ANALISIS EFEKTIVITAS KELANCARAN LALU LINTAS PADA JALAN RAYA WARU PASCA PEMBANGUNAN FLYOVER ALOHA SIDOARJO
ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF TRAFFIC FLOW ON THE WARU HIGHWAY AFTER THE CONSTRUCTION OF THE ALOHA SIDOARJO OVERPASS
DOI:
https://doi.org/10.25139/concrete.v3i02.10990Keywords:
Kinerja Lalu Lintas, Flyover Aloha, Derajat Kejenuhan, PKJI 2023Abstract
Flyover Aloha di Kabupaten Sidoarjo memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kota Surabaya dan Bandara Juanda. Sebelum adanya flyover, kawasan ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama pada jam sibuk. Kehadiran flyover dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan jalur lalu lintas yang lebih lancar sekaligus mengurangi konflik pada persimpangan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas flyover terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.Survei lapangan dilakukan di tiga titik pengamatan, yaitu Jalan Raya Bandara Juanda (Titik A), Jalan Raya Waru arah Sidoarjo (Titik B), serta Jalan Raya Waru arah Surabaya (Titik C). Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari yakni kamis, jumat, dan sabtu, pada jam sibuk pagi 06.00–08.00 dan sore 16.00–18.00 dengan pencatatan setiap 15 menit. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,63, dengan rata-rata pada jam sibuk sore berkisar antara 0,40 hingga 0,50. Angka ini masih di bawah ambang batas DS = 0,85 sehingga kondisi jalan tergolong dalam tingkat pelayanan C yang menandakan arus kendaraan tetap stabil. Perhitungan waktu tempuh juga mendukung temuan tersebut. Pada Titik A, waktu tempuh tercatat 0,00819 jam untuk jarak 0,5 km dengan kecepatan 61 km/jam. Hasil serupa diperoleh di Titik B, sedangkan di Titik C waktu tempuh mencapai 0,00724 jam dengan kecepatan 69 km/jam. Secara keseluruhan, keberadaan Flyover Aloha terbukti meningkatkan kinerja lalu lintas di Jalan Raya Waru, ditunjukkan oleh kapasitas jalan yang lebih baik, berkurangnya kemacetan, serta waktu perjalanan yang lebih singkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi instansi terkait dalam mengevaluasi efektivitas infrastruktur jalan dan menyusun rencana pengembangan sistem transportasi di wilayah strategis Sidoarjo pada masa mendatang.
References
Adinda Salatun, I., Priambodo, S., & Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasioanal Jawa Timur -Bali, A. (2023). Rencana Manajemen Lalulintas Pembangunan Flyover Aloha Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur (Vol. 5, Issue 2).
Judiono, & Wulandari, M. (2020). Kajian Simpang Tak Bersinyal Dengan Alternatif Flyover Di Bundaran Aloha Sidoarjo. Jurnal Konstruksi, 8(1), 59–81. https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/konstruksi/article/view/3407
PKJI, 2023. (2023). PKJI 2023 (Issue 021).
PP UU 38-2004 Negara Republik Indonesia. (2004). PP UU38-2004. Metallurgical and Materials Transactions A, 30(8), 2221.
Prakosa, B. P. (2020). Identifikasi Flyover Manahan Menurut PUPR. SIAR (Seminar Ilmiah Arsitektur), 8686, 582–588.
UU RI No 22 tahun 2009 Negara Republik Indonesia. (2009). UU RI No 22 tahun 2009. 19(19), 19.
Yusuf Permadi, D., Tasya Sutopo, S., & Apriyanto, T. (2022). ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA LALU LINTAS SESUDAH ADANYA FLYOVER AHMAD YANI (SEMARANG).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




