Literasi media berbasis kearifan lokal pada masyarakat bali

Rini Darmastuti, Jusuf Tjahjo Purnomo, Birmanti Setia Utami, Hanita Yulia

Abstract


This research aims to describe the Balinese local wisdom as the groundwork for media literacy and to build media literacy model. The observations and in-depth interviews to Balinese prominent leaders were conducted in his qualitative research. The results show that (1) Nawangleh and Tri Hita Karana are the Balinese local wisdom; (2) The principle of Nawangleh and Tri Hita Karana becomes the basis for filtering, sorting, and choosing the messages shown on the television; (3) The opinion leaders that convey the messages of media literacy are Kelian Adat and Sanggar’s mentors (housewives), karang taruna’s leaders (teenagers), and school teachers (children).

Keywords


media literacy; model; local wisdom; bali

Full Text:

PDF

References


Ardiyasa, I. P. 2015. “Strategi Pengelolaan Sanggar Seni Anacaraka dalam Mewadahi Bakat Anak-Anak di Pegunungan Kintamani Bali.” Tata Kelola Seni,Vol. I No. 2 Desember 2015.

Atmadja, N. B. 1998. “Memudarnya Demokrasi Desa: Pengelolaan Tanah Adat, Konversi dan Implikasi Sosial dan Politik di Sesa Adat Julah, Buleleng, Bali”. Disertasi (Tidak dipublikasikan). Jakarta: Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Aufderheide, P. (1993). Media Literacy. A Report of the National Leadership Conference on Media Literacy. Aspen Institute, Communications and Society Program, 1755 Massachusetts Avenue, NW, Suite 501, Washington, DC 20036..

Cantor, J., & Wilson, B. J. (2003). Media and violence: Intervention strategies for reducing aggression. Media Psychology, 5(4), 363-403.

Cantika, I. W. K. 1990. “Upaya Tradisional Mengelola Lingkungan dalam Hubungannya dengan Pembangunan”. Wahana, No. 8, Th. IV Februari 1990.

Darmastuti, R. (2006). Pengaruh terpaan televisi terhadap pola komunikasi komunitas Samin. Jurnal Kritis, Vol. XVIII, No. 3 Des 2006, hal. 325-341. ISSN 0215 – 4765.

Darmastuti, R. (2007). Pengaruh ‘Lunturnya’ Penggunaan Bahasa Jawa Terhadap Perubahan Sikap dan Tata Krama Anak SD di Kecamatan Banjarsari, Solo. Laporan Penelitian ini dibiayai oleh Kopertis VI. Salatiga : Universitas Kristen Satya Wacana.

DeGaetano, G. (2010). 100 family media literacy activities. Retrieved at, 3, 2012.

Douglas, K. (2010). Budaya Media : Cultural Studies, Identitas, dan Politik : Antara Modern dan Posmodern. Yogyakarta: Jalasutra.

Gomez, L. M., & Gomez, K. (2007). Reading for learning: Literacy supports for 21st-century work. Phi Delta Kappan, 89(3), 224-228.

Hamot, G. E., Shiveley, J. M., & VanFossen, P. J. (1997). Media Literacy in Social Studies Teacher Education: Relating Meaning to Practice.

Luke, C. (1999). Media and cultural studies in Australia. Journal of Adolescent & Adult Literacy, 42(8), 622.

Manzo, K. K. (2007). Alliance provides' core principles' for media literacy. Education Week, 26, 42.

Nathanson, A. I. (1999). Identifying and explaining the relationship between parental mediation and children's aggression. Communication Research, 26(2), 124-143.

Noviasi, N.K.P, Waleleng, G.J., danTampi, J. R. 2015. “Fungsi Banjar Adat dalam Kehidupan Masyarakat Etnis Bali di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara.” e-journal “Acta Diurna”, Volume IV. No.3. Tahun 2015.

Purnomo, J. T. (2015). Media Ramah Anak. Prosiding Seminar Nasional Psikologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta: Jilid 2, 154-173, ISBN 9779-602-71716-3-3

Purnomo, J. T., dan Darmastuti, R. (2016). Model Literasi Media dalam konsep kearifan lokal masyarakat Samin. Laporan Penelitian Hibah Bersaing Dikti.

Purnomo, J. T., dan Darmastuti, R. (2016). Perilaku Penggunaan Media pada Anak SD di Salatiga. Laporan Penelitian. Salatiga : UKSW.

Roesli, U. (2001). Pedoman pijat bayi Rev.ed. Jakarta : Trubus Agriwidaya

Santri, R. 2007, Tri Hita Karana: Kompas, 5 Desember 2007.

Sirtha, Nyoman, 2008. Subak (Konsep Pertanian Religius Perspektif Hukum, Budaya dan Agama Hindu). Surabaya: Paramita.

Stripling, B. K., & Hughes-Hassell, S. (Eds.). (2003). Curriculum connections through the library. Libraries Unltd Incorporated.

Sudira, Putu. 2011. “Praksis Ideologi Tri Hita Karana dalam Struktur dan Kultur Pendidikan Karakter Kejuruan pada SMK di Bali.” Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun 1, no. 1. Oktober 2011.

Thoman, E. (1999). Skills and strategies for media education. Educational Leadership, 56, 50- 54.

Udayana, A. A. G. B. 2017. “Marginalisasi Ideologi Tri Hita Karanapada Media Promosi Pariwisata Budayadi Bali.” MUDRA Jurnal Seni Budaya, volume 32, nomor 1, hal. 110 – 122.

Wastika, D.N. 2005. “Penerapan Konsep Tri Hita Karana dalam Perencanaan Perumahan di Bali”. Jurnal Permukiman Natah. 2:62–105.

Widja, I.G. 2001. Menuju Wajah Baru Pendidikan Sejarah: Suatu Perspektif dalam Menyongsong Tatanan Baru Kehidupan Berbangsa. Singaraja: IKIP Negeri Singaraja. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/679519-anak-anak-yang-meregang-nyawa-akibat- tayangan-televisi, akses 29 Mei 2016

Vipriyanti, N. U. 2008. Dipresentasikan di IASC 2008 12th Bienniel Conference, July 14 -18, 2008.




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/jsk.v3i3.1538

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed By:

 

   

  

  

  

 

 

.

JSK' StatCounter Report