Penerapan Logika Matematika Dalam Ilmu Ekonomi Untuk Mendeskripsikan Permasalahan Korupsi

Endro Tri Susdarwono

Abstract


Abstract

The phenomenon of corruption can be analyzed using the principle of supply and demand. Corruption is synonymous with services traded between buyers and sellers, only that corruption is a product that harms anyone not involved in the transaction; in other words, corruption is built on negative externalities, which are losses that must be borne by others. The simplest argument for showing the economic costs of corruption is to associate corruption with wasted resources. This condition can be diagrammed through a "production possibility frontier" curve. Robert Klitgaard has proposed a slightly different analytical framework on efficient corruption. He sees from the standpoint of corruption eradication activities. The public (and the economy) will benefit from the eradication of corruption (or, from a smaller level of corruption). But, the eradication of corruption also requires costs. Based on the analysis of Tsebelis game theory, individuals face a decision tree consisting of the utility of success and failure of an action and the magnitude of the success and failure probability. Individuals will commit crime / corruption if the expected benefits of the action exceed the expected cost. This study wants to provide an overview of the application of mathematical logic in economics to describe the problems of corruption.

 

Keywords: mathematical logic, corruption, negative externalities, production possibility frontier curve

 

Abstrak

Fenomena korupsi dapat dianalisis menggunakan prinsip supply and demand. Korupsi identik dengan jasa yang diperjualbelikan antara pembeli dan penjual, hanya saja, korupsi merupakan produk yang merugikan siapa pun yang tidak terlibat dalam transaksi; dalam kata lain, korupsi dibangun di atas negative externalities, yaitu kerugian yang harus ditanggung oleh orang lain. Argument paling sederhana untuk menunjukkan biaya ekonomi dari korupsi adalah mengaitkan korupsi dengan sumber daya yang terbuang. Kondisi ini bisa didiagramkan melalui kurva “batas kemungkinan produksi” (production possibility frontier). Robert Klitgaard pernah mengajukan kerangka analisis yang sedikit berbeda tentang korupsi yang efisien. Ia melihat dari sudut pandang kegiatan pemberantasan korupsi. Masyarakat (dan perekonomian) akan diuntungkan dengan adanya pemberantasan korupsi (atau, dari tingkat korupsi yang lebih kecil). Tapi, pemberantasan korupsi juga memerlukan biaya. Didasarkan pada analisis game theory Tsebelis individu menghadapi decision tree yang terdiri atas utilitas keberhasilan dan kegagalan suatu aksi dan besarnya probabilitas keberhasilan dan kegagalan tersebut. Individu akan melakukan tindak kejahatan/korupsi jika expected benefits dari tindakan tersebut melebihi expected costnya. Penelitian ini ingin memberikan gambaran penerapan logika matematika dalam ilmu ekonomi untuk mendeskripsikan permasalahan-permasalahan korupsi.

 

Kata Kunci: logika matematika, korupsi, negative externalities, kurva batas kemungkinan produksi.


Keywords


logika matematika, korupsi, negative externalities, kurva batas kemungkinan produksi.

References


D. Napitupulu, KPK in Action. Jakarta: Raih Asa Sukses, 2010.

R. Z. Ul-haq, KAPAN KAPOK?: Kisah-kisah Kasus Korupsi yang Menyakitkan Hati. Yogyakarta: IRCiSoD, 2013.

A. K. Jain, “Corruption: A Review,” J. Econ. Surv., vol. 15, no. 1, 2001.

R. Ackerman, Corruption and Government. Cambridge University Press, 1999.

Tullock Gordon, “The Welfare Cots of Tariffs, Monopolies, and Theft,” West. Econ. J., vol. 5, no. 3, pp. 224–232, 1967.

A. Krueger, “The Political Economy of the Rent-Seeking Society,” Am. Econ. Rev., vol. 64, no. 3, pp. 291–303, 1974.

N. Leff, Economic Development through Bureaucratic Corruption. American Behavioral Scientist, 1964.

S. P. Huntington, Political Order in Changing Societis. Yale University Press, 1968.

Wijayanto and R. Zachrie, Korupsi Mengorupsi Indonesia: Sebab, Akibat, dan Prospek Pemberantasan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009.

A. Perdana, “Mungkinkah Korupsi Optimal?,” Kompas, 2006.

R. E. Klitgaard, Controlling Corruption. University of California, 1988.




DOI: http://dx.doi.org/10.25139/smj.v7i2.1918

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Ilmiah Soulmath by http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/mipa is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Statistik