Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition

  • Edy Saputra IAIN Takengon
  • Rahmy Zulmaulida IAIN Lhokseumawe
  • Marlina Marlina SMAN 2 Peusangan
Abstract views: 338 , PDF downloads: 333

Abstract

Abstract

This study aimed to determine the students' creative thinking ability through the Auditory Intellectually Repetition (AIR) cooperative learning model in the Arithmetic Series material in the X Science class of Public Senior High School 2 PEUSANGAN. The population in this study were all students of class X Science at  Public senior High School 2 PEUSANGAN, Bireuen Regency with research samples was class X IPA 4 as experimental class I, and X IPA 3 as experimental class II, with the total number of students, were 35 for each class which was selected by using purposive sampling. Data analysis was carried out through a quantitative descriptive. To find out the difference in the average, it was used two-sample- t-test. The results of the study by testing the hypothesis using the t-test at a significant level of α = 0.05 obtained t_count> t table, namely 1.70> 1.67, so it was concluded that students' creative thinking ability through Auditory Intellectually Repetition (AIR) cooperative learning model was better rather than students' creative thinking skills through Expository learning models.

Keywords: Creative Thinking Ability; AIR Cooperative Model; Expository Learning

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran kooperatif Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada materi Barisan dan Deret Aritmetika di kelas X IPA SMA Negeri 2 Peusangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 2 Peusangan Kabupaten Bireuen dengan sampel penelitian kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen I, dan X IPA 3 sebagai kelas eksperimen II, dengan jumlah 35 siswa untuk masing-masing kelas yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Untuk mengetahui perbedaan rerata digunakan uji t dua sampel. Hasil penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan α=0,05 diperoleh , yaitu  sehingga diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran kooperatif Auditory Intellectually Repetition (AIR) lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran ekspositori.

Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif; Model Kooperatif AIR; Model Ekspositori

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] U. Pendidikan Indonesia, “KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF REFLECTIVE SISWADALAM QUANTUM TEACHING MODEL MELALUI KAJIAN SEMIOTIK: Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa SMP Negeri 1 di Kota Takengon Aceh Tengah,” 2017.

[2] E. Saputra, K. Ulya, S. Wahyuni, E. Rahmadhani, and H. Hakim, “Media application in anchored instruction to support mathematics teachers’ pedagogical content knowledge,” in Journal of Physics: Conference Series, 2020, vol. 1460, no. 1, p. 12042.

[3] “Pengaruh Pembelajaran Berbantuan Geogebra Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif | Live Love Laugh….” .

[4] C. Sa’dijah, “Kepekaan Bilangan Siswa SMP Melalui Pembelajaran Matematika Kontekstual Yang Mengintegrasikan Keterampilan Berpikir Kreatif,” J. Pendidik. dan Pembelajaran Univ. Negeri Malang, vol. 20, no. 2, pp. 222–227, 2013.

[5] E. Suriany, S. Negeri, P. Besar, and K. Bangka, “PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN MATH-TALK LEARNING COMMUNITY,” Indones. Digit. J. Math. Educ., vol. 3, 2016.

[6] U. Munandar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, (Jakarta: Rineka Cipta,1999)h,6 16 14. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

[7] Siswono, “Proses Berpikir Kreatif Siswa Dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika,” J. Ilmu Pendidik., pp. 1–14, 2006.

[8] E. Saputra, Wahyudin, and J. A. Dahlan, “The enhancement of spatial levels reviewed from students’ cognitive styles,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1028, no. 1, p. 012093, Jun. 2018.

[9] A. Suprijono, Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2012.

[10] Rahmah Johar, Model-model Pembelajaran dan Media Pembelajaran Matematika. Banda Aceh: Unsyiah Press, 2009.

[11] H. Mustika and N. Kinanti, “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (Air) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Di Kelas Viii Smp Negeri 1 Pasir Penyu,” MES J. Math. Educ. Sci., vol. 3, no. 2, pp. 153–158, 2018.

[12] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&DSugiyono. 2013. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D.” Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. https://doi.org/10.1. Bandung: Alfabeta, 2013.

[13] R. Sundayana, Statistika Penelitian Pendidikan Cetakan ke-2. Garut: Garut Press, 2015.

[14] S. Arikunto, PROSEDUR PENELITIANSuatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

[15] D. Mardhiyana and E. O. W. Sejati, “Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah,” Prism. Pros. Semin. Nas. Mat., pp. 672–688, 2016.

[16] Y. Febrianti, Y. Djahir, and S. Fatimah, “Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik dengan Memanfaatkan Lingkungan pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 6 Palembang,” J. Profit, vol. 3, no. 1, pp. 121–127, 2016.

[17] R. Astuti, W. Anggraini, and F. Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, “Indonesian Journal of Science and Mathematics Education 01 (2) (2018) 1-12 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI KEMAGNETAN KELAS IX SMP N 1 PENENGAHAN LAMPUNG SELATAN,” Indones. J. Sci. Math. Educ., vol. 1, no. 2, pp. 97–108, Jul. 2018.
Published
2020-12-17
Section
Articles