p < 0.05). Sementara itu, tingkat pengetahuan kesehatan ibu (p = 0.073) dan jumlah anak (paritas) (p = 0.071) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0.05). Variabel pekerjaan suami tidak dapat dianalis menggunakan uji Chi-Square karena seluruh responden berada pada kategori yang sama. Disparitas spasial dipengaruhi oleh akses transportasi, kondisi geografis, faktor sosial budaya, dan distribusi tenaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan kesenjangan perawatan persalinan masih nyata terjadi antara wilayah terpencil dan perkotaan. Intervensi berbasis komunitas, penguatan kader kesehatan, serta dukungan kebijakan berbasis wilayah diperlukan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDG) 2030.

References

[1] World Health Organization, World Health Statistics 2019: Monitoring Health for the SDGs. Geneva: WHO, 2019. [Online]. Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789241565707
[2] World Health Organization (WHO), UNICEF, UNFPA, World Bank Group and the United Nations Population Division, Trends in Maternal Mortality 2000–2017. Geneva: WHO, 2019. [Online]. Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789241516488
[3] World Health Organization, Trends in Maternal Mortality 2000–2023. Geneva: WHO, 2023. [Online]. Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789240068759
[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI, 2024. [Online]. Available: https://www.kemkes.go.id
[5] Badan Pusat Statistik & Kementerian Kesehatan RI, Long Form Sensus Penduduk 2020: Analisis Kematian Ibu. Jakarta: BPS, 2021. [Online]. Available: https://www.bps.go.id
[6] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Kematian Ibu Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI, 2022. [Online]. Available: https://www.kemkes.go.id
[7] World Health Organization, “Skilled birth attendants,” WHO Fact Sheet, 2020. [Online]. Available: https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/3158
[8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020–2024. Jakarta: Kemenkes RI, 2020. [Online]. Available: https://www.kemkes.go.id
[9] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI, 2016. [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id
[10] F. Efendi, M. Ni’mah, R. Hadisuyatmana, P. Kuswanto, and A. Lindayani, “Determinants of facility-based childbirth in Indonesia: A secondary analysis of the 2012 Indonesia Demographic and Health Survey,” BMC Pregnancy and Childbirth, vol. 19, no. 1, 2019, Art. no. 32. DOI: 10.1186/s12884-019-2175-2
[11] World Bank, Indonesia Health Sector Review. Washington DC: World Bank, 2020. DOI: 10.1596/33041
Available: https://documents.worldbank.org
[12] A. P. Dewi and L. Rahmawati, “Faktor determinan kematian ibu di wilayah pesisir Indonesia,” Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, vol. 12, no. 3, 2021. [Online]. Available: https://ejournal.kemkes.go.id
[13] United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia, Maternal Health Disparities in Indonesia, 2024. [Online]. Available: https://indonesia.unfpa.org
[14] World Bank, Geographic Inequality in Health Services in Indonesia, 2020. DOI: 10.1596/978-1-4648-1493-7
Available: https://openknowledge.worldbank.org
[15] R. M. Andersen, “Revisiting the behavioral model and access to medical care: Does it matter?” Journal of Health and Social Behavior, vol. 36, no. 1, pp. 1–10, 1995. DOI: 10.2307/2137284
[16] S. Notoatmodjo, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.
[17] S. B. Widayati et al., “Maternal education and health facility delivery in Indonesia,” Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, vol. 17, no. 2, 2022. DOI: 10.21109/kesmas.v17i2.XXXX
Available: https://journal.fkm.ui.ac.id
[18] BPJS Kesehatan, Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2023. Jakarta: BPJS Kesehatan, 2023. [Online]. Available: https://www.bpjs-kesehatan.go.id
[19] P. Permatasari, C. Arbitera, and D. M. Wenny, “Kesenjangan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan berdasarkan faktor sosial ekonomi,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, vol. 12, no. 1, 2020. [Online]. Available: https://jikm.upnvj.ac.id
[20] World Health Organization, Improving Quality of Maternal and Newborn Care, Geneva: WHO, 2023. [Online]. Available: https://www.who.int/publications
[21] World Health Organization, WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience, Geneva: WHO, 2018. DOI: 10.1016/S0140-6736(16)31431-9
Available: https://www.who.int/publications
[22] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia 2021–2023. Jakarta: Kemenkes RI. [Online]. Available: https://www.kemkes.go.id
[23] World Health Organization, Trends in Maternal Mortality 2000–2023. Geneva: WHO, 2023.
Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789240068759
[24] World Bank, Indonesia Health Sector Review. Washington, DC: World Bank, 2020.
DOI: 10.1596/33041
Available: https://documents.worldbank.org
[25] World Health Organization, Strategies toward Ending Preventable Maternal Mortality (EPMM). Geneva: WHO, 2015.
Available: https://www.who.int/publications
[26] UNFPA Indonesia, Maternal Health Disparities in Indonesia, 2024.
Available: https://indonesia.unfpa.org
[27] G. Victora et al., “Health equity and maternal services,” The Lancet Global Health, 2018.
DOI: 10.1016/S2214-109X(18)30008-8
Available: https://www.thelancet.com
[28] A. E. Kunst and T. A. Houweling, “Measuring socioeconomic inequalities in health,” WHO, 2001.
Available: https://www.who.int
[29] L. W. Green and M. Kreuter, Health Promotion Planning, 2005.
[30] F. Efendi et al., “Determinants of facility-based childbirth in Indonesia,” BMC Pregnancy and Childbirth, 2019.
DOI: 10.1186/s12884-019-2175-2
[31] R. P. Jekti and D. Mutiatikum, “Hubungan jarak kehamilan dengan pemilihan penolong persalinan,” 2011.
Available: https://journal.fkm.ui.ac.id
[32] World Health Organization, WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience, 2018.
Available: https://www.who.int/publications

Downloads

Published

2026-05-19