“RIKYŪ HYAKUSHU” SEBAGAI CERMINAN DARI JIWA CHA NO YU

Cicilia Tantri Suryawati

Sari


Dalam cha no yu terdapat istilah WaKeiSeiJaku yakni ajaran yang dicetuskan oleh Sen no Rikyū yang merupakan nilai-nilai kejiwaan yang terdapat dalam Cha no Yu. Ajaran-ajaran tersebut sebagian besar terdapat pada sajak-sajak dalam kumpulan sajak Rikyū Hyakushu. Dalam melakukan prosesi Cha no Yu, keempat ajaran tersebut harus diterapkan secara bersamaan. Akan tetapi tidak sedikit pembelajar asing yang kurang mengerti tentang apa dan bagaimana jiwa dan perasaan yang harus dibawa / dimiliki ketika melakukan prosesi Cha no Yu. Oleh Karena itu peneliti memutuskan untuk menganalisis sajak Rikyū Hyakushu untuk dicerminkan ke dalam jiwa cha no yu.

      Berikut rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini:

1. Bagaimanakah cerminan jiwa “和 (wa)” dalam Rikyū Hyakushu ?

2. Bagaimanakah cerminan jiwa “敬 (kei)” dalam Rikyū Hyakushu ?

3. Bagaimanakah cerminan jiwa “清 (sei)” dalam Rikyū Hyakushu ?

4. Bagaimanakah cerminan jiwa “寂 (jaku)” dalam Rikyū Hyakushu ?

      Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teori tentang puisi, strukturalisme, sejarah Cha no Yu (Sadō), Ocha no kokoro (Jiwa Cha no Yu), Biografi Sen no Rikyū, dan Rikyū Hyakushu. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif karena data-data yang digunakan merupakan sajak-sajak yang terdapat dalam Rikyū Hyakushu. Dalam penelitian kali ini, peneliti mendapatkan data dari buku yang berjudul “Rikyū Dōka ni Manabu (Ura Senke Gakuen Kōkai Kōza PEL Siri-zu)” karangan Abe Sosei, dengan penerbit Tankōsha, tahun 2000.

      Adapun hal yang ditemukan peneliti dalam penelitian ini adalah jiwa “wa” merupakan keselarasan dimana antara satu dan yang lainnya saling berkaitan, dan jiwa “wa” merupakan sesuatu yang fleksibel tetapi mengandung suatu keharmonisan. Sedangkan jiwa “kei” terwujud dengan menghargai atau menghormati niat dan tindakan sesama serta cara memperlakukan benda. “sei” tercermin dari cara membersihkan alat-alat, penggunaan alat-alat yang serba bersih pada saat jamuan minum teh, serta melakukan cha no yu dengan hati yang bersih, tidak dengan perasaan marah, ataupun dengki. Dan jiwa “jaku”, tidak hanya sekedar suasana yang tenang, namun juga perasaan batin yang tenang agar dapat membentuk suatu keanggunan ketika melakukan cha no yu.

Kata kunci : Rikyū Hyakushu, Ocha no Kokoro

 


Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25139/ayumi.v2i1.254

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.