Aktivitas Antibakteri Herba Daun Gatal (Laportea interupta L. Chew) terhadap Staphylococcus aureus dan Escerichia coli

krisna kharisma pertiwi

Abstract


Krisis resistensi antibiotic terjadi karena penggunaan antibiotic yang tidak tepat dan berlebihan (Ventola, 2015). Semakin meningkatnya angka resistensi antibiotik menjadi alasan untuk mengembangkan senyawa anti bakteri baru dari alam. Laportea interupta L. Chew adalah salah satu tanaman liar yang sering dikenal dengan nama daun gatal. Kandungan fitokimia yang terkandung juga tinggi, diantaranya adalah senyawa flavonoid dan fenolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri herba daun gatal terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan perbandingan 1:5. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli dengan menggunakan media sumuran. Masing-masing pengujian dilakukan dengan kontrol positif tetrasiklin, kontrol negatif, dan 3 seri konsentrafi ekstrak, yaitu 40%, 50%, dan 60%. Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat di sekitar sumuran. Hasil pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa herba daun gatal mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin dan glikosida. Pengujian terhadap bakteri S. aureus menunjukkan bahwa pada konsentrasi ekstrak 60% memberikan hasil intermediet antibakteri dengan diameter zona hambat 15,68 cm. Sedangkan pada E. coli menghasilkan hasil intermediet pada konsentrasi ekstrak 50% dan 60% dengan diameter zona hambat masing-masing 12,30 cm dan 13,27 cm. Berdasarkan hasil uji aktivitas antibakteri, disimpulkan bahwa ekstrak daun gatal memberikan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus maupun terhadap E.coli yang ditunjukkan dengan terbentukanya zona hambat disekitar sumuran.

Kata kunci : antibakteri, S. aureus, E.coli, herba daun datal

Full Text:

PDF

References


Astuti, K., Padmasari, P., & Warditiani, N. (2013). Skrining Fitokimia Ekstrak Ethanol 70% Rimpang Bangle (Zingiber purpureum Roxb.). Jurnal Farmasi Udayana, 1-4.

Darsana , I., Besung, I., & Mahatmi, H. (2012). Potensi Daun Binahong (Andredera cardifolia (Tenore) Steenis) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Eschericia coli secara In Vitro. Indonesia Medicius Veterinus, 337-351.

Dima , L., & Lusi, L. (2016). Aktivitas Antibakteri Daun Kelor (Moringa oleifera L.) terhadap Bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Farmasi, 25.

Hughes, D., & Karlen, A. (2014). Discovery and Preclinical Development of New Antibiotics. Upsala Journal of Medical Sciences, 162-169.

Jawetz, E., Melnick, J., & Adelberg, E. (2013). Medical Microbiology Ed. 26. USA: Mc. Graw Hill.

Krishna, C. S., Sajeesh, T., & Parimelazhagan, T. (2014). Evaluation of Nutraceutical Properties of Laportea interrupta (L.) Chew. Food Sci. Biotechnol., 577-585.

Lense, O. (2012). The Wild Plants Used as Traditional Medicines by Indigenous People of Manokwari, West Papua. Biodiversitas, 98-106.

Mahatriny, N., Payani, N., Oka, I., & Astuti, K. (2014). Skrinning Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) yang diperoleh dari Daerah Ubud Kabupaten Gianyar Bali. Jurnal Farmasi Udayana, 8-13.

Maulita, C., Arvin , N., & Sumantri , C. (2009). Uji AKtivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropa curcas L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, Eschericia coli ATCC 25922 dan Salmonella typhii ATCC 1408. Jurnal Ilmu Pertanian, 26-37.

pertiwi, k. k. (2018). senyawa turunan kalkon. jhsf, 42.

Sangi, M., Makang, V., Runtuwene, M., & Simbala, H. (2008). Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat di Kabupaten Minahasa Utara. Chemistry Progress, 47-53.

Selvam, N. T., KR, S., & MV, A. (2016). Ethnomedicinal Value of Laportea interrupta L. Chew : A Review. International Journal of Pharma Sciences and Research, 245-249.

Selvam, T., KR, S., Kumar , V., VC, D., & MV, A. (2016). Physico-chemical, Phytochemical and SPectroscopic Characteristics of Aqueous and Methanolic Extracts of Laportea interrupta L. Chew Leaf. International Journal of Scientific Research in Science and Technology, 309-314.

Setyowati, W. A., & Ariani, S. (2014). Skrinning Fitokimia dan Identifikasi Komponen Utama Ekstrak Methanol Kulit Durian (Durio zibenthius Murr.). Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia VI, 275.

Tohamayu, R. (2014). Identifikasi Senyawa Aktif dan Uji Toksisitas Ekstrak Daun Binahong (Andredera cardifolia Ten. Stenis) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT. Journal Gorontalo, 12.

Ventola, C. L. (2015, April). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibiotic-resistance. Retrieved Maret 11, 2019, from World Heath Organization: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4378521/pdf/ptj4004277.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/htc.v2i1.1558

Refbacks

  • There are currently no refbacks.