Analisis Keberlanjutan Kelembagaan Ipal Komunal

  • Lunariana Lubis Universitas Hang Tuah Surabaya
  • Agus Wahyudi
  • Deasy Arieffiani
Abstract views: 164 , PDF downloads: 165
Keywords: IPAL Komunal, Kelembagaan, Keberlanjutan, Lingkungan Hidup, Air Limbah

Abstract

Penanganan air limbah domestik ialah satu di antara beberapa masalah lingkungan pada daerah Surabaya. Di samping mengakibatkan tercemarnya lingkungan, air limbah pun bisa menciptakan gangguan kesehatan. Satu di antara beberapa metode guna melakukan pengolahan air limbah yakni InstaIasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Salah satu IPAL Komunal yang ada di Surabaya terletak di Jalan Granting gang 1 RT 01 RW 01 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Kota Surabaya. Keberadaan IPAL Komunal tersebut memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan hidup, terutama kebersihan sungai di Kelurahan Simokerto namun kemanfaatan tersebut semakin berkurang karena keberlanjutan kelembagaannya yang semakin melemah. Penelitian kualitatif berikut memakai pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk menjelaskan dan mengkaji kelembagaan dan juga faktor-faktor yang menunjang juga menghambat pada pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat pada Kelompok Swadaya Masyarakat Pengelola IPAL Komunal RT 01 RW 01 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Kota Surabaya. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara, pengamatan langsung dan dokumentasi. Dalam menganalisis data dipakai Model Interaktif yakni pengumpulan, reduksi, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan analisa kelembagaan dalam 3 (tiga) pilar yakni pilar regulatif, pilar normatif, pilar serta pilar kultural kognitif. Keberlanjutan kelembagaan IPAL Komunal di RT 01 RW 01 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Kota Surabaya saat ini mengalami stagnasi. Faktor pendukungnya adalah kesadaran dan kebiasaan warga akan pentingnya hidup sehat membuat lingkungan sekitar terlihat bersih dan asri, warga dapat menghemat penggunaan air bersih PDAM dengan memanfaatkan air hasil pengolahan dari IPAL Komunal, serta pendanaan IPAL Komunal berasal dari dana warga sendiri sedangkan faktor penghambatnya adalah kurang perhatiannya Pemerintah Kota Surabaya terhadap keberlangsungan IPAL Komunal yang ada dan juga tidak adanya regenerasi pada kelembagaan IPAL Komunal. Rekomendasi riset ini untuk keberlangsungan IPAL Komunal adalah dipelukannya pendampingan dan pendanaan untuk perawatan dan pengelolaan dari Pemerintah Kota Surabaya serta perlu adanya regenerasi pada kelembagaan IPAL Komunal dalam pengelolaannya. 

References

Abidin, Z. (2017). Warga Granting 1 Simokerto Mengolah Air Limbah Lebih Bermanfaat. Retrieved from https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2017/Warga-Granting-1-Simokerto-Mengolah-Air-Limbah-Lebih-Bermanfaat/

Afonso, A., & Jalles, J. T. (2011). Economic Permormance And Government Size.

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan Petani: Peran Dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. SEPA, 7(2), 102–109.

Creswell, J. W. (2013). Research Design : Qualitative, Quantitative, and Mixed Method Approaches. Retrieved from https://drive.google.com/file/d/1avChGTKyRFLvbeqj6_R_fkCIDbWYZSD9/view

Hadi, A. P. (2015). Konsep pemberdayaan, partisipasi dan kelembagaan dalam pembangunn. Pusat Pengembangan Masyarakat Agrikarya, (2010), 1–14.

Huang, H., & Wei, S. J. (2006). Monetary policies for developing countries: The role of institutional quality. Journal of International Economics, 70(1), 239–252. https://doi.org/10.1016/j.jinteco.2005.09.001

Javed, O. (2016). Determinants of Institutional Quality: A Case Study of IMF Programme Countries. In The Economic Impact of International Monetary Fund Programmes (pp. 7–35). https://doi.org/10.1007/978-3-319-29178-9_2

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook - Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, Johnny Saldana - Google Buku. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=p0wXBAAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false

Nilandita, W., Pribadi, A., Nengse, S., Auvaria, S. W., & Nurmaningsih, D. R. (2019). Studi Keberlanjutan IPAL Komunal di Kota Surabaya (Studi Kasus di RT 02 RW 12 Kelurahan Bendul Merisi Kota Surabaya). Al-Ard : Jurnal Teknik Lingkungan, 4(2), 46–54. Retrieved from www.al-ard.uinsby.ac.id

Nuraini, C., Masyhuri, M., Jamhari, J., & Hadi Darwanto, D. (2016). Model Kelembagaan pada Agribisnis Padi Organik Kabupaten Tasikmalaya. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 2(1), 9–16. https://doi.org/10.18196/agr.2121

Parkinson, J., & Tayler, K. (2003). Decentralized wastewater management in peri-urban areas in low-income countries. Environment & Urbanization, 15(1).

Purwatiningrum, O. (2018). Gambaran Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Komunal di Kelurahan Simikerto, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(82).

Surabaya, B. P. S. K. (2020). Sosial dan Kependudukan. Retrieved from https://surabayakota.bps.go.id/subject/12/kependudukan.html#subjekViewTab3

Widiwati, C. S. (2018). Konsep Partisipasi Masyarakat Dalam Operasional Dan Pemeliharaan IPAL Komunal Di Kel. Simokerto, Kec. Simokerto, Kota Surabaya. Retrieved December 9, 2020, from http://repository.its.ac.id/55339/1/08111550050001-Master_Thesis.pdf

Zahro, F. (2017). Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Miliar Buat Bangun IPAL di 100 Kampung, Tujuannya? Retrieved from https://surabaya.tribunnews.com/2017/10/28/pemkot-surabaya-anggarkan-rp-5-miliar-buat-bangun-ipal-di-100-kampung-tujuannya?page=2

Published
2022-07-26
How to Cite
Lubis, L., Wahyudi, A., & Arieffiani, D. (2022). Analisis Keberlanjutan Kelembagaan Ipal Komunal . Jurnal Ilmiah Manajemen Publik Dan Kebijakan Sosial, 6(1), 9-23. https://doi.org/10.25139/jmnegara.v6i1.3398