Prinsip Negara Hukum dalam Penyelenggaraan Lembaga Peradilan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.25139/lex.v9i2.11001Kata Kunci:
Negara Hukum, Prinsip Negara Hukum, PeradilanAbstrak
Implementasi dalam penyelenggaraan lembaga peradilan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut antara lain adalah isu independensi hakim dari intervensi eksternal, baik dari pihak eksekutif maupun kepentingan-kepentingan politik. Selain itu, masalah korupsi di dalam sistem peradilan, lambatnya proses peradilan (judicial backlog), dan kurangnya aksesibilitas terhadap keadilan bagi masyarakat miskin juga menjadi hambatan serius. Oleh karena itu, penting untuk terus mengkaji dan memperkuat mekanisme pengawasan, reformasi kelembagaan, serta peningkatan integritas moral para hakim dan aparat peradilan lainnya agar prinsip negara hukum dapat benar-benar terwujud dalam praktik sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perkembangan prinsip Negara hukum Di Indonesia. Untuk mengetahui dan menganalisis peran Negara terhadap terselenggaranya peradilan di Indonesia.Tipe penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Prosedur Pengumpulan dan pengolahan bahan hukum dalam penelitian ini yaitu Kajian literatur atau studi kepustakaan (library research). Analisis pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Kedua, lembaga peradilan di Indonesia telah memiliki dasar hukum yang kokoh untuk menjalankan fungsinya sesuai dengan prinsip negara hukum.
Referensi
ALkhyalr, Z., Elmy, M., Winalrso, H. P., & Huldal, N. (2022). ALnallisis Perkembalngaln Konsep Negalral Hulkulm Di Indonesial Dalri Eral Proklalmalsi Hinggal Palscal Reformalsi. Julrnall Pendidikaln Kewalrgalnegalralaln, 12(2), 123–132.
ALhmald Balsulki. 2013. Pengalwalsaln Terhaldalp Penyelenggalralaln Kekulalsalaln Kehalkimaln Sebalgali ULpalyal Dallalm Mewuljuldkaln ALkulntalbilitals Peraldilaln Pidalnal. Julrnall Hulkulm Perspektif, Volulme XVIII No. 1 Talhuln 2013 Edisi Jalnulalri. Falkulltals Hulkulm ULniversitals Wijalyal Kulsulmal Sulralbalyal.
ALllaln R. Brewer-Calríals, Constitultionall Coulrtsals Positif Legislaltor inCompalraltive Lalw, XVIII Internaltionall Congress of Compalraltive Lalw of the Internaltionall ALcaldemy of Compalraltive Lalw, alt the George Walshington ULniversity Lalw School, Walshington, Jully 27, 2010.
ALli, M. (2020). Perbalndingaln Konsep Negalral Hulkulm. Biro Hulkulm Sekretalrialt Jenderall Kementerialn, 1–32.
ALnshalr, S. (2019). Konsep Negalral Hulkulm Dallalm Perspektif Hulkulm Islalm. Soulmalteral Lalw Review, 2, 1–23.
ALrifin, Firmalnsyalh dkk, 2005, Lembalgal Negalral daln Sengketal Kewenalngaln alntalr Lembalgal Negalral, KRHN & MKRI, Jalkalrtal.
ALntoniuls Suljaltal, 2000, Reformalsi Dallalm Penegalkaln Hulkulm, Djalmbaltaln, Jalkalrtal
ALnthon F. Sulsalnto, 2008. Penelitialn Hulkulm: Tralnsformaltif-Palrtisipaltoris, Setalral Press, Mallalng.
ALsshiddiqie, J. (2006). Galgalsaln Negalral Hulkulm Indonesial. 1–17. Https://Doi.Org/10.14375/Np.9782725625973
Galndalsulbraltal, H.R. Pulrwoto S., 1998, Renulngaln Hulkulm, Jalkalrtal: Ikaltaln Halkim Indonesial.
Halposaln Sialllalgaln. 2016. Peneralpaln Prinsip Negalral Hulkulm Di Indonesial. Julrnall Sosiohulmalnioral, Vol. 18 No. 2.
Halrmoko.2021. Politik Hulkulm Pengalwalsaln daln Penegalkaln Kode Etik daln Perilalkul Halkim Konstitulsi.
Iswalri, F. (2020). ALplikalsi Konsep Negalral Hulkulm Daln Demokralsi Dallalm Pembentulkaln ULndalng-ULndalng Di Indonesial. Jch (Julrnall Cendekial Hulkulm), 6(1), 127. Https://Doi.Org/10.33760/Jch.V6i1.285
Ismalil Rulmaldaln. 2017. Peraln Lembalgal Peraldilaln Sebalgali Institulsi Penegalk Hulkulm Dallalm Menegalkkaln Kealdilaln Balgi Terwuljuldnyal Perdalmalialn (Juldiciall Insttulton Role ALs Lalw Enforcement Insttulton ULpholding Julstce For Pealce). Julrnall Rechts Vinding. Volulme 6, Nomor 1, ALpril 2017.
Kalbaln, D. H. E., Pultri, K. AL., Palksi, AL. P., & Trialdi, I. (2024). Konsep Negalral Hulkulm Dallalm Perspektif Hulkulm Taltal Negalral Indonesial. Medial Hulkulm Indonesial, 2(3), 290–294.
Malrzulki, P. M. (2010). Penelitialn Hulkulm. Kencalnal Prenaldal Medial Groulp.
Mulhlalshin, I. (2021). Negalral Hulkulm, Demokralsi Daln Penegalkaln Hulkulm Di Indonesial. Julrnall ALl-Qaldalul: Peraldilaln Daln Hulkulm Kelulalrgal Islalm, 8(1), 87–100. Https://Doi.Org/10.24252/ALl-Qaldalul.V8i1.18114
Palulluls Effendi Lotullulng, 2010. Beberalpal Sistem tentalng Kontrol Segi Hulkulm terhaldalp Pemerintalh ( Edisi ke-II dengaln Revisi), Balndulng: Citral ALdityal Bhalkti.
Ralis, M. T. (2022). Negalral Hulkulm Indonesial: Galgalsaln Daln Peneralpalnnyal. Julrnall Hulkulm ULnsullbalr, 15(2), 1–20. Https://Ojs.ULnsullbalr.ALc.Id/Index.Php/J-Lalw/ALrticle/View/1854
Ralhalrdjo, Saltjipto, 2017, Ilmul Hulkulm, Citral ALdityal Balkti, Balndulng.
Sialllalgaln, H. (2016). Peneralpaln Prinsip Negalral Hulkulm Di Indonesial. Sosiohulmalnioral, 18(2), 131–137. Https://Doi.Org/10.24198/Sosiohulmalnioral.V18i2.9947
Sulbechi, I. (2012). Mewuljuldkaln Negalral Hulkulm Indonesial. Julrnall Hulkulm Daln Peraldilaln, 1(3), 339. Https://Doi.Org/10.25216/Jhp.1.3.2012.339-358
Sulpenal, C. (2023). Tinjalulaln Tentalng Konsep Negalral Hulkulm Indonesial Paldal Malsal Sebelulm Daln Sesuldalh ALmalndemen ULndalng-ULndalng Dalsalr Negalral Repulblik Indonesial Talhuln 1945. Moderalt : Julrnall Ilmialh Ilmul Pemerintalhaln, 9(2), 372–388.
Widodo, E., Julndialni, J., Sidalrtal, D. D., & Malzalyal, AL. S. Z. (2024). Pengulaltaln Hulkulm ALdministralsi Negalral ULntulk Mendulkulng Kebijalkaln Ekonomi Berkelalnjultaln Daln Berkealdilaln Sosiall. In Proceeding ALphtn-Haln (Vol. 2, Issule 1).