PEMANFAATAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA BETON
UTILIZATION OF COCONUT SHELL WASTE AS A SUBSTITUTE FOR COARSE AGGREGATE IN CONCRETE
DOI:
https://doi.org/10.25139/concrete.v3i02.10525Keywords:
kuat tekan, porositas, limbah tempurung kelapa, faktor air semenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi limbah tempurung kelapa sebagai agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknologi Beton Universitas Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi substitusi tempurung kelapa adalah 0%, 4%, 8%, dan 12% dari berat agregat kasar, serta menggunakan dua nilai Faktor Air Semen (FAS), yaitu 0,5 dan 0,6. Mutu beton yang direncanakan adalah f′c = 25 MPa mengacu pada SNI 03-2834-2000. Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari menunjukkan bahwa peningkatan persentase substitusi tempurung kelapa cenderung menurunkan kuat tekan beton. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada beton tanpa substitusi (0%), yaitu 23,86 MPa untuk FAS 0,5 dan 23,58 MPa untuk FAS 0,6. Seluruh variasi substitusi tidak mampu mencapai target kuat tekan 25 MPa. Selain itu, beton dengan FAS 0,5 secara umum menunjukkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan FAS 0,6 pada semua variasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah tempurung kelapa sebagai substitusi agregat kasar menurunkan kuat tekan beton, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan komposisi atau perlakuan yang dapat mempertahankan atau meningkatkan mutu beton.
References
SNI 15-2049-2004. 2004. Semen Portland. Bandung: Badan Standar Nasional. SNI 03-4810-1998. 1998. Metode Pembuatan Dan Perawatan Benda Uji Beton Di Lapangan. Bandung: Badan Standar Nasional.
SNI 03-2834-2000. 2000. Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, Badan Standarisasi Nasional, 1-11.
ASTM C 136 – 01. Standard test method for sieve analysis of fine and coarse aggregates. American Society for Testing and Material.
ASTM C 117 – 95. Test method for materials finer than sieve in mineral aggregates by washing. American Society for Testing and Material.
Hardini, B., Abdi, F. N., Haryanto, B., Jamal, M., & Arifin, T. S. P. (2022). Penambahan Abu Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Dalam Pembuatan Paving Block. Teknologi Sipil: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 5(2), 1-6.
Irawan, D., & Khatulistiani, U. (2021). Substitusi Agregat Kasar Menggunakan Pecahan Tempurung Kelapa Pada Campuran Beton Normal. axial: jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi, 9(1), 061-070.
Serang, M. A., & Pertiwi, D. (2021, February). Pengaruh Pecahan Tempurung Kelapa Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar dan Flyash Sebagai Pengisi Pada Campuran Beton Ditinjau dari Kuat Tekan Beton. In Prosiding Seminar Teknologi Perencanaan, Perancangan, Lingkungan dan Infrastruktur (pp. 45-50).
Syafyudin, B. A. (2021). Penggunaan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Campuran Beton Mutu Beton Fc’14, 53 Mpa. Jurnal Retensi, 1(2), 4349
Zuraidah, S., Hastono, B., & Jehabut, M. Pemanfaatan Limbah Cangkang Kemiri Sebagai Substitusi Agregat Kasar Pada Beton. Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil, 5(2), 93-98. (2022)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



