PEMANFAATAN SERBUK DARI LIMBAH CANGKANG TELUR UNTUK SUBSTITUSI SEMEN PADA MORTAR
USE OF EGG SHELL WASTE POWDER AS A SUBSTITUTE FOR CEMENT IN MORTAR
Abstract views: 149
,
pdf downloads: 94
Abstract
Mortar merupakan campuran semen, pasir, dan air dengan presentase yang bervariasi. Sebagai bahan pengikat, mortar harus mempunyai
konsisten/kekentalan yang standart. Konsisten mortar ini nantinya akan membantu menentukan kekuatan mortar (spesi atau dinding yang plaster),
sehingga diharapkan mortar tidak rusak akibat gaya tekan yang ditimbulkan oleh beban kerja. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui
penggunaan limbah cangkang telur sebagai substitusi semen tehadap berat volume dan kuat tekan mortar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode eksperimen yang ditinjau terhadap kuat tekan mortar, dengan variasi serbuk cangkang telur 0%, 3%, 6% dan 9% dari berat semen, cetakan
yang akan digunakan untuk membuat benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 10 cm x 20 cm, dengan jumlah benda uji sebanyak 36 buah, untuk
pengujian kuat tekan akan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil penelitian yang dilakukan, pada mortar umur 28 hari kaut tekan mortar
mengalami penurunan seiring dengan penambahan serbuk cangkang telur. Pada campuran tanpa serbuk cangkang telur (0%), nilai kuat tekan sebesar
12,95 MPa, Pada Penambahan serbuk cangkang telur dengan variasi 3% mengalami penurunan sebesar 13,13% dengan nilai kuat tekan sebesar 11,25
MPa, Pada Penambahan serbuk cangkang telur dengan variasi 6% mengalami penurunan sebesar 22,99% dengan nilai kuat tekan sebesar 9,97 MPa, Dan
pada Penambahan serbuk cangkang telur variasi 9% mengalami penurunan sebesar 32,85% dengan nilai kuat tekan sebesar 8,70 MPa dari mortar normal.
References
ASTM C 136 – 01. Standard test method for sieve analysis of fine and coarse aggregates.American Society for Testing and Material.
SNI SNI 03-1974-1990. 1990. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Bandung: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 15-2049-2004. 2004. Semen Portland. Bandung: Badan Standar Nasional.
SNI 03-4810-1998. 1998. Metode Pembuatan Dan Perawatan Benda Uji Beton Di Lapangan. Bandung: Badan Standar Nasional.
Kharismalsyah & Resti (2023) Pengaruh Serbuk Cangkang Telur Terhadap Sifat Mekanis Beton Daur Ulang. Construction and Material Journal
Yudi & Anita(2022) Pengaplikasian Serbuk Cangkang Telur sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen terhadap Kuat Tekan Beton. Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi)
Agnes & Frans (2021) Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Sebagai Bahan Substitusi Semen Pada Beton. Jurnal Teknik Sipil UKIPaulus-Makassar
Harmiyati (2023) Pengaruh Cangkang Telur Terhadap Kuat Tekan, Porositas, Dan Permeabilitas Pada Beton Porous Sebagai Material Green Building.
Safrin Z & B. Hastono (2019) Serbuk Kapur Sebagai Cementitious Pada Mortar. Jurnal Rekayasa Tenik Sipil Universitas Madura
Safrin Z & B. Sujatmiko (2024) Pengaruh Penambahan Serat Roving Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Pada Campuran Mortar. Construction and Civil Integration Technology.
Safrin Z & B. Sujatmiko (2024) Pengaruh Penambahan Serat Nylon Untuk Meningkatkan Kekuatan Mortar. Construction and Civil Integration Technology.
Authors who publish with CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




