Pengaruh Pemanfaatan Limbah Paku Kayu Untuk Beton Fiber

THE EFFECT OF UTILIZING WOODEN NAIL WASTE FOR FIBER CONCRETE

  • Alfonius Anjelo Dardur Dardur Universitas Dr Soetomo Surabaya
  • Safrin Zuraidah
  • Bambang Sujatmiko
Abstract views: 87 , pdf downloads: 26
Keywords: Limbah Paku Kayu, Superplasticizer, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah Beton

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dimaksudkan  untuk menganalisa pengaruh penambahan limbah paku kayu dan penambahan zat additive superplasticizer untuk mendapatkan nilai komposisi yang optimum yang menghasilkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimal  pada umur 28 hari. Adapun variasi persentase Limbah Paku Kayu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  0%, 1,5%, 2%, dan 3% dari berat pasir, tampa penambahan zat additive dan menggunakan zat additive superplasticizer 1% dari berat semen.  Penelitian ini mengacu pada desain campuran SNI 03-2834-2000, dengan mutu beton yang direncanakan f’c = 25 MPa.   Metode penelitian eksperimental dengan menggunakan benda uji silinder 150 x 300 mm sebanyak 96 benda uji untuk uji tekan dan uji kuat tarik belah. Hasil penelitian dengan kadar penambahan limbah Paku kayu sebesar 0%, 1,5%, 2%, dan 3% tampa penambahan zat additive superplasticizer 1%  kuat tekan beton adalah sebesar 18,30 Mpa; 18,49 Mpa; 19,62; dan 19,81 Mpa. Untuk kuat tarik belah beton sebesar 2,36 Mpa; 2,42 Mpa; 2,50 Mpa; dan 2,52 Mpa. Sedangkan untuk variasi limbah paku dengan penambahan zar additive superplasticizer 1% kuat tekan bedan adalah sebesar 18,39 Mpa; 26,98 Mpa; 25,09 Mpa; dan 25,47 Mpa. Untuk kuat tarik belah beton sebesar 2,69 Mpa; 2,78 Mpa; 3,25 Mpa; dan 3,28 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan dan kuat tarik belah maksimum pada variasi limbah paku kayu dengan penambahan zat additive superplasticizer 1% pada variasi 1,5% untuk kuat tekannya. Untuk kuat tarik belahnya pada variasi 3%. Menurut hasil penelitian, penambahan limbah paku kayu dengan penambahan zat additive superplasticizer 1% pada campuran beton dapat meningkatkan sifat mekanik beton sehingga bisa direkomendasikan walaupun peningkatan kuat tekan dan tarik belah tidak terlalu signifikan atau relatif kecil.

References

Nasional, Badan Standardisasi. "Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal." SK SNI 3 (2000): 2834-2000.
Nasional, Badan Standarisasi. "SNI 15-2049-2004 Semen Portland." Jakarta: BSN (2004).
Indonesia, Standar Nasional. "Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder." Badan Standarisasi Nasional, Jakarta (1974).
Nasional, Badan Standarisasi. Metode pengujian kuat tarik belah beton. SNI 03-2491-2002, Jakarta, 2002.
SNI 03-4810-1998. 1998. Metode Pembuatan Dan Perawatan Benda Uji Beton Di Lapangan. Bandung: Badan Standar Nasional.
Umum, Departemen Pekerjaan. "SK SNI S–04-1989–F Spesifikasi Agregat sebagai Bahan Bangunan." Bandung: Yayasan LPMB (1989).
Bhima, T. M., Riyadi, M., & Tiyani, L. Analisis Pengaruh Penambahan Limbah Paku Terhadap Sifat Mekanis Beton Normal. Construction and Material Journal, 4(3), 199-214.(2022)
Dede Hoerudin, Hoerudin. Analisi pengaruh perawatan curing air wtp dan air asam sulfat serta air laut pada beton dengan slag cement sebagai substitusi semen portland menggunakan metode SNI-03-2847-2002. Diss. Nusa Putra University, 2021.
Fauzi, A., & Walujodjati, E. Kuat Tekan Beton Substitusi Agregat Kasar Daur Ulang dan Bahan Tambah Tipe F Super Plasticizer. Jurnal Konstruksi, 19(2), (2021). 501-510.
Liono, Sugito. "Pendetailan Tulangan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Sesuai dengan SNI 03-2847-2002." Jurnal Teknik Sipil 7.1 (2011): 15-41.
Sitanggang, R., Hutabarat, N. S., & Ginting, R. penggunaan superplasticizer pada beton mutu f’c 25 mpa. jurnal ilmiah teknik sipil, 11(2), 202-209. (2022).
S., Zuraidah, S., Hastono, K. B., Trisnawati, E., & Sumaryam, S. Penggunaan Limbah Batang Eceng Gondok untuk Beton Fiber. Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi), 4(2), 96-101. (2022)
Santoso, A., Darmono, D., Ma'arif, F., & Sumarjo, H. Studi Perbandingan Rancang Campur Beton Normal Menurut Sni 03-2834-2000 Dan Sni 7656: 2012. Inersia lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur, 13(2), 105-115. (2017)
Soemantoro, M., Zuraidah, S., & Nosen, R. Pemanfaatan limbah genteng sebagai bahan alternatif agregat kasar pada beton. Jurnal Teknik Sipil Unitomo, 1(1). (2017)
Swamy, R. N., & Jojagha, A. H. Impact resistance of steel fibre reinforced lightweight concrete. International Journal of Cement Composites and Lightweight Concrete, 4(4), 209-220. (1982)
Zuraidah, S., Antow, A. K., Sujatmiko, B., & Hastono, B. Pengaruh Penambahan Fiber Paku Terhadap Kuat Tekan dan Tarik Belah Beton. Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi), 5(2), 119-126. (2023)
Zuraidah, S., Hastono, B., & Jehabut, M. Pemanfaatan Limbah Cangkang Kemiri Sebagai Substitusi Agregat Kasar Pada Beton. Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil, 5(2), 93-98. (2022)
Published
2024-11-04
How to Cite
Dardur, A. A. D., Zuraidah, S., & Sujatmiko, B. (2024). Pengaruh Pemanfaatan Limbah Paku Kayu Untuk Beton Fiber: THE EFFECT OF UTILIZING WOODEN NAIL WASTE FOR FIBER CONCRETE. CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology, 2(02), 138-145. https://doi.org/10.25139/concrete.v2i02.8770
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>