FENOMENA KUTUKAN SUMBER DAYA ALAM DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DI PULAU KALIMANTAN PADA TAHUN 2014 – 2023
DOI:
https://doi.org/10.25139/dev.v10i1.11614Keywords:
Kalimantan, Natural Resource Curse Index (NRDI), Natural Resource Curse, Regional Resource Curse Index (RRCI), Regional Suistainable Development Index (RSDI)Abstract
Kelimpahan sumber daya alam sering dianggap sebagai pendorong penting pembangunan ekonomi regional. Namun, literatur ekonomi pembangunan menyoroti sebuah paradoks yang dikenal sebagai Kutukan Sumber Daya Alam, di mana wilayah yang kaya akan sumber daya alam mungkin mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat karena ketergantungan yang berlebihan pada industri ekstraktif dan diversifikasi ekonomi yang lemah. Meskipun fenomena ini telah banyak diteliti di tingkat lintas negara, bukti empiris di tingkat subnasional, khususnya di wilayah kaya sumber daya di negara berkembang, masih terbatas.
Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelimpahan sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi regional di lima provinsi Pulau Kalimantan, Indonesia, selama periode 2014–2023. Untuk mengukur besarnya Kutukan Sumber Daya Alam, studi ini menggunakan Indeks Kutukan Sumber Daya Regional (RRCI), dilengkapi dengan Indeks Ketergantungan Sumber Daya Alam (NRDI) dan Indeks Pembangunan Berkelanjutan Regional (RSDI). Selanjutnya, analisis regresi data panel digunakan untuk menguji dampak beberapa determinan terhadap Produk Domestik Bruto Regional (PDB), termasuk PDB awal, dana bagi hasil pertambangan (DBH), investasi domestik (PMDN), dan Indeks Pembangunan Manusia (HDI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi-provinsi dengan ketergantungan yang lebih tinggi pada sumber daya pertambangan cenderung menunjukkan indikasi yang lebih kuat terhadap Kutukan Sumber Daya Alam. Kalimantan Tengah mencatat nilai RRCI tertinggi (0,73), disertai dengan nilai NRDI dan RSDI yang relatif tinggi. Namun, hasil regresi menunjukkan bahwa dana bagi hasil pertambangan dan minyak dan gas memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap PDB. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat ketergantungan sumber daya yang kuat, bukti secara keseluruhan tidak mendukung adanya Kutukan Sumber Daya Alam di Kalimantan selama periode penelitian.
Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti empiris baru tentang Kutukan Sumber Daya Alam di tingkat provinsi di Indonesia, dengan mengintegrasikan ketergantungan sumber daya, transfer fiskal, dan indikator pembangunan manusia dalam kerangka pertumbuhan ekonomi regional.
References
Auty, Richard M. 1994. “Industrial Policy Reform in Six Large Newly Industrializing Countries: The Resource Curse Thesis.” World Development 22(1): 11–26.
Auty, Richard M. 1998. “Social Sustainability in Mineral-Driven Development.” Journal of International Development 10(4): 487–500.
Bishoge, Obadia Kyetuza, and Benatus Norbert Mvile. 2020. “The ‘ Resource Curse ’ from the Oil and Natural Gas Sector : How Can Tanzania Avoid It in Reality ?”
Economics, Essentials O F et al. The McGraw-Hill Series.
Fahriza, Ahmad. 2017. “PENGARUH MINYAK DAN GAS TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL: SEBUAH KUTUKAN ATAU ANUGERAH? Ahmad Fahriza.” (32).
Fitriyani, Erika Dwi, and Ladi Wajuba Perdini Fisabilillah. 2022. “Analisis Pengaruh PMDN Dan PMA Terhadap PDRB Jawa Timur.” Independent: Journal of Economics 2(1): 89–100.
Harefa, S.E., M.E., Mandala. 2019. “Pengaruh Kebijakan Dana Bagi Hasil Terhadap Penerimaan Daerah Di Provinsi Kalimantan Timur.” Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik 9(2): 147–60.
Humaini, Hayatullah, M Safri, and Etik Umiyati. 2017. “Analisis Penanaman Modal Dalam Negeri Dan Penanaman Modal Asing Dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi.” e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah 6(2): 57–64.
Komarulzaman, Ahmad, and Armida S Alisjahbana. “Bekerja g Kertas Menguji Hipotesis Kutukan Sumber Daya Alam Di Indonesia : Bukti Di Tingkat Regional Universitas Padjadjaran Menguji Hipotesis Kutukan Sumber Daya Alam Di Indonesia : Bukti Di Tingkat Regional.” (6).
Lingkungan, Terhadap et al. 2024. “P - ISSN : 2087 – 1058 Dampak Negatif Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin ( Peti ) ( Negative Impacts Of Unlicensed Gold Mining Activities On The Environment And Socio-Economy Of Communities In Central Kalimantan.”
Lucas, Robert E. 1988. “World Devziopment Report.” Journal of Monetary Economics 22(February): 3–42. http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0304393288901687.
Paul M.Romer. 1986. “Increasing Returns and Long-Run Growth.” Journal of Political Economy 94(5): 1002–37. http://www.journals.uchicago.edu/t-and-c.
Rahma, Hania, Akhmad Fauzi, Bambang Juanda, and Bambang Widjojanto. 2019. “Development of a Composite Measure of Regional Sustainable Development in Indonesia.” : 1–16.
Rahma, Hania, Akhmad Fauzi, Bambang Juanda, and Bambang Widjojanto. 2021. “Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia Fenomena Natural Resource Curse Dalam Pembangunan Wilayah Di Indonesia Fenomena Natural Resource Curse Dalam Pembangunan Wilayah Di Indonesia Pendahuluan.” 21(2).
Ridena, Sedwivia, and Wawan Hermawan. 2021. “Testing the Existence of Natural Resource Curse in Indonesia : The Role of Financial Development.” 22.
Sachs, Jeffrey D., and Andrew M. Warner. 2001. “The Curse of Natural Resources.” European Economic Review 45(4–6): 827–38.
Sholikin, Ahmad. 2018. “Kutukan Sumber Daya Alam (Resource Curse).” 45(Auty): 827–38. https://osf.io/preprints/inarxiv/d4shn/.
Solow, Robert. 1956. “A Contribution to the Theory of Economic Growth: Old and New.” Journal of Economics and International Finance 70(1): 65–94. http://links.jstor.org/sici?sici=0033-5533%28195602%2970%3A1%3C65%3AACTTTO%3E2.0.CO%3B2-M.
Zuada, Husen. 2022. Booming Nikel Dan Kutukan Sumber Daya Alam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
CC BY 4.0 Creative Commons Attribution 4.0 International. This license requires that reusers give credit to the creator. It allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, even for commercial purposes.
BY: Credit must be given to you, the creator.