PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DI JALAN RAYA SAMBIKEREP SURABAYA MENGGUNAKAN SIMULASI EPA SWMM 5.1 (ENVIRONMENTAL PROTECTION AGENCY STORM WATER MANAGEMENT MODEL)
THE PLANNING OF DRAINAGE CHANNELS ON THE SAMBIKEREP HIGHWAY IN SURABAYA USING EPA SWMM 5.1 SIMULATION (ENVIRONMENTAL PROTECTION AGENCY STORM WATER MANAGEMENT MODEL)
DOI:
https://doi.org/10.25139/concrete.v3i02.10953Keywords:
Perencanaan, Saluran Drainase, Analisis Hidrologi, EPA SWMM 5.1Abstract
Banjir merupakan kondisi di mana air tidak tertampung saluran pembuang atau alirannya tersendat, sehingga meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Suatu lokasi di Surabaya yang kerap mengalami banjir adalah Jl. Raya Sambikerep. Adanya banjir pada beberapa titik disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kapasitas saluran yang tidak sanggup menampung debit air hujan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi saluran berdasarkan hasil simulasi, mengetahui debit rencana periode kala ulang 2 dan 5 tahun, serta merencanakan dimensi saluran yang sanggup menampung debit hujan rencana. Jenis penelitian yang dipakai merupakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode deskriptif, karena memerlukan perhitungan data serta penjabaran pada setiap data tersebut. Untuk simulasi banjir menggunakan program EPA SWMM 5.1. Berdasarkan hasil simulasi, kondisi saluran eksisting mengalami genangan pada 5 titik (periode kala ulang 2 tahun) dan 6 titik (periode kala ulang 5 tahun). Diperoleh debit hujan rencana sebesar 4,04 m3/detik pada kala ulang 2 tahun, dan 5,34 m3/detik pada kala ulang 5 tahun. Didapatkan dimensi saluran yang sanggup menampung debit hujan rencana periode kala ulang 2 dan 5 tahun adalah 1,50 x 1,50 m.
References
Al Amin, M. B. (2020). Pemodelan sistem drainase perkotaan menggunakan SWMM. Deepublish.
BPS Kota Surabaya. (2025). Kota Surabaya Dalam Angka 2025 (BPS Kota Surabaya (ed.)). BPS Kota Surabaya. https://surabayakota.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/bd1f25e59ae790cc8a7c0c07/kota-surabaya-dalam-angka-2025.html
Buishand, T. A. (1982). Some methods for testing the homogeneity of rainfall records. Journal of hydrology.
Chow, V. T. (1985). Hidrolika Saluran Terbuka (Open Channel Hydraulics). Erlangga.
Dwiuntoroadi, S. (2020). Permodelan Numerik Sistem Drainase Kawasan Citraland Dengan Beberapa Alternatif Solusi Penanganan Banjir.
Fauziah, S. (2021). EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC–RAS 4.10 dan EPA SWMM 5.1 (Studi Kasus Pusat Kota Jepara, Jawa Tengah). 1, 114. http://repository.unissula.ac.id/25701/
Gulo, R. J. Y. (2020). Analisa Saluran Drainase Pada Jalan Bunga Wijaya Kusuma Dengan Menggunakan Epa Swmm 5.1. Universitas Medan Area.
Harisuseno, D., & Bisri, M. (2017). Limpasan Permukaan secara Keruangan: Spatial Runoff. Universitas Brawijaya Press.
Harto, S. (1993). Analisis Hidrologi. Gramedia Pustaka Utama.
Hasmar, H. A. H. (2012). Drainase Terapan. Uiipress.
Ismail, T. (2022). ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE DI PERUMAHAN SEMARANG INDAH MENGGUNAKAN SIMULASI EPA SWMM. Universitas Tidar.
Kustamar. (2019). Sistem Drainase Perkotaan Pada Kawasan Pertanian, Urban, dan Pesisir. In Africa’s potential for the ecological intensification of agriculture. Penerbit Dream Litera.
Limantara, I. L. M. (2019). Rekayasa Hidrologi: Edisi Revisi. Penerbit Andi.
MAURAGA, A. A. R. (2024). Studi Kapasitas Saluran Drainase Menggunakan Epa-Swmm ( Studi Kasus : Saluran Drainase Perintis Kemerdekaan ) Studi Kapasitas Saluran Drainase Menggunakan Epa-Swmm ( Studi Kasus : Saluran Drainase Perintis Kemerdekaan ).
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, 1–333.
Pratama, M. I., Farid, M., Kuntoro, A. A., Adityawan, M. B., Rohmat, F. I. W., & Moe, I. R. (2022). Flood prediction due to land cover change in the Ciliwung River Basin. International Journal of Technology.
Rafika, I. (2023). Analisa Saluran Drainase Jalan Darma Bakti Kota Pekanbaru Menggunakan Software EPA SWMM 5.1.
Rossman, L. A. (2004). Storm Water Management Model User’s Manual Version 5.0 (Issue September). US Environmental Protection Agency.
Saputri, R. E. (2025). Prakiraan Daerah Potensi Banjir Dasarian I-III Maret 2025. Www.Bmkg.Go.Id. https://www.bmkg.go.id/iklim/potensi-banjir/prakiraan-daerah-potensi-banjir-dasarian-i-iii-maret-2025
Soewarno, H. (1995). Aplikasi Metode Statistik untuk Analisa Data, Jilid 1. Nova.
Suhardjono. (1984). Drainase Perkotaan. Pustaka Pelajar.
Suprapto. (2022). Statistik Pemodelan Bencana Banjir Indonesia (Kejadian 2002-2010). Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 2(2), 84–97.
Suripin, S. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Andi Offset.
Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Beta Offset.
Wahyuni, A. (2023). EVALUASI SISTEM DRAINASE DALAM PENANGANAN GENANGAN DENGAN MODEL EPA SWMM VERSI 5.1. Universitas Medan Area.
Yuliastuti, D. I., Safira, S.M, Anna, R, Apriliani, R.A, Kuncaravita, S.A, & Vansyah, M.D. (2025). Analisis Perhitungan Debit Banjir Rencana Menggunakan Metode Haspers dan Weduwen di DAS Kemuning (Sampang, Madura). Agregat, 10(1), 1319–1325. https://doi.org/10.30651/ag.v10i1.26275
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




